Thursday, April 29, 2010

Sinopsis Personal Taste Episode 9



Sang Joon terus mencoba menghubungi HP-nya Jin Ho namun tidak aktif juga. Sang Joon pun bilang ke karyawan yang lain agar pulang saja karna Jin Ho tidak juga mengangkat HP-nya. Sang Joon bilang kalau Jin Ho sebelumnya tidak pernah tiba-tiba pergi dari acara meeting tanpa memberikan kabar.Tae Hoon mulai ikut comment dan bilang kalau masalah proyek gallery kan sudah selesai, apakah mungkin masalah wanita? Sang Joon pun mulai curiga. Tae Hoon bilang kalau Jin Ho yang biasanya hidup dengan jadwal teratur dan tiba-tiba pergi begitu saja pasti karna masalah wanita.



Tiba-tiba In Hee datang dan membuat semuanya memberikan salam ke In Hee. Sang Joon bilang ke In Hee kalau Jin Ho sedang tidak ada di kantor dan baru saja pergi tanpa memberikan kabar. Sang Joon lalu menawarkan In Hee untuk minum teh dan In Hee setuju untuk minum teh bersama dengan Sang Joon.




Chang Ryul mengantarkan Kae In pulang. Kae In menatap HP-nya terus sementara Chang Ryul sedang menelfon dengan Ayahnya dan bilang ke ayahnya kalau Kae In sakit dan sekarang dia sedang mengantarkan Kae In pulang. setelah selesai berbicara dengan ayahnya, Kae In nanya ke Chang Ryul apakah ayah Chang Ryul mengenali Kae In? Chang Ryul pun bilang kalau ayahnya Chang Ryul melihat Kae In ketika acara pernikahannya dulu yang gagal. Lalu Kae In mengingat pertemuannya dulu dengan ayah Chang Ryul dan ayahnya Chang Ryul bilang kalau dari awal dia sudah tau kalau Kae In itu anaknya Tuan Park yang seorang Arsitek terkenal.



Chang Ryul bilang kalau mereka sebaiknya mampir dulu di Pom Bensin sekaian membeli makanan untuk Kae In karna Kae In harus makan dulu sebelum minum obat. Kae In diam saja dan mengirim sms ke Jin Ho. Jin Ho lagi di pom bensin juga dan menerima sms dari Kae In namun dia tidak membacanya dan langsung menyimpan HP-nya. Jin Ho selesai mengisi bensin dan pergi, eeeeh Chang Ryul dan Kae In masuk ke pom bensin.



In Hee sengaja ngebuat Sang Joon aga mabuk biar Sang Joon menjawab pertanyaan-pertanyaan dia dengan mudah (Katanya kalo orang mabuk tuh akan bertindak jujur). In Hee nanya apakah sekarang Jin Ho sedang dekat dengan seseorang? Sang Joon malah bales nanya apakah In Hee tertarik pada Jin Ho? In Hee hanya tersenyum dan bertanya apakah Jin Ho tertarik pada wanita? Sang Joon bilang tentu saja karna Jin Ho itu sangat laki-laki. In Hee nanya, lalu kenapa Jin Ho mengatakan sesuatu di depan Chang Ryul? Sang Joon bilang kalau itu ada kesalah pahaman. In Hee nanya lagi, jadi Jin Ho suka wanita? Sang Joon jawab iya dan Jin Ho itu 100% laki-laki dan dia yakin akan hal itu. In Hee tersenyum dan bilang kalau dia sangat senang bisa ngobrol banyak dengan Sang Joon.




Chang Ryul nganterin Kae In ke rumah dan berniat ikut masuk juga. Kae In nanya mau apa? Chang Ryul bilang kalau dia akan menemani Kae In minum obat sampe tidur baru nanti dia pulang. Lagi-lagi Kae In menolak dan bilang kalau kencan pertama itu perlu waktu untuk mengijinkan masuk ke rumah. Chang Ryul bilang kalau dia hanya akan menunggu Kae In sampai tidur dan Chang Ryul bertanya apakah mereka memulai semuanya dari awal lagi? Kae In bilang iya. Chang Ryul pun mengerti lalu bilang kalau dia masih ga nyangka Kae In berubah dalam waktu yang sangat cepat. Kae In bilang kalau dia berubah karna Chang Ryul dan Kae In mulai berusaha untuk mencintai dirinya sendiri. Ketika Kae In mau masuk ke rumah, Chang Ryul bilang kalau dia juga akan berubah. Kae In berbalik dan melihat Chang Ryul, Chang Ryul bilang kalau dulu dia terlalu mementingkan diri sendiri maka sekarang dia akan berubah menjadi laki-laki yang lebih memikirkan Kae In.

Dari arah jauh tiba-tiba Young Sun datang dan marah-marah ke Chang Ryul dan nanya ngapain Chang Ryul dateng? Chang Ryul bilang kalau dia sudah mau pegri dan mungkin lain kali dia akan memperkenalkan diri ke Young Sun lebih resmi. Young Sun mengomel dan nanya ada apa ini semua? Kae In bilang ke Chang Ryul sebaiknya Chang Ryul cepat-cepat pulang. Chang Ryul pun pergi dan bilang ke Kae In dan Young Sun selamat tidur.




Jin Ho ga pulang ke rumah dan malah kembali ke kantornya dan duduk di ruangannya sambil memikirkan kejadian di rumah sakit ketika Chang Ryul sangat perhatian ke Kae In. tiba-tiba ada telfon dari Kae In dan Jin Ho mengangkatnya. Kae In bilang kalau tadi dia mengalami kecelakaan kecil dan dia tertimpa kayu sehingga keningnya luka bahkan tadi dia sempat pingsan. Jin Ho dengan dinginnya nanya, Lalu? Jelas saja Kae In jadi aneh sama Jin Ho dan nanya apakah ada masalah, karna Jin Ho suaranya terdengar sangat lesu? Jin Ho bilang ga ada apa-apa. Lalu Kae In nanya kapan Jin Ho akan pulang ke rumah? Jin Ho bilang kalau hari ini dia tidak akan pulang dan akan menginap di kantor jadi Kae In ga usah nunggu dia.



Young Sun membuatkan Kae In makanan dan bertanya gimana Jin Ho? Kae In pun bilang kalau Jin Ho tidur di kantor. Young Sun bilang kalau Jin Ho ga sopan karna tidak peduli Kae In yang sedang sakit. Kae In bilang kalau Jin Ho terdengar menyesal tidak bisa datang karna ada kerjaan. Young Sun bilang kalau kerjaannya lebih penting dari pada Kae In. Lalu Young Sun bilang apakah Kae In mau nambah lagi makan? Kae In langsung berubah dan bilang tidak mau nambah makan karna dia mau menjadi lebih sopan dalam makan. Kae In bilang kalau mulai sekarang dia akan berubah dan menarik perhatian para laki-laki. Young Sun nanya apakah Kae In akan menarik perhatian Chang Ryul? Kae In bilang Young Sun ga usah khawatir karna sekarang Kae In bukalah Kae In yang dulu lagi.



Jin Ho yang sedang bekerja di kantornya tiba-tiba di telfon oleh In Hee yang bilang kalau apartemennya itu kemasukan maling dan dia sangat ketakutan. Padahal sebenarnya itu trik In Hee supaya ngundang Jin Ho ke apartemennya. Dan In Hee sendiri lah yang sengaja menjatuh-jatuhkan barang agar apartemennya terlihat berantakan seperti di masuki oleh maling.

Jin Ho dateng dan nanya apakah In Hee baik-baik saja? In Hee langsung berakting memeluk Jin Ho dan bilang terima kasih karna Jin Ho sudah mau datang. In Hee bilang kalau dia sangat ketakutan begitu masuk ke apartemennya dan melihat kalau apartemennya itu sudah sangat berantakan. Jin Ho ngerti perasaan ketakutan In Hee makanya dia diam saja ketika In Hee memeluknya seperti itu.



Young Sun sudah mau pulang dan bertanya apakah Kae In baik-baik saja di tinggal sendirian? Kae In bilang ga apa-apa. Young Sun pun langsung pulang karna sudah malam. Tinggal Kae In sendirian di rumah yang bilang kalau Jin Ho itu teman yang sangat dingin karna harusnya sebanyak apapun pekerjaan tapi kalau temannya sedang sakit harusnya meluangkan waktu sebentar untuk menjenguk.

In Hee membuatkan Jin Ho teh dan bilang kalau tadi dia berusaha menghubungi Kae In dan Chang Ryul tapi ga di angkat dan satu-satunya yang ngangkat cuma Jin Ho. Jin Ho ga dengerin itu dan bilang kalau dia mau langsung pulang. In Hee mencoba menghentikan Jin Ho dan minta Jin Ho minum teh-nya dulu. Jin Ho menolak dan bilang kalau dia masih banyak urusan. In Hee bilang ke Jin Ho apakah Jin Ho bisa tinggal di rumahnya sementara? Karna dia sangat ketakutan. Jin Ho menolak dan bilang kalau laki-laki dan perempuan tinggal satu rumah tanpa ikatan pasti rasanya tidak nyaman. In Hee cepat-cepat menghentikan Jin Ho dan bilang bukankah Jin Ho tinggal dengan Kae In? Apakah tinggal dengan Kae In tidak apa-apa sementara dengannya tidak boleh? Jin Ho pun akhirnya menarik nafas lemah.

Kae In mencoba tidur tapi ga bisa dan akhirnya dia menghitung domba. tapi tetep ga bisa tidur juga, akhirnya Kae In ngomong sendiri sama boneka yang dia kasih nama Jin Ho dan nanya kenapa Jin Ho bersikap dingin lagi sama dia?

Jin Ho duduk di ruang keluarganya In Hee dan tertidur sambil duduk. In Hee datang membawakan selimut untuk Jin Ho dan tersenyum ngeliat Jin Ho. In Hee pun menyelimutkan selimut yang dia bawa ke Jin Ho. Jin Ho terbangun dan kaget melihat In Hee. In Hee bilang harusnya Jin Ho bisa tidur di kamar tamu saja. Jin Ho tidak peduli dengan In Hee dan langsung berdiri menuju dapur. In Hee mengikuti dan bertanya apakah Jin Ho tidak nyaman dengannya? Jin Ho bilang ke In Hee kalau dia mau pulang sekarang. In Hee langsung menghantikan dan bilang kalau Jin Ho sudah setuju untuk menginap. Jin Ho bales bilang kalau hari sudah mulai terang jadi dia bisa pulang.



Kae In bangun tidur dan keluar kamarnya. dia berjalan ke kamarnya Jin Ho dan mencoba menguping apakah ada suara-suara namun ternyata tidak ada. begitu pintu kamar Jin Ho di buka, Kae In aga kecewa karna kamar Jin Ho kosong dan itu artinya Jin Ho tidak pulang semalaman. Kae In membuka lemari Jin Ho dan malu melihat ada pakaian dalamnya Jin Ho namun dia bilang ke diri sendiri kalau mereka kan teman jadi ga usah malu-malu..

Jin Ho sedang minum kopi di ruangannya, tiba-tiba Sang Joon datang dan meminta maaf ke Jin Ho. Jin Ho nanya ada apa? Sang Joon bilang kalau kemarin In Hee datang ke kantor nyariin Jin Ho namun karna Jin Ho tidak ada jadinya In Hee pergi minum bareng dia di luar. Sang Joon bilang kalau In Hee dari luar terlihat sombong namun ternyata aslinya ramah. Lalu Sang Joon juga bilang kalau In Hee sangat pintar meracih Soju. Jin Ho nanya apa saja yang di bicarain oleh Sang Joon? Sang Joon bilang banyak hal dan mereka juga ngomongin tentang Jin Ho. Jin Ho nanya apa? Sang Joon bilang kalau kemarin dia mabuk jadi tidak ingat.




Sang Joon lalu mengalihkan pembicaraan dengan nanya kenapa Jin Ho memakai baju yang kemarin? Apakah Jin Ho tidak pulang ke rumah? Jin Ho gelagapan jawabnya. Sang Joon lalu bilang kalau kemarin Jin Ho tiba-tiba saja pergi dan tidak bisa di hubungi. Jin Ho bilang kalau dia ada urusan. Sang joon nanya benarkah? Lalu apakah Jin Ho sudah selesai dengan urusan Sang Go Jae? Karna Sang Joon yakin kalau Chang Ryul tidak akan tinggal diam. Lalu Sang Joon bilang kalau misalnya rumah Sang Go Jae di foto maka akan lebih mudah mereka membuat design-nya. Jin Ho jelas-jelas menolak itu dan bilang kalau Kae In ga mau rumahnya di foto. Sang Joon bilang kalau Jin Ho ajak Kae In keluar dan nanti dia lah yang akan memotret. Jin Ho diam saja. Sang Joon curiga dan nanya apakah Jin Ho jadi seperti ini karna Kae In? Sang Joon bilang lagi kalau proyek Gallery sudah selesai maka Jin Ho tidak akan ketemu Kae In. Tiba-tiba Sang Joon bilang lagi jangan-jangan Jin Ho ada perasaan berbeda ke Kae In. Jin Ho hanya diam saja menatap Sang Joon.



Tae Hoon masuk ke ruangan Jin Ho dan bilanga da tamu dan ternyata tamu yang di maksud adalah Kae In. Sang Joon nanya ada urusan apa Kae In datang? Kae In senyum ke Sang Joon namun ketika melihat Jin Ho senyumannya itu hilang.

Jin Ho dan Kae In mengobrol di halaman kantor. Kae In bilang kalau dia bawa pakaian dalam dan kaos kaki untuk Jin Ho karna dia yakin kalau Jin Ho yang hidupnya bersih pasti tidak nyaman kalau pake baju yang kemarin. Jin Ho kaget dan nanya apakah Kae In buka-buka lemarinya? Kae In bilang tenang saja Jin Ho tidak usah malu kaya gitu karna mereka kan teman. Jin Ho bilang kalau Kae In seharusnya ga perlu repot-repot. Kae In kesal dan bilang ke Jin Ho harusnya dalam situasi kaya gini Jin Ho tuh bilang terima kasih ke dia. Akhirnya Jin Ho pun bilang makasih.

Lalu Kae In bilang kalau Jin Ho pasti sekarang merasa bersalah. Jin Ho bales nanya merasa bersalah apa? Kae In bilang kalau Kae In terluka namun Jin Ho tidak pulang ke rumah, sedangkan sekarang Kae In jauh-jauh datang untuk memberikan baju ke Jin Ho yang amat gila kerja, Apakah Jin Ho merasa bersalah sekarang? Jin Ho bilang ga! Kae In kesal dan bilang kalau dia terluka serius dan mungkin dia bisa saja meninggal. Jin Ho bilang kalau orang gila kaya Kae In ga akan mungkin mudah mati. Kae In bilang itu keterlalan. seharusnya Jin Ho bilang kalau dia khawatir sama Kae In. Jin Ho malah nanya kenapa dia harus khawatir sama Kae In? Kae In yang di tanya kaya gitu hanya diam saja kaget.




Mereka ngobrol cukup lama namun Jin Ho bilang kalau dia ada banyak kerjaan jadi sebaiknya Kae In pulang saja. Kae In kesal dan nanya ke Jin Ho apakah yang ada di pikiran Jin Ho hanya bekerja? Jin Ho bilang iya. Kae In pun akhirnya pamit pulang dan bilang ke Jin Ho agar bekerja keras. Kae In berjalan pergi dan Jin Ho melihat dari belakang.

Kae In pergi ke gallery untuk menyelesaikan pekerjaannya mengecat furniture sambil terus mengomel tentang Jin Ho yang terus bekerja sampai-sampai melupakan Kae In yang lagi sakit. Tiba-tiba Mr.Dong datang dan membuat Kae In kaget. Mr.Dong nanya kenapa kening Kae In? Kae In bilang kalau kemarin terjadi sedikit kecelakaan kecil. Mr.Dong pun mengingatkan Kae In agar lebih berhati-hati. Lalu Mr.Dong nanya apa yang sedang di buat oleh Kae In? Kae In bilang kalau dia sedang membuat kotak sebagai penyekat seperti dinding. Mr.Dong berkomentar kalau itu sangat berwarna warni jadi anak-anak pasti suka. lalu Kae In bilang terima kasih ke Mr.Dong mengenai proyek Gallery-nya Jin Ho. Mr.Dong bilang dia jadi semangat begitu mendengar "fighting" dari Kae In makanya dia membantu. Lalu Kae In menawarkan meneraktir kopi untuk Mr.Dong dan Mr.Dong setuju.



Mereka pun minum kopi dan duduk di dalam Gallery. Mr.Dong tiba-tiba nanya apakah Kae In tau bagusnya cinta bertepuk sebelah tangan? Kae In jawab kalau hal itu akan menghemat uang. Mr.Dong pun bilang juga kalau cinta bertepuk sebelah tangan enak ga usah ada janji dan juga lebih bebas. Lalu Kae In juga bilang kapanpun dia mau maka dia bisa menghentikan hubungan itu. Mr.Dong melihat Kae In dan bilang kalau Kae In kayanya lebih tau banyak tentang cinta bertepuk sebelah tangan. Kae In bilang kalau dia lah ahlinya.

Mr.Dong nanya apakah Kae In sedang mengalami cinta bertepuk sebelah tangan? Kae In bilang dia sendiri tidak tau apakah perasannya ini bisa di sebut cinta atau tidak tapi yang pasti dia selalu khawatir pada orang ini (JINHOOOOO!!!) dan Kae In bilang kalau sepertinya dia ini beban bagi orang ini makanya dia selalu berusaha tidak menyusahkan. Mr.Dong berkomentar kalau hal itu pasti sangat sulit. Kae In menjawab iya dan makanya dia berusaha mengalihkan pikirannya itu.

Tiba-tiba Mr.Dong juga bilang kalau kayanya dia juga perlu mengalihkan pikirannya. Kae In nanya apakah Mr.Dong juga cinta bertepuk sebelah tangan? Mr.Dong jawab mungkin. Kae In ngasih komentar ke Mr.Dong, mungkin orang yang di sukai Mr.Dong itu perlu waktu dengan karir-nya makanya dia tidak mengurusi masalah cinta dulu. Mr.Dong nanya apakah Kae In meminta dia agar tidak menyerah? Kae In bilang iya dan tertawa. Mr.Dong pun bilang makasih ke Kae In dan menyebut Kae In sebagai senior cinta bertepuk sebelah tangan, sementara Kae In memberikan semangat ke Mr.Dong dan bilang kalau Mr.Dong junior cinta bertepuk sebelah tangan. (Kae In kayanya ga tau nih yang di maksud sama Mr.Dong itu JINHOOOO!!)

In Hee ketemuan dengan Jin Ho secara tidak sengaja dan secara tidak sengaja Kae In ngeliat mereka dari arah jauh. In Hee bilang kalau kemarin kayanya Jin Ho tidak tidur nyenyak di rumahnya. Jin Ho bilang ga apa-apa. In Hee nanya apakah Jin Ho ada acara setelah meeting? Jin Ho hanya diam dan langsung pamit pergi. Kae In yang denger itu kaget karna tau semalam Jin Ho tidak pulang itu karna tidur di rumahnya In Hee.



Chang Ryul dan ayahnya mengobrol di ruangan ayahnya. Ayah Chang Ryul nanya kapan Chang Ryul akan membawa wanita Sang Go Jae (Kae In). Chang Ryul jawab ga dalam waktu dekat. Ayahnya Chang Ryul menyuruh Chang Ryul cepat-cepat sebelum proyel gallery berakhir. Chang Ryul bilang kalau mendapatkan hati seseorang sangat susah. Ayah Chang Ryul bilang kalau Kae In kan baru sakit makanya Chang Ryul harus terus memberikan hadiah ke Kae In agar luluh. namun Chang Ryul menjelaskan kalau Kae In bukanlah wanita seperti itu. Ayah Chang Ryul bilang kalau semua wanita pada dasarnya sama dan buktinya dia telah berhasil menaklukan para wanita. (Ayahnya Chang Ryul ini punya 7 istri!! ckckck)

Ayah Chang Ryul bilang kalau seharusnya Kae In sudah mengerti setelah kemarin mereka ngobrol bareng. Chang Ryul langsung berdiri dan nanya apakah Ayah Chang Ryul menemui Kae In? Ayahnya bilang iya. Chang Ryul jelas kesal dan nanya apa saja yang di bicarakan oleh mereka? Ayahnya Chang Ryul kesal dan bilang kalau dia mengobrol dengan Kae In dan mengatakan kalau seandainya dia tau Kae In itu anak Tuan Park maka dia tidak akan membiarkan Chang Ryul menolah Kae In. Chang Ryul kesel banget sama ayahnay itu dan meminta ayahnay agar tidak mengatur kehidupannya.



Jin Ho dateng ketemu sama Mr.Dong. Mr.Dong menyerahkan file-file dan bilang ke Jin Ho kalau file itu berisikan rancangan-rancangan arsitek kesukaannya. Jin Ho diam saja. Mr.Dong nanya apakah Jin Ho keberatan dan merasa bermain secara tidak adil? Jin Ho bilang iya. Mr.Dong bilang kalau ini adalah sebagai rasa hormat dia kepada temannya yang terlibat persaingan tidak adik. (Ayah Chang Ryul main licik) Jin Ho langsung menolak dan bilang kalau dia akan berusaha menang dengan usahanay sendiri.

Mr.Dong tiba-tiba keliatan kaya yang grogi dan bilang ke Jin Ho kalau dia ini merasa bosan. Jin Ho nanya kenapa? Mr.Dong bilang kalau posisinya dia ini sangat tidak enak. makan sendiri dan melakukannya sendiri seperti orang buangan saja. Jin Ho tiba-tiba ketawa. Mr.Dong nanya apakah sekarang dia boleh berkelakuan bodoh di depan Jin Ho karna Jin Ho temannya? Jin Ho bilang iya.

Suasana mulai sepi lagi lalu Mr.Dong bilang kalau hal itu membuat mereka semakin dekat. Jin Ho jelas kaget denger itu. Mr.Dong tiba-tiba bilang kalau Kae mengatakan padanya kalau cinta bertepuk sebelah tangan itu artinya oarng yang dicintainya itu tidak berani saling mencintai. lalu Mr.Dong bialng kalau sikap bodoh yang di lakukannya hari ini murni dia yang lakukan setelah mengumpulkan banyak keberanian. Jin Ho langsung menelan ludah diam.



Kae In kaget karna tiba-tiba di depannya ada bunga dan ternyata yang memberikan bunga itu adalah Chang Ryul. Chang Ryul bilang kalau dia tidak pernah memberikan Kae In bunga makanya sekarang dia memberikannya ke Kae In. Chang Ryul bilang kalau dia sngat malu dan berharap Kae In menerima bunga itu dan Kae In pun menerima itu. dari jauh In Hee dan Jin Ho melihat itu. In Hee langsung menghampiri Kae In dan Chang Ryul bilang selamat ke Kae In. Kae In ngeliat In Hee dan kaget karna In Hee bersama Jin Ho. In Hee bilang ke Kae In selamat karna impian Kae In bisa di capai. lalu In Hee bilang ke Chang Ryul kalau Chang Ryul mungkin kesal dengannya tapi sepertinya Chang Ryul sudah menemukan tempat yang tepat. In Hee lalu bilang semoga mereka berdua menikmati waktunya. In Hee bilang ke Jin Ho agar pergi sekarang dan mereka berdua pun pergi diikuti tatapan mata dari Kae In. Chang Ryul juga mengajak Kae In agar segera pergi.




In Hee dan Jin Ho pergi maan bareng. In Hee bilang kelau Chang Ryul dan Kae In sepertinya mulai sering bertemu lagi. Jin Ho hanya diam saja. In Hee juga bilang kalau Kae In berubah jadi cantik dan ini pasti karna cinta. Jin Ho tetap diam dan mengingat kejadian ketika Chang Ryul memberikan bunga ke Kae In. In Hee ngomong namun tidak di pedulikan oleh Jin Ho. Lalu In Hee bilang kalau traktiran makan ini terlalu kecil membalas jasa jin Ho kemarin makanya In Hee mengajak Jin Ho ke rumahnya untuk minum bir namun Jin Ho menolaknya.

In Hee lalu pura-pura mengeluarkan obat dari tasnya dan meminumnya. Jin Ho nanya apakah In Hee sedang sakit? In Hee bilang kalau dia masih shock sama kejadian kemarin dan belum sempat ke dokter. dia juga masih takut untuk pulang ke rumahnya. Lalu In Hee nanya apakah Jin Ho bisa tinggal di rumahnya satu hari lagi? Jin Ho hanya meringis kesal.

Jin Ho mengantarkan In Hee pulang dan memastikan kalau apartemennya itu kosong tidak ada maling lagi. Pas In Hee masuk, In Hee tiba-tiba melihat Jin Ho dan menciumnya (ARGHHH!!) Jin Ho jelas kaget dan langsung mendorong In Hee. In Hee nanya Jin Ho itu ga suka perempuan atau ga suka dia? Jin Ho bilang kalau dia ga ngerti apa yang di maksud sama In Hee. In Hee bilang kalau mulai sekarang dia akan banyak hadir di kehidupannya Jin Ho. Jin Ho bilang dia ga butuh itu. In Hee bilang kalau dia telah melakukan kesalahan dan dia tidak mau lagi melakukan kesalahan. Jin Ho bilang kalau In Hee salah orang. In Hee bilang dia ga salah orang dan dia bilang akan merebut Jin Ho. Jin Ho kesal dan berniat pegri namun In Hee tiba-tiba bilang kalau mereka berdua itu ada di posisi yang sama. Jin Ho ga mempedulikan itu dan tetap pergi.




Sang Joon masih di kantor dan terus berjalan dan bilang kalau dia merasa cemas. Tae Hoon dateng dan nanya kenapa Sang Joon belum pulang? Sang joon melihat Tae Hoon dan langsung bilang kalau mereka harus pergi ke Sang Go Jae sekarang. Tae Hoon nanya apakah Jin Ho menelfon Sang Joon? Sang Joon bilang ga, tapi Tae Hoon harus kerja malam ini.

Tiba-tiba di tengah perjalanan Tae Hoon turun dari mobil, Sang Joon menyusul dan bilang ke Tae Hoon agar mau pergi ke Sang Go Jae bareng Tae Hoon. dan ternyata dari jauh Hye Mi ngeliat Tae Hoon dan Sang Joon yang lagi ngobrol dan terlihat mesra. Hye Mi pun berfikir apakah Sang Joon benar-benar suka laki-laki ya? Tae Hoon akhirnya mau dibujuk pergi ke Sang Go Jae dan mereka naik mobil langsung pergi. Hye Mi mengejar mereka dengan menggunakan taxi karna penasaran.




Kae In sampai di rumah di antar oleh Chang Ryul. Chang Ryul perhatian banget ke Kae In dan bilang kalau besok dia akan datang membawa obat untuk Kae In. Kae In tetap cuek dan mau masuk ke rumah. Chang Ryul tiba-tiba menghentikan dan bilang kalau dia ga tau kalau ayahnya sudah bertemu dengan Kae In. Chang Ryul bilang kalau ada kesalahpahaman dan dia kembali ke Kae In bukan karna ayahnya dan dia harap Kae In percaya. Kae In nanya kenapa dia harus percaya? Chang Ryul bilang kalau dia bukanlah orang itung itungan dan lagi kalau misalnya Chang Ryul deketin Kae In atas usul ayahnya maka dari awal Chang Ryul tidak akan memutuskan Kae In karna tau Kae In anak tuan park. Kae In diam aja dan bilang kalau hal itu jadi mungkin karna sekarang perusahaan Ayah Chang Ryul sedang membutuhkan ayahnya.

Chang Ryul mati-matian bilang kalau itu ide ayahnay dan dia sama sekali ga setuju akan hal itu. Kae In bilang kalau dia ga bisa di paksa untuk percaya. Chang Ryul pun nyerah dan bilang kalau misalnya Kae In ga percaya ya sudah tidak apa-apa. Kae In bialng kalau dia sangat cape dan mau istirahat. Kae In turun dari mobil dan masuk ke dalem. Chang Ryul menatap dari luar dan sedih karna ternyata bunga mawar yang tadi di kasih ke Kae In tidak di bawa ke dalam rumah oleh Kae In. (Poor you Chang Ryul!)

Ketika Chang Ryul pergi meninggalkan rumah Kae In, Sang joon dan Tae Hoon sampai dan memarkirkan di samping rumah Kae In. Tae Hoon bilang kalau mereka kayanya ga usah melakukan hal ini, namun Sang Joon mengingatkan kalau proyek gallery itu sangat penting dan mereka harus melakukannya. Sang joon pun menyuruh Tae Hoon segera turun sebelum Jin Ho datang. namun Tae Hoon lagi-lagi bilang ga bisa melakukan hal ini karna tidak baik membohongi seorang perempuan. Sang joon bilang apakah dengan mengambil foto saja itu membohongi Kae In? Tae Hoon bersikukuh tidak mau melakukannya kalau pun mau melakukannya maka sebaiknya lakukan bersama dengan Jin Ho nanti.

Tiba-tiba ada yang ngetuk jendela mobil Sang Joon dan ternyata itu Hye Mi. jelas aja Tae Hoon dan Sang Joon kaget ngeliat Hye Mi yang nanya apakah disini tempat tinggal Jin Ho? Hye Mi berniat masuk ke dalam rumah Kae In namun cepat-cepat Tae Hoon dan Sang Joon menghalangi. Sang Joon bingung dari mana Hye Mi tau tempat Jin Ho dan mulai curiga kalu Tae Hoon yang memberi tau namun Tae Hoon bilang kalau dia sama sekali ga bilang ke Hye Mi. Hye Mi kesal dan berniat masuk ke dalam rumah namun lagi-lagi Tae Hoon dan Sang Joon menghentikan dan membawa Hye Mi masuk ke dalam mobil.



Hye Mi nanya apakah ada sesuatu yang di sembunyikan oleh mereka? Tae Hoon mnjelaskan kalaua ga ada yang ditutupi dari Hye Mi. tiba-tiba Hye Mi ngeliat Kae In keluar drai rumah untuk membuang sampah. Jelas aja Hye Mi kesal karna lagi-lagi ketemu Kae In dan Hye Mi pun langsung nanya apakah Jin Ho tinggal satu rumah dengan Kae In? Hye Mi pengen turun dan itu membuat tae Hoon dan Sang Joon panik. tiba-tiba Sang Joon jadi marah-marah dan itu ngebuat Tae Hoon dan Hye Mi terdiam. Sang Joon bilang kalau dia akan memotret Sang Go Jae sendiri dan Tae Hoon harus mengantar Hye Mi pulang.



Sang Joon masuk ke rumahnya Kae In dan bilang kalau Jin Ho meninggalkan dokument penting. Kae In meminta Sang joon menunggu Jin Ho di kamar Jin Ho saja namun Sang Joon bilang kalau dia ingin berkeliling Sang Go Jae. Kae In ga denger dan nanya lagi apa yang diomongin Sang Joon tadi? Sang Joon bilang kalau dia punya impian tinggal di Sang Go Jae bersama istri yang mirip rubah dan anak-anak. Kae In kaget dan nanya apakah itu mimpi Sang Joon? Sang Joon bilang kalau itu mimpi ibunya dan dia tidak bisa mewujudkan impian itu. Kae In bilang kalau Sang Joon pasti sangat sedih. Sang Joon pura-pura mau nangis. Kae In bilang kalau selama ini dia hanya memikirkan perasaan Jin Ho dan tidak memikirkan perasaannya Sang Joon dan tentunya hal itu sangat berat untuk mereka berdua.

Sang Joon mulai menangis dan bilang kalau seandaikan dia di tawari minum teh mungkin perasaannya akan jauh lebih baik. Kae In pun menawarkan diri membuat teh untuk Sang Joon. sementara itu Sang Joon langsung ngeluarin kamera di dalam tasnya dan mulai memotret Sang Go Jae.

Jin Ho pulang dan kaget melihat ada sepatu seseorang. Dan tepat saat itu Kae In datang dan ketemu langsung sama Jin Ho. Jin Ho bertanya ada siapa? dan di saat yang sama pula Kae In bilang ada Sang Joon dateng (Hmm jodoh nih hehe) Jin Ho nanya ada dimana Sang Joon? Kae In bilang kalau tadi dia ngeliat Sang Joon ada di teras tapi sekarang entah kemana.



Jin Ho pun berkeliling Sang Go Jae mencari Sang Joon. Jin Ho melihat ada blitz camera dan langsung menghampiri tempat itu yang ternyata benar saja di situ ada Sang Joon ayng sedang memotret Sang Go Jae. Jin Ho nanya apa yang dilakukan Sang Joon? Sang Joon bilang kalau dia sedang kerja. Jin Ho langsung merebut camera-nya Sang Joon. Sang Joon bilang kalau sepertinya Jin Ho sudah melihat Kae In dengan cara lain makanya sekarang Jin Ho sulit membedakan antara bekerja dan bermain. Jin Ho bilang iya. Sang Joon bilang ke Jin Ho agar fokus ke pekerjaan karna tinggal sebentar lagi. Jin Ho bilang kalau dia sanagt mengerti namun dia melakukan hal ini sekarang karna tidak mau melukai perasaan siapapun. Sang Joon nanya melukai perasaan siapa? Jin Ho bilang tentu saja ke Kae In.

Sang joon nanya apakah Jin Ho benar-benar sudah memiliki perasaan ke Kae In sampai-sampai merelakan pekerjaan demi seorang wanita? Jin Ho diam saja tidak bisa menjawab hmm lebih tepatnay mungkin dia ga tau mau jawab apa. Tiba-tiba ada suara Kae In dan itu ngebuat Sang Joon langsung pergi meninggalkan Jin Ho.

Kae In ketemu lagi sama Jin Ho dan nanya apa yang dilakukan Jin Ho disitu? jin Ho diam saja. Lalu Kae In nanya apakah Jin Ho dan Sang Joon berantem? Jin Ho ga jawab dan malah bilang kalau ada sesuatu ayng mau dikatakan ke Kae In. Diam-diam dari jauh Sang Joon ngedengerin percakapan mereka. Kae In bilang kalau dia ga mau denger omongannya Jin Ho. Jin Ho menarik Kae In dan bertanya apakah Kae In tau apa yang mau dibicarakan olehnya? Jin Ho juga bilang kalau misalnya Kae In ga mau tapi tolong dengarkan saja karna dia tidak punya kesempatan dua kali untuk bicara tentang ini. Jin Ho pun mulai bilang, "Sesuangguhnya alasanku datang ke Sang Go Jae itu...."



Kalimat Jin Ho kepotong karna tiba-tiba saja Sang Joon dateng dan bilang apakah Kae In punya kucing? Karna tadi dia melihat ada kucing yang lucu sekali mirip dengan Kae In. Kae In bilang mungkin itu kucing liar. namun Sang Joon bilang kalau kucing itu pakai pita dan mirip dengan Kae In. Jin Ho yang ga suka karna diganggu oleh Sang Joon pun hanya berdiri kesal. Kae In bilang kasian si kucing itu dan bertanya ada dimana kucing itu? Sang Joon pun bialng kalau kucing itu ada diujung dan Kae In pergi ke sana. Sang Joon mendekati Jin Ho dan memohon agar Jin Ho tidak mengatakan semuanya dulu. Jin Ho mau mengatakan sesuatu namun Sang Joon lagi-lagi bilang kalau misalnya Jin Ho mengatakan satu kata lagi maka dia akan mati.

Kae In kembali menghampiri Sang Joon dan Jin Ho dan bilang kalau dia tidak menemukan kucing. Sang Joon bilang mungkin kucingnya sudah pulang. Lalu Sang Joon bialng dimana teh tadi? Kae In bilang kalau teh nya sudah dingin. Sang Joon bilang ga apa-apa dingin juag yang penting dia bisa minum. Sang Joon dan Kae In pun berjalan menuju dapur meninggalkan Jin Ho.


Hye Mi pulang ke rumah sambil nangis terus. Ibu Jin Ho nanya ada apa? Hye Mi bilang kalau Jin Ho tinggal dengan seorang... Tae Hoon buru-buru menutuo mulut Hye Mi dan bilang ga ada apa-apa. Hye Mi tapi bilang ke ibu Jin Ho kalau Jin Ho tinggal dengan seorang wanita. jelas aja Ibunya Jin Ho kaget. Tae Hoon langsung berjongkok dan bilang kalau Jin Ho harus tinggal dengan seorang wanita agar berhasil. Ibunya Jin Ho nanya apa hubungan wanita dan keberhasilan? Tae Hoon mencoba menjelaskan namun dia sendiri bingung gimana jelasinnya. Hye Mi bilang ke Tae Hoon agar tidak berbohong padanya karan dia sendirilah yang akan mencari tau semuanya.



Jin Ho berjalan melewati Kae In yanga da di dapur. Kae In ingat pembicaraan Jin Ho dan In Hee di gallery dan bilang ke Jin Ho kalau Jin Ho sepertinya sibuk sekali atau pura-pura sibuk? Jin Ho ingat kalau tadi Kae In dapet bunga dari Chang Ryul makanya dia bilang selamat ke Kae In karna mendapatkan bunga dari laki-laki. Kae In kesal dan nanya kenapa JiN Ho jadi aneh? Jin Ho bilang kalau dia mengatakan selamat dengan jujur dan tasi terlihat kalau Kae In senang menerima bunga dari Chang Ryul. Kae In bilang kalau misalnya Jin Ho bilang "Game Over" maka dia akan menyudahi semuanya. Jin Ho bilang kalau ini bukan masalahnya jadi Kae In lah yang memutuskan kapan akan berhenti atau tidak. Jin Ho langsung masuk kamarnya dan bilang pada dirinya sendiri kenapa begitu kekanak-kanakan? Tiba-tiba ada telfon dari In Hee dan Jin Ho cepat-cepat melepas batre HP-nya.

Kae In sedang ada di ruangan kerjanya mengerjakan beberapa furniture dan ada telfon yang ternata dari In Hee. Kae In nanya ada apa? In Hee bales nanya ada dimana Kae In sekarng? Kae In jawab tentu saja di rumah. In hee bilang kirain Kae In lagi kencan sama Chang Ryul. Kae In mulai kesal dan nanya apa mau In Hee? In Hee bilang kalau dia bukan mau bicara sama Kae In tapi mau bicara dengan Jin Ho. In Hee bialng HP Jin Ho mati jadi dia minat bantuan ae In agar memberikan HP Kae In ke Jin Ho.



Kae In pun mengetuk pintu kamar mandi karna Jin Ho lagi di kamar mandi lalu Kae In memberikan HP-nya ke Jin Ho dan bialnga da telfon dari In Hee dan sepertinya penting. Kae In keluar dari kamar mandi dan menutup pintu dengan kasar. In Hee meminta maaf ke Jin Ho mengenai hal tadi dan bilang kalau dia tau Jin Ho menghindarinya bahkan membenci waniat agresif seperti dia namun dia melakukan hal tadi karna dia merasa sendirian. In Hee masih terus ngomong di telfon namun Jin Ho langsung bilang akan menutup telfonnya.

Jin Ho keluar dari kamar mandi dan mengembalikan HP Kae In. Jin Ho bilang apakah kae In sangat bodoh sampai-sampai tidka tau kalau Jin Ho tidak mau menerima telfon? Kae In kesal dan marah-marah ke Jin Ho dan bilang gimana dia bisa tau hal itu? Jin Ho bilang muskipun Kae In ga tau, kenapa Kae In mau ngangkat telfon ari wanita macam In Hee? Kae In marah-marah dan bilang kalau itu masalahnya dan bukan masalah anatar In Hee dan Jin Ho. dan lagi Jin Ho sudah tidur di rumahnya In Hee.

Jin Ho kaget karna tau Kae In mengetahui dia nginep di rumah In Hee. Jin Ho nanya tai dari mana Kae In? Kae In bilang kalau dia ga sengaja mendengar hal itu. Kae In tiba-tiba marah-marah dan bilang kalau In Hee pasti lebih penting karna merupakan tim proyek Gallery dan tentunya bisa amat sangat membantu Jin Ho. Dan pada akhirnya nanti di masa depan mungkin In Hee akan lebih berarti di mata Jin Ho dari pada Kae In jadi Kae In tidak mungkin menolak telfon dari In Hee barusan.

Kae In kesal dan langsung ninggalin Jin Ho dan pergi ke ruang kerjanya. Jin Ho mengentikan tangan Kae In yang sedang memukul-mukulkan palu dan bilang apakah Kae In mau tangannya terluka? Kae In bilang apa urusannya Jin Ho? Jin Ho pun menjelaskan kalau waktu itu In Hee nelfon dan bilang di rumahnya ada maling dan Jin Ho datang untuk menolong. Kae In jadi panik dan nanya apakah In Hee terluka? Jin Ho bales nanya apakah itu yang kae In khawatirkan? Kae In jadi merasa bersalah dan bilang ke Jin Ho harusnya Jin Ho bilang drai awal. Jin Ho nanya apakah masalah itu harus dibesar-besarkan? Kae In bilang kalau dia yakin Jin Ho bukan tipe laki-laki yang mudah meniduri perempuan tapi... Jin Ho nanya tapi apa? Kae In jawab kalau hatinya tidak tenang karna takut teman tebaiknya di rebut oleh In Hee. Jin Ho bilang kalau hal itu tidak akan mungkin terjadi.



Tiba-tiba ada telfon ke HP Kae In. Kae In aga ragu mengangkat telfon itu tapi akhirnya dia angkat juga dan bilang, "Ada apa Chang Ryul-ssi?" Jelas aja Jin Ho yang denger itu langsung kesal dan keluar dari ruangannya Kae In. rupanya Chang Ryul mabuk karna bunga darinya ditinggalkan Kae In di dalam mobil padahal itu adalah pertama kalinya Chang Ryul memberikan bunga ke Kae In. Chang Ryul bilang kalau dulu ketika dia memberikan Kae In gantungan kunci, Kae In sangat menjaganya, tapi kenapa sekarang tidak? Kae In cuek dan tidak menanggapi kata-kata Chang Ryul dan lansgung menutup telfon.



Kae In keluar dari ruangannay itu dan menghampiri kamar Jin Ho namun dia tidak berani masuk ajdi dia hanya berdiri di luar saja. Kae In merasa bersalah juga dan akhirnya memutuskan pergi kekamarnya saja. Jin Ho di dalam kamarnya duduk di kursi dan melamun. Kae In juga melamun sambil memeluk boneka yang di beri nama Jin Ho. Sampai larut malam keduanya ga bisa tidur.



Paginya Kae In nelfon tukang kayu dan bilang kalau kayu pesanannya sudah di terima. Paman penjual kayu itu nanya gimana kabar keningnya Kae In yang terluka? Kae In bilang kalau sudah baikan. Paman penjual kayu nanya ke Kae In sebenarnya pacar Kae In itu yang mana? Yang datang duluan? atau yang datang terburu-buru dan menanyakan dimana Kae In di rawat? Kae In bales nanya apakah ada yang menanyakan tentang Kae In selain Chang Ryul? Paman penjual kayu itu bilang ada dan mengaku temannya Kae In namun dari nada bicaranya laki-laki itu seperti pacar yang amat khawatir. Paman penjual kayu itu memuji Kae In dan bilang kalau Kae In pasti sangat populer. Kae In tersenyum karna tau kalau Jin Ho pasti laki-laki yang di maksud oleh paman penjual kayu.



Jin Ho yang sedang duduk di ruangan kantornya mendapat telfon dari Kae In yang ternyata mengajak Jin Ho makan di taman. Kae In bilang kalau dari dulu dia ingin sekali makan bekal di taman bersama pacar. Jin Ho nanya kenapa Kae In ga melakukannya dengan Chang Ryul? Kae In bilang kalu Jin Ho pasti tau maksud dia. Jin Ho bilang ga tau tuh. Kae In kesal dan bilang kalau dia ini sedang berusaha membuat Jin Ho senang. Jin Ho bales nanya apakah Kae In ingin membuat dia senang makanya membuat bekel makanan sendiri? Kae In langsung mengambil kimbap yang dia bikin dan menyuapinya ke Jin Ho.



Kae In lalu bilang kalau dia denger Jin Ho sebenarnya dateng ke rumah sakit. Kae In bilang harusnya Jin Ho mengatakan padanya jadi tidak salah paham. Jin Ho hanya diam saja. Kae In lalu bilang padahal Jin Ho ga tau dimana toko kayu yang di datangi oleh Kae In. Jin Ho tiba-tiba mengucapkan nama toko kayu itu dan bilang dia menghubungi bagian informasi untuk menanyakan tentang itu. Kae In memukul Jin Ho dan bilang kalau misalnya Jin Ho bilang itu dari awal maka dia akan mengucapkan terma kasih ke Jin Ho-nya Double. Jin Ho bilang kalau dia waktu itu bergegas hanya khawatir. Kae In tiba-tiba bilang kalau dia berharap kasih sayang Jin Ho. Jin Ho yang denger itu langsung kaget. Kae In pun menjelaskan kasih sayang sebagai teman.

Tiba-tiba Kae In nanya gimana kalo seandainya Kae In jadi laki-laki? Apakah Jin Ho akan ada perasaan? Jin Ho menjawab kalau dia ga bisa bayanginnya. Kae In mengambil nori dan menempelkannya sebagai kumis dan itu ngebuat Jin Ho ketawa. Kae In pun bilang ke Jin Ho kalau dia akan menjadi pacar laki-laki buat Jin Ho dalam satu hari ini.

Kae In masuk ke tempat photo box dan membuat Jin Ho kaget sekaligus ketawa karna Kae In datang dengan menggunakan rambut palsu dan kumis. Mereka berdua pun photo dengan berbagai pose. (Aduh bikin sakit perut nih abisnya ketawa mulu liat adegan ini hahahaha)



Setelah photo box, Kae In keluar dari tempat itu sambil menggandeng Jin Ho. Jin Ho nanya sampai kapan Kae In dandan kaya cowo? Kae In bilang kalau dia ingin satu hari ini jadi laki-laki. Jin Ho bilang kalau Kae In lebih mirip wanita gila dari pada laki-laki. Kae In memukul Jin Ho dan nanya apakah sekarang dia sudah mirip laki-laki? Jin Ho kesal dan langsung ninggalin Kae In yang mengejar-ngejar Jin Ho terus sambil memukul-mukul Jin Ho.

Chang Ryul ketemu sama orang suruhannya yang di suruh untuk menyelidiki latar belakang Jin Ho. orang suruhannya itu bilang kalau dia sudah menyelidiki dari masa kecil Jin Ho sampai sekarang kalau Jin Ho itu sebenernya ga gay!



Jelas aja Chang Ryul kaget karna tau Jin Ho itu ga gay. Chang Ryul mencoba menghubungi Kae In namun Kae In yang sedang bersama Jin Ho di game center sengaja ga ngangkat telfon dan tetep main tembak-tembakan bareng Jin Ho. pasangan yang ada di sebelah Kae In dan Jin Ho ngomenin cara berpakaian Kae In yang aneh dan itu bikin Kae In kesel namun Jin Ho bilang ke Kae In agar fokus ke permainan. eh si pasangan itu tiba-tiba ngomongin Jin Ho itu mukanya kaya banci. jelas aja Jin Ho kesal dan menatap pasangan itu namun Kae In yang kali ini bilang ke Jin Ho agar fokus ke permainan saja.



Selesai main mereka berdua jalan-jalan. Kae In masih berpakaian kaya laki-laki dan ketawa karna Jin Ho dibilang kaya banci. Jin Ho nanya sampai kapan Kae In akan kaya gitu? Kae In bilang kalau itu sangat mengasyikan dan Jin Ho juga harus mencoba untuk berubah menjadi perempuan. Jin Ho jelas ga mau dan nanya kenapa Jin Ho harus jadi perempuan? Kae In bilang kalau ini demi pertemanan namun JinHo bilang justru dia cukup bersedia mati atas nama pertemanan. Tiba-tiba Kae In bilang kalau hatinya tersentuh dan berjongkok di jalanan dan bilang kalau dia punay teman yang bersedia mati atas nama pertemanan. Jin Ho kaget lihat Kae In kaya gitu dan langsung ninggalin Kae In karna dia malu dilihat banyak orang.



Kae In menatap punggung Jin Ho dan bialng di dalam hati kalau dia berterimakasih ke Jin Ho. Lalu Kae In bilang kalau dia mencrai kata Aku Cinta Padamu yang ingin diucaokan namun dia tidak punya keberanian. dan Kae In bilang kalau dia ingin melihat hatinya Jin Ho karna Kae In. Kae In lalu mengambil tasnya yang jatuh dan mengejar Jin Ho.



ChangRyul dateng ke rumah Kae In dan mengetuk-ngetuk pintu namun tidak ada yang membukakan juga. Chang Ryul mengeluarkan HP-nya dan menelfon In Hee. In Hee nanya ada apa? Chang Ryul nanya apakah In hee sedang sama Jin Ho sekarang? In Hee bialng kalau hang Ryul sebagiknya khawatirin Kae In aja. Chang Ryul nanya sekalilagi apakah Jin Ho ada dengan in Hee? In Hee nanya kenapa? Chang Ryul pun bilang kalau Jin Ho itu sebenarnya ga gay dan malah memasang wajah biasa ketika Kae In menamparnya. In Hee nanya ada dimana Chang Ryul sekarang karna dia akan datang.Chang Ryul bialng kalau dia ga mau ketemu In hee tapi mau ketemu Kae In untuk ngejelasin semua tentang Jin Hoo.



Kae In di dalam mobil masih pura-pura jadi laki-laki dan mengajak Jin Ho minum-minum dulu. Jin Ho menolaknya. Kae In nanya kenapa? Bukankah sekarang mereka ini sama-sama laki-laki? Jin Ho lalu melepaskan topi Kae In dan mencabut kumis palsu Kae In. jelas aja Kae iN jerit sakit. Jin Ho nanya apakah itu sakit? Kae In jawab tentu saja sakit. Jin Ho pun nanya kalau udah tau sakit kenapa malah dicoba? Kae In tiba-tiba menatap keluar dan bialng kalau misalnya dia dilahirkan kemabli maka dia akan menjadi laki-laki sementara Jin Ho tetap seperti ini. dan suatu saat nanti mereka akan ketemu lagi. Tiba-tiba Jin Ho bilang kalau dia lebih suka Kae In yang apa adanya.

In Hee dateng dan mengajak chang Ryul ngomong sebentar tapi Chang Ryul menolak. In Hee menjelaskan kalau Kae In tinggal bareng sama Jin Ho karna menyangka Jin Ho itu gay! Chang Ryul jelas kaget begitu denger kalau Kae In tinggal satu rumah dengan Jin Ho. In Hee mangajak Chang Ryul ngobrol sebentar sebelum Jin Ho dan Kae In pulang. Chang Ryul malah nanya sejak kapan Jin Ho tinggal serumah dengan Kae In dan kenapa Kae In mau tinggal dengan laki-laki itu? Belum sempat In Hee jawab, eeeh Jin Ho dan Kae In sudah dtang dan kaget liat ada Chang Ryul dan juga In Hee.



Ketika Jin Ho turun dari mobil, Chang Ryul nyamperin Jin Ho dan memukulnya. Chang Ryul nanya ke Kae In kenapa Kae In bisa tinggal dengan laki-laki brengsek itu dan tidak memberi tau kan dia? Kae In bilang kalau dia ada di situasi yang rumit dan ingin menjaga itu agar tetap jadi rahasia. Chang Ryul nanya situasi macam apa? Lalu Chang Ryul bilang ke Jin Ho agar menjauhi wanita dia. Jin Ho nanya siapa Chang Ryul sampe bialng kaya gitu? Apakah Chang Ryul takut dia dekat dengan Kae In? Chang Ryul kesal dan mau mukul Jin Ho namun Jin Ho menahan tangan Chang Ryul. Ketika tangan Chang Ryul di lepas eeeh Chang Ryul malah mukul Jin Ho lagi.



In Hee membela Chang Ryul dan meminta Chang Ryul menghentikan itu. Jin Ho tidak mempedulikan Chang Ryul dan berniat masuk ke rumah namun lagi-lagi Chang Ryul menarik Jin Ho berniat memukul. Jin Ho menangkap tangan Chang Ryul dan memukul Chang Ryul dampai jatuh. Kae In panik ngeliat Chang Ryul karna hidung Chang Ryul berdarah. sementara itu Jin Ho ngeliat Kae In cemburu karna lebih perhatian ke Chang Ryul.




0 comments: