Tuesday, April 20, 2010

Sinopsis Personal Taste Episode 6

Jin Ho mendekat ke Kae In dan berbisik untuk meminta tolong sesuatu namun Kae In langsung mendorong Jin Ho menjauh dan bertanya, sampai kapan kamu mau menyembunyikan hal ini dari orang-orang? Jin Ho kembali mendekat ke Kae In dan bilang ga ada hal yang harus ditutupi. Kae In kembali mendorong Jin Ho menjauh dan bilang kalau Jin Ho harus meluruskan masalah ini. Jin Ho kembali mendekat dan Kae In bilang kalau hal ini bisa membuat orang-orang terluka hatinya apalagi hatinya Hye Mi. Hye Mi kesal karna mengira Kae In itu pacarnya Jin Ho makanya Hye Mi mengambil air dan menyiramkan air itu ke mukanya Kae In. semuanya pun kaget melihat itu.

Jin Ho jelas marah ke Hye Mi dan langsung mengajak Hye Mi pergi keluar. Sang Joon langsung mengambilkan Kae In handuk dan mengelap air yang ada di muka Kae In. Kae In bilang apakan ada yang salah dengannya sehingga Hye Mi menyiram air padanya? Dari arah jauh Chang Ryul melihat Kae In dengan wajah tidak tega sedangkan In Hee melihat Kae In dengan wajah licik dan bahagia.


Kae In pergi ke kamar mandi untuk membersihkan mukanya yang tadi di siram air. di dalam kamar mandi, Kae In terus mengomel tentang Jin Ho yang menyembunyikan fakta bahwa dirinya itu gay dan membuat seorang wanita(Hye Mi) menyukai Jin Ho dan pada akhirnya kalai Hye Mi tau Jin Ho adalah gay pasti itu akan membuat Hye Mi bisa bunuh diri. Namun Kae Hwa tidak menyalahkan Hye Mi justru dia menyalahkan Jin Ho. Tiba-tiba Kae In merasa mules dan pergi ke bilik kamar mandi dan tiba-tiba Kae In bilang, "Oh Tidak! apa yang harus kulakukan?"

Hye Mi menangis karna Jin Ho memarahinya. bahkan make up Hye Mi sampai luntur dan maskara pun membuat wajah Hye Mi menjadi seram. Tae Hoon mencoba menghentikan air mata Hye Mi dan bilang kalau Hye Mi mirip panda. Sang Joon juga bilang kalau dahulu ketika Kim Yuna(atlet Korea) menangis di televisi, Maskaranya ga luntur seperti yang di pakai oleh Hye Mi. Lagi-lagi Hye Mi menangis dan bertanya, ada hubungan apa Jin Ho dan perempuan tadi(Kae In) sampai-sampai Jin Ho sangat melindunginya. Jin Ho bilang kalau dia dan Kae In ga ada hubungan apa-apa. Lalu Jin Ho menyuruh Tae Hoon untuk membawa pergi Hye Mi dari tempat itu. Tae Hoon pun menggendong Hye Mi masuk ke mobil dan membawa Hye Mi pergi. Sang Joon menyarankan ke Jin Ho agar mengecheck keberadaannya Kae In.

Jin Ho dan Sang Joon masuk ke dalam pesta dan berbagi tugas untuk mencari Kae In. Jin Ho mencari Kae In di dalam geudng sementara Sang Joon mencari Kae In di luar gedung. Chang Ryul melihat kalau Jin Ho sedang mencari Kae In sehingga Chang Ryul pun menghampiri Jin Ho dan bertanya kenapa Jin Ho mempermalukan Kae In di depan umum? Jin Ho bales bilang apa hal Chang Ryul untuk mengurusi Kae In? Padahal kan Chang Ryul yang selingkuh dengan sahabat Kae In sendiri. Chang Ryul terdiam dan Jin Ho pun meninggalkan Chang Ryul. Lalu Jin Ho bertemu dengan In Hee yang bilang kalau sepertinya hubungan Jin Ho dan wanita sangat complicated dan sepertinya bukan hanya dirinya lah yang menganggap Jin Ho adalah lelaki Gentle. Tiba-tiba In Hee di panggil oleh Mr.Dong sehingga In Hee pun permisi pegi.




Kebetulan sekali Kae In menelfon Jin Ho sehingga Jin Ho pun tau kalau Kae In berada di kamar mandi. Jin Ho menyuruh Kae In segera keluar dari kamar mandi jika sudah selesai merapihkan diri dan Jin Ho juga bilang kalau ini semua adalah kesalahan dia sehingga dia meminta maaf. Kae In bilang kalau masalah itu tidak usah di pikirkan namun dia punya satu masalah penting. Jin Ho tanya masalah apa? Kae In bilang kalau dia membutuhkan sesuatu yang khusus dan hanya ada di hari-hari tertentu. Jin Ho ga ngerti dan bertanya apa maksud Kae In? Kae In pun akhirnya susah payah bilang kalau dia meminta Jin Ho membelikan dia pembalut karna dia sedang datang bulan.




Jin Ho pun cepat-cepat berlari ke supermarket terdekat dan mencoba membelikan Kae In pembalut. Ketika mendekati tempat pembalut, ada 3 orang siswi sekolah yang melihat ke arah Jin Ho dan bergossip kalau Jin Ho terlihat sangat cool. Jin Ho pun jadi malu untuk membeli pembalut dan akhirnya melihat-lihat alat cukur kumis. Si 3 orang siswi itu masih bergossip ria dan akhirnya Jin Ho mengambil pembalut dan berlari ke kasir. 3 orang siswi itu langsung bengong dan bilang kalau wanita yang di belikan pembalut oleh Jin Ho sangatlah beruntung dan mereka merasa cemburu. Jin Ho keluar dari supermarket dan 3 orang siswi itu langsung melambaikan tangannya.




Jin Ho masuk ke wc perempuan diem-diem dan menyerahkan pembalut itu ke Kae In melalui celah bawah bilik kamar mandi. Kae In sangat berterima kasih ke Jin Ho dan kaget melihat ada alat pencukur kumis di pelastik belanjaannya Jin Ho. Jin Ho bilang akan menunggu di luar dan Kae In juga bilang kalau dia akan segera keluar sebentar lagi.

Kae In pun kelur dari kamar mandi dengan malu-malu. Jin Ho bilang apakah semuanya baik-baik saja? Kae In tersenyum dan tertawa bilang baik-baik saja. Jin Ho mulai menceramahi Kae In dengan bilang kalau wanita itu harus menyiapkan segalanya. Kae In jawab kalau dia terlalu sibuk jadi ga tau jadwalnya. Jin Ho bilang kalau Kae In otaknya terlalu kecil untuk hal seperti itu. Tiba-tiba Kae In bilang kalau tasnya yang dia bawa terlalu kecil dan tidak akan bisa menyimpan pembalut dan juga alat cukur yang tadi di beli oleh Jin Ho. si Kae In bilang agar pembalut dan alat cukur itu di sembunyikan di saku jas-nya Jin Ho aja. jelas aja Jin Ho ga mau dan bilang agar dibuang saja. namun Kae In melarang membuang itu dan akhirnya Jin Ho mengmbil kresek isi pembalut dan alat cukur dan di simpan ke dalam mobilnya.

Kae In menunggu di luar ruangan pesta. Chang Ryul melihat Kae In sedang sendirian sehingga dia pun mendekati Kae In dan bertanya kenapa Kae In bisa pergi bareng dengan Jin Ho? Kae In bilang kalau hal itu ga ada kaitannya dengan Chang Ryul. Chang Ryul bilang kalau dia dan Jin Ho adalah rival dan mereka ga pernah akur. Kae In kembali menegaskan kalau Chang Ryul sudah tidak penting lagi baginya. Chang Ryul bales bilang kalau dia tau benar tentang Kae In yang ga bisa melepaskan orang yang di sayanginya dengan mudah.

Jin Ho sudah menyimpan barang di mobil dan kembali ke pintu masuk pesata dan dia melihat Kae In dan Chang Ryul yang masih berbicara serius. Chang Ryul juga bilang agar Kae In tidak mempermalukan dirinya sendiri hanya untuk membuat Chang Ryul cemburu. Kae In bilang kalau Chang Ryul jangan memuji diri sendiri dan Kae In bilang kalau dia bisa hidup baik tanpa Chang Ryul. Chang Ryul memegang pundak Kae In dan bilang kalau Kae In itu belum bisa terlepas dari dirinya sehingga Kae In dateng ke pesta malam itu juga.



Jin Ho langsung datang dan menyuruh Chang Ryul tidak mengganggu Kae In lagi. Chang Ryul bilang kalau ini masalah dia dan Kae In jadi Jin Ho tidak usah ikut campur. Jin Ho bilang kalau itu bukan masalah Chang Ryul dan Kae In. Jin Ho menanyakan apa Kae In baik-baik saja? dan Jin Ho cepat-cepat menggenggam tangan Kae In dan mengajaknya pergi meninggalkan Chang Ryul.

Setelah masuk ke dalam ruangan, Kae In mengucapkan terima kasih kepada Jin Hoo karna sudah membantunya lepas dari Chang Ryul. Jin Ho sadar kalau tangannya masih menggenggam tangan Kae In sehingga dia pun cepat-cepat melepaskan genggaman tangannya. lalu Jin Ho bilang kalau itu lah gunanya teman yang saling membantu dan mereka pun masuk kembali ke ruangan pesta.


semua tamu undangan berkumpul di ruangan pesta dan mendengarkan pidato dari Mr.Dong. Mr Dong menyampaikan beberapa kata tentang sebuah mimpi. setelah selesai berpidato, semua orang pun kembali menikmati pesta. Kae In bilang ke Jin Ho kalau ayahnya juga dulu pernah ngomongin tentang mimpi dan berkata bahwa Sang Go Jae adalah rumah yang di bangun untuk istri dan anaknya untuk bermimpi. Makanya dia amat sangat merasa bersalah kepada ayahnya apalagi sekarang hanya dia lah yang membuat mimpi itu. Jin Ho terus memperhatikan wajah Kae In yang terlihat sedih.




Jin Ho sedang duduk di teras rumah sambil memikirkan kata-katanya Mr.Dong tentang mimpi dan kata-kata Kae In yang bilang kalau Sang Go Jae itu di bangun untuk sebuah mimpi. ketika sedang duduk santai, Kae In keluar dari kamarnya sambil terus memegangi perutnya. Jin Ho melihat Kae In dan bertanya kenapa Kae In belum tidur? Kae In bilang lagi cari obat. Jin Ho bertanya apakan Kae In sakit kepala? Kae In bilang kalau dia sakit karna datang bulan.

Jin Ho pun menyarankan Kae In beli ke apotek. Kae In bilang kalau apotek pasti udah tutup karna udah malem. Kae In juga bilang kalau dia ingat dia masih menyimpan satu obat tapi entah dimana. Jin Ho bertanya apakah dia harus membawa Kae In ke rumah sakit? Kae In bilang ga usah dan dia akan beristirahat di kamarnya. Jin Ho kembali bertanya apakah dia bisa membantu sesuatu? Kae In bilang tidak usah karna dia baik-baik saja.

Jin Ho masuk ke kamarnya dan mencoba mencari obat agar menghilangkan rasa sakit ketika datang bulan di internet. dan Jin Ho pun membuatkan minuman jahe agar menghanagatkan tubuhnya Kae In. Jin Ho pergi ke kamar Kae In dan menyuruh Kae In meminum itu. Kae In bilang kalau biasanya dia datang bulan dia tidak smpai seperti ini namun kali ini tidak seperti biasanya. lalu Kae In juga bilang kalau dia tidak menyangka akan punya teman laki-laki dimana dia bisa berbagi cerita mengenai datang bulan. Jin Ho bilang agar Kae In menghabiskan teh dan segera tidur.



Jin Ho pergi ke kamar Kae In lagi dan bertanya dari arah luar apakah Kae In sudah tidur? Kae In bilang belum karna dia tidak bisa tidur. Jin Ho pun masuk ke kamar Kae In dan melihat Kae In yang sedang terbaring lemah. Jin Ho tanya apakah masih sakit? Kae In bilang iya dan besok dia akan membeli obat jika apotek sudah buka. Kae In lalu menyuruh Jin Ho agar tidur saja agar besok tidak terlambat kerja hanya karna masalahnya. Jin Ho bilang kalau besok adalah hari minggu dan dia semakin tidak tega melihat Kae In yang kesakitan.

Jin Ho pun keluar dari rumah dan pergi ke rumah ibunya. Di rumah ibunya, Hye Mi sedang menangis dan bilang kalau Jin Ho tidak adil karna membawa perempuan lain ke acara pesta itu. Ibu Jin Ho bilang kalau hal itu tidak mungkin karna pasti Jin Ho akan memperkenalkan siapa pacarnya kepada ibunya terlebh dahulu. tiba-tiba ada suara pintu di buka dan ternyata itu Jin Ho yang datang. Ibu Jin Ho bilang ke Hye Mi kalau Jin Ho datang untuk menenangkan Hye Mi. lalu Ibunya Jin Ho bertanay siapa perempuan yang pergi dengan Jin Ho ke pesta? Jin Ho bilang kalau dia pergi ke pesta dengan teman kerjanya. Hye Mi protes dan bilang kalau dia tidak suka melihat Jin Ho dengan perempuan lain.

Jin Ho bilang ke ibunya apakan ibunya itu punya obat sakit kepala? Hye Mi manja dan bilang kalau dia juga sedang sakit kepala lalu so perhatian ke Jin Ho. setelah mendapatkan obat(hmm kayanya Jin Ho diem-diem ngambil obat untuk sakit datang bulan di rumahnya nih) Jin Ho pun kembali ke Sang Go Jae dan masuk ke kamarnya Kae In.



Jin Ho kaget melihat Kae In yang tidak tidur di tempat tidur melainkan di lantai. Jin Ho bertanya kenapa Kae In tidur di lantai? Kae In bilang karna merasa lebih hangat. Lalu Jin Ho menyuruh Kae In minum obat dahulu. Kae In tanya dapet obat dari mana? Jin Ho bilang kalu dia ngambil obatnya itu dari rumahnya. Kae In kembali bertanya kalau misalnya Jin Ho punya rumah, kenapa harus pundah ke Sang Go Jae? Jin Ho pun beralasan kalau rumahnya sangat jauh dari kantor. Kae In pun memeluk Jin Ho dan bilang saya cinta kamu teman. Jin Ho melepaskan pelukan Kae In dan berniat pergi dari kamar Kae In namun Kae In bilang dia ada satu permintaan kepada Jin Ho.


ternyata permintaan Kae In adalah agar Jin Ho mau mengusap-ngusap perutnya Kae In. Kae In bilang kalau setiap dia sakit datang bulan maka In Hee lah yang slelau mengusap perutnya dan bilang kalau tangan ibu pasti rasanya sangat hangat rasanya. lalu Kae In juga cerita kalau dia mestinya membenci Kae In namun dia tidak bisa membenci Kae In begitu saja. Jin Ho pun mengusap-ngusap perutnya Kae In sambil bilang "tangan bapa sangatlah hangat." Kae In menangis dan bilang kalau dia juga belum pernah merasakan tangan ayahnya. Kae In sangat berterimakasih ke Jin Ho yang bisa menjadi temannya dan juga seperti bapanya.




Pagi-pagi Young Sun dan anaknya dateng ke rumah Kae In. YounG Sun membuka kamar Kae In dan kaget melihat Kae In dan Jin Ho yang tidur satu kasur. Young Sun buru-buru menutup mata anaknay namun si anaknya melepaskan tangan ibunya dan bertanya apakah Tante Kae In sudah menikah? Young Sun menjawab belum dan langsung membangunkan Kae In tapi justru yang bagun adalah Jin Ho yang kaget melihat Young Sun dan langsung pergi ke wc.

Ketika Jin Ho di wc, anaknya Young Sun dateng dan bertanya kapan Jin Ho menikah dengan Kae In? Jin Ho bilang mereka ga nikah. si anak kecil itu bales nanya lagi, lalu kenapa tidur bersama Kae In? Jin Ho panik dan langsung menyuruh anak kecil itu pergi ke ibunya dan berhenti mewawancarai dia.





Young Sun bilang ke Kae In kalau dia mengerti kalau si Jin Ho itu gay tapi kalau sampai tidur brsama itu terlalu deket. Kae In pun menjelaskan kalau semalam dia sangat sakit perutnya karna lagi datang bulan makanya Jin Ho mengusap-ngusap perutnya agar tidak terasa sakit dan sepertinya Jin Ho ketiduran. Young Sun bilang kalau Kae In sangat beruntung dan bertanya bagaimana perasaan tidur dengan gay? Kae In bilang kalau dia sangat nyaman tidur bersama Jin Ho dan merasa tidur dengan ayahnya sendiri. Young Sun pun lagi-lagi bilang kalau Kae In sangat beruntung. Kae In bertanya ada apa Young Sun dateng pagi-pagi begitu? Young Sun pun langsung teringat tujuan dia dateng ke sana.

Young Sun meminta tolong kepada Jin Ho namun Jin Ho menolaknya. Young Sun pun mulai berakting dengan bilang kalau dia ini bekerja mencari nafkah untuk keluarganya yang amat kesusahan. Kae In juga ikut berakting pura-pura sedih. anaknya Young Sun bilang ke ibunya agar tidak menangis. Young Sun minta maaf ke anaknya dan bilang kalau dia tidak bisa membahagiakan anaknya itu karna Jin Ho ga mau diminta tolong. si anak kecil pun menatap Jin Ho dan bilang kalau dia benci sama Jin Ho. jelas aja Jin Ho jadi kesal dan merasa tidak enak hati sehingga dia pun bertanya, apa yang aku bisa bantu untukmu Young Sun?

Ternyata Young Sun meminta Jin Ho agar mau menjadi model foto bersama Kae In dan juga anaknya sendiri. Tema fotonya itu HAPPY FAMILY jadi Kae In menjadi ibu, Jin Ho menjadi bapa dan Anaknya itu menjadi anak. Jin Ho beberapa kali terlihat aneh di foto sehingga Young Sun meminta Jin Ho agar memikirkan Kae In itu istrinya. Kae In bilang kalau itu tidak mungkin di lakukan oleh Jin Ho untuk memikirkan perempuan. Akhirnya Young Sun menyuruh Jin Ho agar memikirkan Sang Joon saja. Jin Ho memikirkan Sang Joon dan hasil foto pun semakin jelek.

Foto selanjutnya di adakan di dalam ruangan dan Kae In, Jin Ho dan si anak kecil memakai sweater yang sama. Young Sun meminta Jin Ho dan anaknya agar mencium pipinya Kae In. Jin Ho aga keberatan namun Young Sun memelas dan Kae In menjanjikan akan memberikan makan malam demi membantu Young Sun dan akhirnya Jin Ho pun mau mencium pipinya Kae In. lalu adegan selanjutnya adalah Kae In yang harus mencium pipinya Jin Ho, Jin Ho sempat kaget namun Kae In mencium pipinya Jin Ho begitu saja dan setelah itu baru mereka berdua mulai salting.




Kae In dan Jin Ho pulang ke rumah dan langsung duduk di teras. Kae In bilang kalau Young Sun memberikan makanan untuk mereka dan rasa makanannya sangat enak. Kae In mencoba menyuapi Jin Ho namun Jin Ho menolak karna Kae In belum cuci makan namun akhirnya dia mau juga di suapi oleh kae In. Jin Ho bilang mau cuci tangan dulu sebelum makan, Kae In nanya kenapa Jin Ho selalu cuci tangan? dan Kae In pun menjawab sendiri dengan bilang itu semua pasti karn aJin Ho gay. Jelas aja Jin Ho langsung menatao kesal ke Kae In. Kae In lalu bilang kalau dia akan membawakan sesuatu yang dulu di tinggalkan oleh In Hee.

Chang Ryul meminta In Hee agar mau makan siang bersama dengan ibunya karna ibunya ingin sekali makan siang bersama menantunya. jelas aja In Hee menolak dan bilang kalau Chang Ryul itu sangat aneh karna memanggil Ibu kepada semua istri ayahnya. Chang Ryul tidak suka kalau In Hee mengejek ibunya. In Hee pun tidak mempedulikan omongan Chang RYul dan langsung masuk ke kamar. Chang Ryul kesal dan membentak In Hee. tiba-tiba ada telfon dari ibunya dan Chang Ryul pun bilang kalau In Hee ga bisa dateng karna sedang sakit namun ibunya itu tetap memaksa sehingga Chang Ryul bilang mereka akan bertemu.



Ternyata alat yang di tinggalkan oleh In Hee itu adalah alat pemijat kaki. Jin Ho menikmati alat pemijat kaki itu sambil memikirkan rumah Sang Go Jae dan arti nama rumah itu. dan juga memplesetkan arti nama Kae In menjadi Wanita yang tidak punya ambisi. Jin Ho tertawa kecil lalu kaget ketika melihat Kae In masuk ke dalam kamarnya. Kae In bilang kalau dia membawakan lemon tea untuk Jin Ho dan akan memijat Jin Ho. Namun Jin Ho bilang ga usah di pijit dan menyuruh kae In agar keluar aja dari kamarnya. kae In un keluar dari kamar Jin Ho. Jin Ho melihat meon tea bikinan Kae In dan mencobanya sambil tersenyum.





Kae In memanggil Jin Ho untuk mengajak makan malam bersama. Kae In sangat bersemangat untuk makan dalam jumlah porsi yang banyak namun Jin Ho langsung merebut mangkok nasi Kae In dan bilang ke Kae In agar makan sedikit demi sedikit dan juga tampak elegant. Jin Ho juga mengurangi jumlah porsi nasi Kae In dan itu membuat Kae In Kesal. Jin Ho menyuruh Kae In makan dengan elegant namun karna Kae In sedang sebal maka omongan Jin Ho pun di diamkan saja.

Malam-malam, Jin Ho sedang mencoba menggambar Sang Go Jae. tiba-tiba Kae In menghampiri Jin Ho dan membawa barang semacam alat untuk menggantungkan jas untuk di berikan ke Jin Ho sebagai ucapan terima kasih karna telah dirawat beberapa hari kemarin. Jin Ho tidak mengucapkan pujian dan itu membuat Kae In aga kesal dan bilang kalau dia tidak bsa berfikir ketika lapar. akhirnya Jin Ho pun mengajak Kae In untuk makan bersama di restaurant mie.

Kae In nanya apakah dia benar-benar boleh makan semua mie itu? Jin Ho pun membolehkan. Kae In senang dan berteriak kecil tapi kemudian dia bilang kalau dia tidak akan melakukan hal itu di depan laki-laki lain. setelah selesai makan, mereka makan es krim bersama dan Kae In bersendawa karna kenyang. Kae In pun kembali berjanji tidak akan mengulangi hal itu di depan laki-laki lain. Kae In mau menggandeng tangan Jin Ho namun Jin Ho tidak mau di gandeng.


Kae In nanya apakah Jin Ho sering makan di luar? Jin Ho bilang kalau dia seuka makan di luar kalau abis pulang kerja terlalu malam. Kae In bilang kalau Jin Ho pasti tipe orang yang suka berpergian namun Jin Ho bilang dia lebih suka diam di perpustakaan. Kae In tertawa mendengar hal itu. Jin Ho pun cerita kalau dia berusaha disiplin demi dirinya sendiri. lalu Kae In bilang kalau misalnya suatu saat nanti Jin Ho mau berpergian maka harus mengajak dia. Jin Ho bilang tidak mau. lalu Kae In bilang kalau dia akan menemani Jin Ho jalan-jalan dan melakukan hal apapun yang ingin di lakukan oleh Jin Ho. Jin Ho pun bilang dia akan memikirkan ulang hal itu.





Kae In dan Jin Ho pun pulang naik mobil Jin Ho. di jalan Kae In mengajak Jin Ho bermain suatu permainan namun Jin Ho tidak mau. namun pada akhirnya Jin Ho mau juga. Kae In bilang dalam hati kalau akhirnya dia mendapatkan teman yang sangat baik padanya dan membuat hari-hari dia lebih menyenangkan.

Di sebuah perusahaan, ayahnya Chang Ryul bertemu dengan Mr.Choi yang memegang hasil dari proyek gallery. si ayahnya Chang Ryul ini berfikiran jahat dan mencoba menghasut Mr.Choi dengan mengatakan berbagai macam hal mengenai perusahaan perusahaan kecil yang ingin memenangkan proyek namun tidak handal.



In Hee kaget melihat Kae In ada di kantornya. Tiba-tiba Mr.Dong datang dan bilang ke In Hee kalau Kae In adalah designer baru untuk gallery anak-anak yangakan di buat olehnya. Mr.Dong pun mengajak Kae In berkeliling Gallery. Kae In bertanya kira-kira berapa benda yang harus dia buat agar dia bisa menyuruh beberapa orang membantu. tapi Mr.Dong bilang kalau dia ingin hasil karya murni dari tangan Kae In karna dia percaya Kae In yang merupakan anak dari arsitek Tuan Park pasti memiliki keahlian juga. Kae In bilang kalau dia tidak mau di terima bekerja karna nama ayahnya. Mr.Dong menjelaskan bahwa dari awal dia tidak membawa nama ayah Kae In dan dia yakin atas kemampuan Kae In. Kae In sempat tidak percaya diri namun Mr.Dong tetap percaya ke Kae In.




Mr.Dong mengantar Kae In keluar gallery dan bilang kalau nantinya Kae In harus sering dateng ke gallery dan bertemu dengan In Hee. Mr.Dong juga bilang kalau dia tau Kae In datang ke pernikahan In Hee dan juga Chang Ryul. Kae In bilang kalau dia akan berani menghadapi dan tidak mau terlihat kalah. Mr.Dong juag bilang kalau hubungan kerja ini tidak ada hubungannya dengan Jin Ho juga. Kae In pun pamit dan mengucapkan terima kasih karna Mr.Dong sudah mau mempercayainya.

Sang Joon sedang di kantor dan tiba-tiba berteriak membuat semua karyawan melihat ke arahnya. Jin Ho bertanya ada apa? Sang Joon bilang kalau ada kabar dari perusahaan MS yang memebrikan persyaratan khusus jika mau mendesign proyek gallery. syaratnya antara lain harus memiliki pengalaman kerja 10 tahun dan harus memiliki modal yang cukup banyak. Tae Hoon dan Sang Joon sudah mulai protes sedangkan Jin Ho hanya diam namun dengan tatapan penuh dendam.



Mr.Dong bertemu dengan Mr.Choi yang ternyata ayahnya. Mr Dong bertanya kenapa ayahnay itutiba-tiba menentukan syarat tanpa rundingan dengan dia. mereka berdebat mengenai proyek gallery dan akhirnya Mr.Dong bilang kalau dia lebih memilih meninggalkan proyek itu saja.


Chang Ryul menghampiri ayahnya dan protes apakah ayahnya itu tidak percaya kalau dia bisa menaklukan Jin Ho? Ayahnya itu bilang kalau Chang Ryul hanya perlu mengucapkan terimakasih padanya dan bilang akan bersungguh-sungguh mengerjakan proyek itu. sekertaris Ayah Chang Ryul datang dan bilang kalau In Hee sudah datang. In Hee pun masuk ke dalam dan mereka bertiga pun mulai berbicara.

Ayah Chang Ryul ga tau masalah In Hee dan Chang Ryul sudah berakhir sehingga masih menganggap In Hee menantunya namun In Hee kemudian menjelaskan kalau dia dan Chang Ryul hubungannya sudah berakhir. jelas saja Ayahnya Chang Ryul itu marah besar ke mereka berdua apalagi setelah mendengar kata-kata In Hee yang bilang kalau selama ini salah menilah Chang Ryul.






In Hee keluar dari ruangan ayahnya Chang Ryul langsung di panggil oleh Chang Ryul dan Chang Ryul membawa In Hee ke pinggir sungai. Chang Ryul menceritakan awal pertemuan dia dengan In Hee dan bilang kalau dulu dia berniat tidur dengan Kae In namun justru kae In tidak mau dan menendangnya keluar dan di saat itu In Hee datang dan menenangkan Chang Ryul dan Chang Ryul pun lama-lama berhenti melihat ke arah Kae In dan memulai melihat ke arah In Hee. Chang Ryul cerita panjang lebar dan pada akhirnya dia bertanya apa maksud In Hee dahulu memberikan dia sebuah harapan? In Hee bilang kalau dia iri dengan cerita Kae In dahulu tentang Chang Ryul sheingga dia pun mulai ingin merebut Chang Ryul karna dia merasa puas jika merebut Chang Ryul dari Kae In. Chang Ryul yang mendengar hal itu langsung seidh karna itu artinya dari awal In Hee tidak pernah menyukainya tetapi menyukai sosok Chang Ryul yang ada di hatinya Kae In.


Jin Ho dan Sang Joon diam di ruangannya Jin Ho sambil memikirkan proyek gallery. Tae Hoon datang ke ruangan dan bilang kalau dia dapet info dari ayahnya bahwa perusahaan Mirae telah melakukan negosiasi dan memanas-manasi Mr.Choi sehingga si Mr.Choi ini menentukan beberapa syarat. jelas aja Jin Ho yang mendengar perusahaan Mirae yang artinya perusahaan milik Ayah Cang Ryul langsung kesal dan pergi meninggalkan ruangannya.

Ternyata Jin Ho pergi ke gallery mau bertemu dengan Mr.Dong namun In Hee bilang Mr.Dong sedang tidak ada dan tidak tau kapan akan kembalinya. In Hee bilang kalau dia tidak tau menahu tentang alasan ayahnya Mr.Dong menentukan syarat yang amat merugikan beberapa pihak. In Hee mencoba menggoda Jin Ho dengan mengajak minum sebentar dan meminta Jin Ho mengantarkan dia pulang namun Jin Ho bilang tidak bisa mengantar In Hee pulang karna masih ada pekerjaan.

Jin Ho stress dan pergi ke kedai minum di pinggir jalan. dia mabuk dan terlalu banyak minum soju bahkan dia sampai terjatuh di lantai. dia semakin marah sama ayahnya Chang Ryul ketika mengingat masa kecilnya ketika rumahnya di rebut begitu saja oleh ayah Chang Ryul. sementara itu Kae In sedang membuat design mainan anak-anak sambil menunggu Jin Ho pulang namun sampai jam 1 pun Jin Hi tidak pulang-pulang.





In Hee pulang ke apartemennya dan bertemu dengan Chang Ryul. Chang Ryul bilang kalau dia akan pindah dan itu artinya In Hee bisa memiliki apartemen itu. Chang Ryul meminta maaf karna sudah membuat masalah dengan In Hee dan Chang Ryul mengajak In Hee berjabat tangan tanda damai. ketika Chang Ryul mau pergi, In Hee bilang maaf karna telah merusak hubungan Kae In dan Chang Ryul. lalu Chang Ryul bilang kalau dimasa depan, Chang Ryul berharap kalau Kae In akan mencintai seseorang yang emang di cintai bukan mencintai orang karna orang lain mencintai orang itu. Chang Ryul pun pamit dan bilang benar-benar mencintai In Hee. Ketika Chang Ryul pergi, In Hee menangis di dalam apartemennya itu sementara Chang Ryul juga terlihat sedih dan berdiri di depan pintu apartemennya itu.




Kae In pergi ke depan rumah untuk menunggui Jin Ho namun Jin Ho tidak datang juga. sudah bosan Kae In menunggu tiba-tiba terdengar suara kaki dan ternyata itu Jin Ho. Jin Ho datang dalam keadaan mabuk yang sangat parah dan terus berkata kalau Kae In adalah sahabatnya. Kae In membawa Jin Ho kedalam rumah dan memberikan Jin Ho minum.

Kae In bertanya kenapa Jin Ho minum banyak? apakah berantem dengan Sang Joon? Tiba-tiba saja Jin Ho bercerita kalau dulu dia hampir gila karna ayahnya meninggal dan dia merasa itu tidak adil. Jin Ho mulai menangis dan itu membuat Kae In tersentuh hatinya. Kae In memegang pipi Jin Ho perlahan dan menghapus air mata Jin Ho. lama-lama kepala mereka berdua makin deket makin deket dan mereka berdua pun berciuman.


0 comments: