Showing posts with label Playfull Kiss Special Episode. Show all posts
Showing posts with label Playfull Kiss Special Episode. Show all posts

Wednesday, July 20, 2011

Sinopsis Playful Kiss Special Episode 3

Episode 3 - Membuat Baek Seung Jo Junior
By :Zoladiaries.blogspot.com




Seung Jo sedang duduk di sebuah bangku dan Ha Ni tiduran di pangkuannya. Seung Jo berkata, "Ha Ni, bangunlah. Ada sesuatu yang ingin aku berikan." Ha Ni masih memejamkan matanya dan berkata, "Aku masih terlalu mengantuk untuk bangun." Seung Jo tersenyum dan berkata, "Tidak. Kau harus bangun." Seung Jo meletakan buah peach di bibir Ha Ni dan berkata, "Ha Ni makanlah. Ini hadiah dariku." Ha Ni masih terpejam dan tersenyum lalu berkata, "Tapi peach ini berbulu." Saat Ha Ni akan menggiggit peach itu tiba-tiba suara Seung Jo berubah menjadi kasar, "Jika kau lapar berhentilah makan kaki boneka itu!"



Ha Ni terbangun dari mimpinya dan ternyata dia sedang menggiggit kaki boneka teddy bear yang di berikan oleh Min Ah. Ha Ni melihat Seung Jo yang sedang bersiap-siap pergi dan Ha Ni pun berkata, "Peach. Aku baru saja makan peach." Seung Jo berkomentar, "Berhentilah membicarakan buah peach! Kenapa kau tidak cepat bangun untuk segera pergi ke kampus? Bukankah kau malas hanya karena kau memiliki kelas di sore hari ini?" Ha Ni berkata, "Aku merasa tidak enak badan hari ini. Aku merasa mual." Seung Jo bertanya, "Apa yang kau makan kemarin?" Ha Ni menjawab, "Kemarin? Hmm kemarin Min Ah ulang tahun jadi...." Seung Jo memotong pembicaraan dan berkata, "Mintalah pada Ibu obat. Dia sudah membuatkan sarapan dan menunggumu di bawah."

Ha Ni kebingungan dna berkata, "Bukankah ini Jumat? Dia mengatakan akan pergi ke pertemuan pada pagi hari." Seung Jo berkata, "Hari ini hari Kamis! Sudahlah aku pergi."



Pagi-pagi Ibu Seung Jo dan Ha Ni sedang sarapan bersama. Ibu Seung Jo memakan jeruk dan berkomentar, "Ouch ini sangat asam. Ah Ha Ni kau bilang kau mimpi buah peach?" Ha Ni menjawab, "Ya. Aku bermimpi Seung Jo memberikan buah peach padaku." Ha Ni sudah selesai makan dan mengambil jeruk. Ibu Seung Jo terus menatap Ha Ni dan bertanya, "Kenapa? Ha Ni apakah kau kurang enak badan hari ini?" Ha Ni menjawab, "Ya. Aku sedikit mual. Tenanglah aku hanya akan memakan jeruk ini saja."

Ibu Seung Jo semakin curiga dan berkata, "Kau merasa mual? Dan kau ingin makan jeruk yang asam ini?" Ha Ni tersenyum dan terus memakan jeruknya. Ibu Seung Jo berkata, "Mungkinkah.... Apakah kau memiliki sebuah ide kenapa itu terjadi? Dengan Seung Jo?" Ha Ni tertawa dan berkata, "Ah tidak mungkin Ibu Mertua." Ibu Seung Jo langsung memeluk Ha Ni dengan yakin berkata, "Sebagai wanita yang sudah memiliki 2 anak, aku yakin akan hal ini! Luar biasa... Kau akhirnya melakukannya. Ah tunggu aku tidak bisa tinggal diam." Ha Ni masih kebingungan namun dia tersenyum dan terus memakan jeruk yang asam.



Ibu Seung Jo menelfon Min Ah berkata, "Min Ah kau harus datang untuk bertemu dengan Ha Ni ku ini." Min Ah kaget dan bertanya, "Benarkah Ha Ni?" Ibu Seung Jo tertawa dan menjawab, "Aku tidak menduga akan secepat ini."



Min Ah lalu menelfon Joo Ri dan Joo Ri tentu sangat kaget, "Apakah yang kau katakan ini benar?" Min Ah menjawab, "Tentu. Ibu Seung Jo yang menelfonku dan aku pun terkejut saat mendengarnya." Joo Ri ikut senang dan berkata, "Wow Oh Ha Ni. Aku tau bahwa dia akan menjaga banyak hal yang penting."



Ibu Seung Jo menelfon ke Parang University dan memberikan kabar bahwa Ha Ni akan segera menjadi seorang Ibu. Jelas saja berita ini langsung tersebar cepat di kalangan para mahasiswa. Dan berita ini pun sampai ke telinga Seung Jo yang kebingungan.



Ha Ni sedang duduk di kamarnya dan berkata, "Apa yang akan Seung Jo katakan? Ekspresi seperti apa yang akan dia tunjukan?Jika aku tiba-tiba memanggil dia Papah, bukankah dia akan sangat terkejut? Aku seorang Ibu.... "



Min Ah dan Joo Ri mampir ke rumah dan Ha Ni berkata, "Tapi setalah mendengar apa yang Ibu katakan padaku, aku merasakan sesuatu yang menggeliat di perutku." Min Ah dan Joo Ri sama-sama tertawa. Ha Ni terus meyakinkan mereka berdua, "Hey aku serius dapat merasakannya. Keajaiban seperti Seung Jo itu jarang ada." Min Ah berkomentar, "Aku membayangkan seperti apa nantinya. Mereka bilang keajaiban dan idiot itu adalah bagian dari kertas." Joo Ri juga berkomentar, "Benar. Ini spekulasi yang berbahaya."

Ha Ni berkata, "Aku berharap dia akan menuruni otak Seung Jo." Min Ah bertanya, "Lalu wajah?" Ha Ni menjawab, "Tentu saja wajahku." Joo Ri berkomentar, "Apa maksudmu? Wajahnya harus mengikuti Papahnya, Seung Jo." Ha Ni kesal dan bertanya, "Kenapa memangnya dengan wajahku?" Joo Ri berkomentar, "Kau? Huh tidak akan pernah. Itu akan menjadi masalah. Wajahnya harus 100% mirip dengan Seung Jo." Ha Ni jelas langsung cemberut.



Seung Jo pulang ke rumah dan di kejutkan oleh Min Ah dan Joo Ri yang memberikan selamat padanya. Seung Jo kebingungan dan bertanya, "Ada apa?" Joo Ri dan Min Ah menarik Seung Jo ke ruang tamu dimana seluruh keluarga sudah berkumpul untuk merayakan hal ini. Ha Ni tersenyum malu-malu.



Seung Jo bertanya, "Ada apa ini?" Bapa Seung Jo berkata, "Duduklah terlebih dahulu." Seung Jo duduk di kursi dan kembali bertanya, "Ada apa ini?" Ibu Seung Jo memperlihatkan sebuah baju bayi dan bertanya, "Seung Jo yah, bukankah ini cantik? Oh baju-baju ini luar biasa manis sekali." Bapa Seung Jo berkomentar, "Sayang, mengapa baju ini semuanya berwarna pink? Ah Seung Jo bukankah hiasan ini lucu? Lihatlah ada pesawat dan mobil. Dan ini ada mobil-mobilan yang dulu kau pernah pakai." Ibu Seung Jo berkomentar, "Sayang, barang-barang itu sepertinya itu anak laki-laki." Bapa Seung Jo berkata, "Ini adalah cucu pertama kita, harusnya laki-laki." Ibu Seung Jo tetap ingin cucu perempuan dan akhirnya mereka berdua jadi bertengkar.

Eun Jo berkomentar, "Jika itu bayi perempuan maka akan seperti kaka ipar Oh Ha Ni, aku menolaknya! Orang-orang menyukai Oh Ha Ni menurutku sudah cukup." Ibu Seung Jo kesal dan berkata, "Baek Eun Jo!"

Seung Jo berkata, "Tunggu sebentar. Jadi maksud kalian ini Ha Ni hamil?" Ha Ni tersenyum dan menjawab, "Aku pikir begitu." Seung Jo bertanya, "Apakah kau sudah melakukan pemeriksaan?" Ha Ni menjawab, "Aku sudah membicarakannya dengan Ibu dan aku pikir iya." Ha Ni berbisik pada Seung Jo dan berkata, "Kau ingat malam itu kan. Malam saat hujan." Seung Jo berkomentar, "Hal bodoh apa yang kau maksudkan?Kau tidak yakin akan satu hal dan kau langsung merasakan bahwa kau hamil?" Joo Ri dan Min Ah sama-sama terdiam mendengar kata-kata itu.



Ha Ni dan Seung Jo pergi bersama dengan mobi. Ha Ni berkata, "Haruskah kita membeli perlengkapan bayi? Dan aku pikir mobil ini terlihat terlalu kecil untuk anak-anak." Seung Jo berkata, "Diamlah." Ha Ni kesal dan bertanya, "Sepertinya kau tidak senang kita memiliki anak, benar bukan? Bayi yang ada di perutku ini dapat mendengar semua yang kita katakan. Kau benar-benar Papah yang buruk!" Seung Jo hanya berkomentar, "Sudah kubilang diamlah." Ha Ni benar-benar kesal dan berkata, "Kau sebaiknya berhati-hati. Kau akan menjadi dokter seharusnya kau tau bahwa tiga bulan pertama adalah saat yang berbahaya. Hey kata-katamu yang tidak bijaksana itu .... aku tidak ingin mengatakannya tapi keguguran itu mungkin saja terjadi."

Seung Jo berkata, "Hey Oh Ha Ni!" Oh Ha Ni sudah sangat kesal sehingga dia berkata, "Lupakan itu. Aku tidak ingin mendengar apa yang kau katakan lagi. Aku ingin kedamaian!"



Ha Ni shock saat di beritahu oleh dokter bahwa dirinya sebenarnya tidak hamil. Ha Ni bertanya, "Tapi mengapa aku merasa ada sesuatu yang bergerak di perutku ? Bahkan aku merasa mual dan tidak enak badan?" Dokter menjawab, "Perutmu terlalu terpenuhi makanan sehingga kau merasa seperti itu." Seung Jo yang mendengar jawaban dokter langsung tersenyum dan bertanya, "Apa yang kau makan hah?" Dokter berkata, "Jangan kecewa, kau masih tetap muda."



Ha Ni dan Seung Jo pulang ke rumah dan mereka berbicara di teras atas. Ha Ni berkata, "Pada Ibumu, Bapamu dan Papahku aku merasa sungguh minta maaf." Seung Jo berkomentar, "Ini bukan salahmu. Ibulah yang terlalu berlebihan."



Bapa Seung Jo dan Ibu Seung Jo menatap belanjaan bayi yang mereka sudah siapkan dan ya mereka merasa sedikit kecewa. Eun Jo juga ternyata kecewa karena dia bahkan sudah mencari informasi mengenai bayi dan dia mencari video cara mengasuh bayi.



Seung Jo bertanya, "Apa kau kecewa?" Ha Ni menjawab, "Aku terlalu gembira karena aku pikir akan memiliki bayi yang mirip denganmu Seung Jo." Seung Jo berkomentar, "Tidak apa-apa jika Bayi itu juga mirip denganmu." Ha Ni bertanya, "Benarkah? Ah kau mengatakan hal seperti ini pasti untuk menggodaku, benar bukan?"

Seung Jo menyentuh jidat Ha Ni dan berkata, "Jidat yang datar ini, mata yang terlihat seperti tertidur ini... tidak buruk." Seung Jo memukul pelan jidat Ha Ni dan Ha Ni bertanya, "Kenapa kau memukulku hah?" Seung Jo mengalihkan pembicaraan dan berkata, "Tapi aku benar-benar berharap mereka tidak akan mewarisi otakmu." Ha Ni tersenyum kesal. Seung Jo kembali berkata "Menjadi Papah dari anak yang seperti Oh Ha Ni, terdengar menyenangkan." Ha Ni berkata, "Huh kau mencoba menghiburku karena ini tidak jadi. Apa kau pikir aku tidak dapat menyadarinya hah?" Seung Jo bertanya, "Kau tidak percaya dengan kata-kata yang dikatakan oleh suamimu ini? Baiklah Oh Ha Ni aku akan menunjukan seperti apa diriku."



Seung Jo langsung menggendong Ha Ni dan berkata, "Hari ini akan menjadi malam yang special." Ha Ni memukul Seung Jo dan berkata, "Hey apa yang kau lakukan hah?"



Baek Seung Jo's Diary Special Episode 2



Ada apa dengan Oh Ha Ni?
Jika suatu saat aku ada tugas dan harus berpasangan dengannya
maka aku akan mendapatkan nilai F sepertinya.
Bagaimana mungkin dia berharap menjadi
seorang perawat jika kemampuannya seperti ini...
Aku setengah khawatir padanya dan setengah merasa ingin mengejeknya.
Bisikan itu jelas sekali di tunjukan pada Ha Ni.

Kemana dia pergi?
Kuharap dia tidak sedang menangis di suatu tempat.
Hatiku merasa terluka seperti ditindas oleh batu besar.
Seperti yang aku pikirkan...
Dia sedang duduk di dalam lab dengan sedih.
Rasa sedih yang di rasakan terlihat jelas di wajahnya.

Karena aku merasa kasihan padanya, maka aku berkata....
"Jika kau takut maka kau sebaiknya menyerah. Kau menjadi perawat hanya karena aku bilang ingin menjadi dokter.
Jangan membebani orang lain dan menyerah saja."
Ya pada akhirnya aku mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya aku katakan.



Keistimewaan dari Ha Ni adalah walaupun dia berdiri lemah seperti rumput, namun jika dia mendapatkan motivasi maka
dia dapat berdiri tegak seperti pohon pinus yang berdiri kokoh.
Jadi maafkan aku tidak menerima rengekan manjamu itu Ha Ni karena aku merasa menolongmu dari belakang secara diam-diam itu lebih baik.

Tapi melihat Ha Ni yang berusaha berlatih dengan boneka beruangnya itu....
Aku mulai berfikir bahwa terkadang sebuah wortel dan tongkat itu di butuhkan.
Hari ini aku melihat diriku sendiri dan sadar bahwa diriku ini sangat payah dalam mengekspresikan perasaan cintaku ini pada Ha Ni.
Bukankah menyerah dari prinsipku demi Ha Ni adalah bagian dari cinta juga?
Hmm kurasa aku harus meminjamkan bahuku ini
pada istriku yang sedang kesulitan.



Tentu saja aku juga dapat berkeringat karena gugup.
Tapi aku berusaha memberikan lenganku ini dengan penuh senyuman pada Ha Ni agar dia dapat berlatih mengambil darah.
Tapi benar-benar Oh Ha Ni...
Kenyataannya berbeda... Aku merasa ini terlalu sakit untuk menahan rasa sakit ini demi nama cinta!



"Berdarah. Ini berdarah. Aku berhasil!"
Melihat istriku yang begitu bergembira ini...
Aku mulai berfikir untuk mengesampingkan prinsip-prinsipku demi dapat melihat senyumannya.
Kau berhasil, Oh Ha Ni.



Kau dapat menjadi seorang perawat sejati yang memikirkan rasa sakit pasien sebagai rasa sakitmu juga.
Kamu mungkin tidak terampil dalam memberikan suntikan, tapi...
Hatimu yang hangat itu akan menjadikan dirimu sebagai seorang perawat sejati.

Dan sepertinya obyek percobaan Ha Ni selanjutnya adalah Eun Jo.
"Adik Ipar, kau sudah pulang?"
Ah semoga kau berhasil Eun Jo!




Baek Seung Jo's Diary Special Episode 3




Ada apa ini?
Semua orang menatapku dan membisikan sesuatu.
Sepertinya Oh Ha Ni membuat masalah kembali.
Aku merasa khawatir. Benar-benar khawatir...

Dia hamil? Tidak Mungkin!
Kau terlihat sedih karena aku tidak begitu senang mengenai masalah bayi ini.
Tapi sejujurnya aku hanya bingung.



Sejak aku bertemu denganmu,
Beberapa tahun terakhir ini aku di buat kesal dan kebingungan.
Kita tiba-tiba saja menikah tanpa di duga.
Dan surat izin pernikahan kita di laporkan seperti ini.
Ya semuanya kacau karena tidak ada yang berjalan sesuai dengan rencana.

Sejujurnya aku ingin sekali menggenggammu setiap hari.
Rambut basahmu setelah habis mandi...
Atau nafasmu yang hangat di punggungku itu....
Malam dimana aku tidak mengenggammu...
Semua hal itu menggangguku!

Aku kaget bahwa semua usahaku untuk menghentikan
diriku ini berakhir dengan seorang Bayi!
Dan ya aku pikir kau benar-benar tidak hamil.
Tapi melihat kau dan orang tuaku kecewa karena masalah bayi, ini membuatku ingin memiliki bayi.



Anak perempuan yang cantik sepertimu..
Anak perempuan yang penuh dengan cinta dan kabahagiaan sepertimu.
Anak perempuan yang seperti Oh Ha Ni dengan dahi rata yang aku suka dan mata yang terlihat mengantuk.

Kemarilah!
Jika aku menggenggammu seperti ini,
Apakah akan membuatmu merasa lebih baik?
Jika aku menciummu ,
apakah ini akan membuat rasa sedihmu mereda?



Baiklah, mari buat malam ini menjadi istimewa.
Mari buat cinta yang indah.
Seperti saat aku sedang mabuk,
Aku menyembunyikan wajahku ini di kulitmu yang indah ini.

Cinta kita yang berlimpah ini...



Sunday, July 17, 2011

Sinopsis Playful Kiss Special Episode 1

Episode 1 - Pagi bagi pengantin baru.



Suara Ha Ni: "Aku menyadari hal ini lebih dari hari lainnya. Saat aku membuka mataku di pagi hari... aku sangat senang karena menyadari fakta bahwa Baek Seung Jo ada di sisiku. Walaupun ini sudah berjalan 1 tahun setelah kami menikah, tapi tetap saja ini sulit di percaya. Apakah Seung Jo menyadari hal ini juga? "



Ha Ni terbangun dari tidurnya dan langsung tersenyum menatap Seung Jo, "Selamat pagi. Apakah kau tidur nyenyak?" Seung Jo terbangun dan menjawab, "Tatapanmu menyilaukan, Bahkan melebihi cahaya matahari." Seung Jo memeluk Ha Ni lebih erat dan berkata, "Ini hari Minggu jadi sebaiknya tidur kembali." Ha Ni berkomentar, "Tapi aku harus bangun. Orang-orang di rumah sedang pergi berlibur jadi ini saatnya kita berdua saja. Aku akan membuat sarapan untuk Seung Jo." Seung Jo tersenyum dan bergumam, "Biarkan seperti ini 5 menit saja." Ha Ni ikut tersenyum dan berkata, "Baiklah hanya 5 menit saja." Ha Ni tersenyum senang dan memeluk Seung Jo.


Alarm berbunyi dan Ha Ni pun terbangun dari mimpinya. Seung Jo merasa terganggu dengan suara alarm itu sehingga dia langsung mematikan alarm itu dengan kasar. Ha Ni bertanya, "Apa kau tidur dengan nyenyak Seung Jo?" Seung Jo menatap kesal pada Ha Ni dan menjawab, "Matahari bahkan belum muncul, kenapa kau memasang alarm sangat pagi hah? Jangan menatapku dengan matamu yang sembab itu!"

Seung Jo kembali tertidur dan Ha Ni menatap Seung Jo dengan kesal. Seung Jo menarik selimut Ha Ni dan itu membuat Ha Ni semakin kesal sehingga dia pun langsung pergi dari kamarnya.


Ha Ni pergi ke supermarket dan berkata, "Semua orang pergi berlibur di hari minggu ini jadi hanya ada aku bersama Seung Jo. Menikmati sarapan pagi ala Inggris yang sempurna seperti di film, membersihkan rumah bersama Seung Jo hingga terlihat berkilau. Aku ingin menunjukan pandangan menantu yang sempurna. Ah aku juga merencanakan menonton film comedy romantis bersama Seung Jo. Aku sangat menantikan hari ini."

Ha Ni terus mendorong keranjang belanja dan mengambil beberapa makanan. Tiba-tiba ada seorang pegawai supermarket yang bertanya, "Kau sedang mencari apa pengantin baru? Hey pengantin baru!" Ha Ni balik bertanya, "Hmm apa kau bertanya padaku?" Pegawai itu menjawab, "Tentu saja. Siapa lagi penatin baru disini?" Ha Ni tersenyum senang dan berkomentar, "Benar. Aku adalah pengantin baru."

Pegawai itu memperlihatkan beberapa sayuran segar dan berkata, "Ini masih segar, bagaimana menurutmu? Jika kau merebusnya dan mengasinkannya pasti terasa enak. Suamimu pasti menyukainya." Ha Ni mengambil sayuran itu dan berkata, Aku akan mengambil sayuran itu, itu dan yang itu." Saat Ha Ni akan pergi, pegawai itu berkata, "Hey pangantin baru!" Ha Ni membalikan badannya dan tersenyum, "Ada apa?" Pegawai itu memberikan Ha Ni sebuah apel dan berkata, "Nikmatilah apel ini bersama suamimu." Ha Ni tersenyum senang dan pergi.



Ha Ni pulang ke rumah dengan beberapa kantong plastik belanjaan dan dia langsung menjatuhkan kantor plastik itu karna melihat Seung Jo akan sarapan roti. Ha Ni mencegah Seung Jo memakan roti dan itu membuat Seung Jo bertanya, "Apa yang kau lakukan?" Ha Ni berkata, "Apa yang kau makan ini? Apa kau tau seberapa penting sarapan pagi itu?" Seung Jo bertanya, "Lalu dari mana kau? " Ha Ni hanya tersenyum.


Ha Ni mengangkat belanjaannya dan Seung Jo pun bertanya, "Apa kau berniat membuat pesta besar untuk sarapan?" Ha Ni menjawab, "Biarkan aku saja yang membereskan semuanya. Apa kau tau bahwa Aku sudah menantikan hari dimana hanya ada kita berdua?" Seung Jo berkomentar, "Apa kau yakin dapat melakukannya sendiri? Kau tidak akan membuatku mati kelaparan kan?" Ha Ni berkomentar, "Tetap saja aku ini pengantin baru jadi tidak mungkin aku membuat suamiku mati kelaparan." Seung Jo tersenyum dan berkata, "Pengantin baru? Suami?" Ha Ni jadi malu dan langsung mendorong Seung Jo pergi lalu berkata, "Aku akan menyiapkan sarapan dan suami tolong lah beres-beres."

Seung Jo bertanya, "Apa kau sedang berperan seperti pengantin baru di drama-drama hah?" Ha Ni menjawab, "Kita memang pengantin baru. Berhentilah berleha-leha. Ayo cepat. Ah aku meletakan pakaian di mesin cuci jadi mulailah lakukan itu." Seung Jo berkomentar, "Ayo pergi makan di luar saja." Ha Ni tetap tidak mau dan berkata, "Kumohon ok?" Seung Jo mengerti dan langsung menaiki tangga.


Ha Ni mempersiapkan segalanya. Mulai dari memperispakan meja, bunga hiasan meja, dan yang lainnya. Sementara Ha Ni menyiapkan sarapan pagi, Seung Jo membereskan kamar mereka berdua. Seung Jo mengeluarkan celana panjangnya dari mesin cucu dan ternyata di saku celana panjang itu masih terdapat uang, dompet dan kunci mobil. Seung Jo pun berkomentar, "Benar-benar seperti kau Oh Ha Ni."


Seung Jo sudah menyelesaikan segalanya dan turun ke dapur untuk melihat sarapan pagi yang di buat oleh Ha Ni. Seung Jo menatap sarapan yang kacau itu dan berkomentar, "Sarapan ala inggris yang tidak dapat di kenali." Seung Jo mencoba memakan dan berkomentar kembali, "Semua masakannya terlalu masak hingga terlihat gila, dan kacang ini belum matang." Ha Ni berkata, "Aku sudah merebusnya cukup lama namun tetap seperti itu." Seung Jo berkata, "Kau seharusnya merebusnya beberapa jam sebelumnya. Huh jadi ini sarapan pagi ala pengantin baru Oh Ha Ni? Bagaimana dengan kopi?" Ha Ni bertanya, "Hah kopi? Ah tunggu."

Ha Ni memberikan secangkir kopi pada Seung Jo dan Seung Jo pun berkomentar, "Rasanya cukup enak." Ha Ni terseNyum senang namun dia tetap meminta maaf. Ha Ni lalu mengingat satu hal lagi dan berkata, "Ah ini dia apel. Pegawai di supermarket memintaku untuk memakan apel ini bersama suamiku." Seung Jo memakan apel itu dan berkomentar, "Rasanya enak. Cobalah." Seung Jo ingin menggiggit apel milik Seung Jo namun Seung Jo berkata, "Makanlah yang milikmu." Ha Ni cemberut lalu memakan apelnya sendiri dan berkata, "Mereka bilang memakan apel di pagi hari itu sangat baik. Ini sangat baik, benar bukan?" Seung Jo berkomentar, "Apel dan kopi di minggu pagi... tidak buruk." Ha Ni berkata, "Aku akan melakukan yang lebih baik lagi besok."


Seung Jo berkata, "Aku sudah membersihkan rumah sesuai yang kau rencanakan. Lalu rencana selanjutnya adalah Memilihkan pakaianku dan mencuci selimut. Ayo kita lakukan itu nanti malam." Ha Ni kaget dan bertanya, "Kau mengertahui semua hal itu?"

Ternyata semalam Seung Jo sudah mengetahui rencana yang akan di lakukan Ha Ni untuk malam ini dan Seung Jo tersenyum mendengar semua hal itu. Ha Ni berkata, "Ya sarapan ala inggris dan kopi. Ini sempurna. Dan aku akan pergi belanja pada pagi hari dan memilihkan produk yang masih segar. Aku akan pulang ke rumah dan membersihkan rumah bersama Seung Jo. Aku akan menjadi menantu perempuan yang dicintai. Lalu kita mencuci selimut dengan penuh busa. Jika sudah selesai lalu kita akan pergi menonton film dan yeah aku akan memilihkan pakaian untuk Seung Jo."


Seung Jo berkata, "Kau memikirkan semua hal itu dengan mulutmu. Aku tidak bisa menolaknya walaupun ingin kulakukan. Kita akan pergi menonton film dan kau akan memilihkan pakaianku kan?" Ha Ni sangat senang dan berkata, "Baiklah tunggu sebentar." Seung Jo diam-diam tersenyum.


Ha Ni dan Seung Jo berjalan kaki bersama dan ternyata Ha Ni memilihkan pakaian pasangan untuk mereka. Seung Jo bertanya, "Kenapa pakaianmu tidak ada bedanya dari pakaianku?" Ha Ni menjawab, "Kenapa? Ini cantik." Seung Jo berkomentar, "Apa cantiknya? Semua orang melihat kita." Ha Ni tersenyum senang dan terus berjalan. Seung Jo tiba-tiba berkata, "Tunggu sebentar." Ha Ni berhenti berjalan dan Seung Jo pun mengikatkan tali sepatu Ha Ni yang terlepas. Ha Ni benar-benar merasa senang melihat hal itu.


Saat Seung jo berjalan, Ha Ni langsung menggandeng tangan Seung Jo dan berkata, "Suamiku." Seung Jo ikut tersenyum dan berkata, "Apa istriku?" Ha Ni mencium pipi Seung Jo dan langsung berlari pergi.




Sinopsis Playful Kiss Special Episode 2

Episode 2 : Ketakutan dari Suntikan




Ha Ni sedang belajar untuk menusukan jarum suntik pada tangan pasien. Dia mencoba menusukan jarum suntik pada tangan salah seorang temannya di kelas namun dia gemetaran bahkan dia mulai berkeringat karena ketakutan ini. Ha Ni terus mengumpulkan keberaniannya dan mencoba menyuntikan suntikan itu pada tangan temannya namun pada akhirnya Ha Ni menjatuhkan suntikan itu karena dia ketakutan.


Ha Ni tertunduk lemas di dalam kelas. Seung Jo datang dan menempelkan minuman dingin di leher Ha Ni sehingga Ha Ni langsung kaget. Seung Jo sadar bahwa Ha Ni terlihat lesu sehingga dia bertanya, "Ada apa?" Ha Ni membuka minuman dari Seung Jo dan menjawab, "Aku terlalu ketakutan hingga tidak bisa melakukannya. Aku tidak mau melakukannya. Aku membenci suntikan." Seung Jo berkomentar, "Ada seseorang yang harus kau suntik. Apa yang kau takutkan hah? Maksudku memberikan suntikan adalah hal dasar untuk seorang perawat. Kau tidak akan di suntik. Apa yang akan kau lakukan jika orang yang akan di suntik itu terlalu takut untuk melakukannya?"

Ha Ni benar-benar lesu dan bertanya, "Tapi apa yang dapat kulakukan jika aku mulai gemetaran saat mengeluarkan jarum suntik?" Seung Jo menjawab, "Jika kau ketakutan, kau tidak boleh menyerah. Jangan jadi beban bagi orang lain. Kau menjadi suster karena aku mengatakan akan menjadi dokter." Ha Ni jelas langsung berkomentar, "Tidak! Tidak seperti itu! Hey bagaimana mungkin suamiku sendiri mengatakan hal seperti itu?" Seung Jo berkata, "Kau lah orang yang pertama mengatakan akan menyerah terlebih dahulu." Ha Ni berkata, "Tapi tetap saja, jika kau tidak membantu...." Seung Jo kembali berkata, "Maka carilah seseorang untuk berlatih. Aku tidak ingin bekerja sama dengan suster yang bahkan tidak bisa menyuntik."

Seung Jo langsung pergi meninggalkan Ha Ni yang semakin kesal karena kata-kata Seung Jo.


Ha Ni pulang ke rumah dan mencari di internet apakah ada seseorang yang mau menjadi seorang relawan untuk dijadikan kelinci percobaan di suntik olehnya. Ha Ni terus mencari dan tiba-tiba dia mendapatkan sebuah ide. Ha Ni pun langsung mengeluarkan HPnya.


Joo Ri menghampiri Ha Ni dan bertanya, "Ada apa pagi-pagi memanggilku datang ke tempat ini?" Ha Ni meminta Joo Ri untuk duduk di sampingnya. Joo Ri melihat ada kue dan berkata, "Wow semua kue ini adalah kue yang aku sukai. Apakah ada sesuatu yang special hari ini? Kau datang cepat hanya untuk memberikan semua kue ini padaku?" Ha Ni berkata, "Apa maksudmu? Ya karena aku terlalu sibuk dengan beberapa pelajaran aku sangat merindukan temanku tercinta ini." Joo Ri mulai curiga dan berkata, "Benarkah?"

Ha Ni tersenyum dan berkata, "Joo Ri, kita ini teman baik bukan?" Joo Ri menjawab, "Tentu saja! Oh Ha Ni, Joo Ri dan Min Ah adalah sahabat baik!" Ha Ni langsung memeluk Joo Ri dan berkata, "Benar. Makanlah lebih banyak Joo Ri. Makanlah."


Ha Ni diam-diam mulai mengeluarkan alat-alat suntikan dari dalam tasnya. Ha Ni bertanya, "Joo Ri apa kau mau vitamin nutrisi? Ini adalah vitamin nutrisi yang sangat mahal." Joo Ri ketakutan dan berkata, "Ha Ni... Aku ketakutan jika dengan suntikan." Ha Ni membuka suntikan dan berkata, "Tenang aku tidak akan menyakitimu." Joo Ri semakin ketakutan dan berkata, "Ha Ni apa yang kau lakukan hah?" Joo Ri langsung kabur dan berlari pergi.


Ha Ni memeluk boneka teddy bear super besar dan mengingat kejadian tadi saat dia bertemu dengan Min Ah.

Ha Ni bertemu dengan Min Ah dan dia berkata, "Temanku yang aku cintai. Aku punya sesuatu permintaan." Min AH tertawa dan berkata, "Kau meninginkan lenganku bukan?" Ha Ni sangat senang dan mengira Min Ah sudah mengerti, "Ini lah mengapa kau temanku." Min Ah membawa sebuah boneka teddy bear besar dan berkata, "Tentu saja kita ini teman baik. Aku sudah mendengarnya dari Joo Ri, ini aku bawakan hadiah." Ha Ni bertanya, "Apa yang kau dengar dari Joo Ri?" Min Ah menjawab, "Ha Ni didunia ini dimana ada orang yang akan memberikan tangannya untuk di suntik secara sukarela? Berlatihlah dengan boneka ini. Lakukanlah yang terbaik. Oh Ha Ni bersemangatlah!" Ha Ni menatap boneka beruang itu dan merasa sedikit kecewa.



Ha Ni sedang ada di dalam kamarnya dan berlatih menyuntik dengan boneka beruang. Seung Jo diam-diam melihat hal itu dari pintu. Ha Ni berhasil menyuntikan jarum pada lengan boneka itu dan dia snagat senang. Seung Jo yang melihat itu ikut tertawa.



Di kelas kembali diadakan latihan menyuntik. Ha Ni bilang pada temannya, "Tidak perlu khawatir. Ini akan baik-baik aja." Teman Ha Ni berkata, "Mana mungkin aku tidak khawatir? Kau akan menyuntikku dengan jatum! Bagaimana mungkin aku tidak ketakutan hah?" Ha Ni berkomentar, "Tenang saja aku akan melakukannya lebih baik. Aku sudah sering berlatih."

Ha Ni melepaskan jarum dan temannya dengan panik berkata, "Hey turniket! ikatkan dulu turniket di tanganku!" Ha Ni melupakan hal itu dan langsung memasangkan turniket(sejenis selang kecil) di lengan temannya itu. Temannya panik dan meminta Ha Ni melakukannya dengan benar. Ha Ni mengerti dan mulai bersiap-siap menusukan jarum itu ke tangan temannya. Ha Ni langsung menyuntikan jarum ke lengan temannya dan temannya berteriak.



Ha Ni duduk di tempat tidurnya dan memandang boneka teddy bear. Seung Jo masuk ke kamar dan bertanya, "Apakah dengan duduk seperti itu akan menyelesaikan semua masalah?" Seung Jo melipat baju tangan panjangnya dan berkata, "Ini. Tangan untuk berlatih. Cepatlah sebelum aku berubah pikiran." Ha Ni pun langsung tersenyum senang.



Ha Ni mengikatkan turniket di lengan Seung Jo dan membuatnya seperti pita. Seung Jo berkomentar, "Hey Oh Ha Ni, siapa yang memintamu untuk mengikat turniket ini berbentuk pita?" Ha Ni mengerti dan langsung melepaskan kembali turniket itu. Seung Jo berkata, "Ingat kau harus mengikat turniket itu 8-10 cm dari suntikan. Jika kau mengikat terlalu tinggi maka pembuluh darah arteri akan terluka. Jadi berhati-hatilah."

Ha Ni mengerti dan mulai melakukan prosuder untuk menyuntik. Pertama Ha Ni meminta Seung Jo mengepalkan tangannya sesuai dengan jumlah usianya agar pembuluh darah dapat terlihat. Namun pembuluh darah belum terlihat hingga akhirnya Ha Ni memukul-mukul lengan Seung Jo. Seung Jo berkata, "Hey lihatlah ini ada 3 pembuluh darah. Jarum ini perlu disuntikan pada bagian yang benar jadi lihatlah pembuluh darah yang benar. Pembuluh darah itu akan mempermudah kau menyuntik nantinya. Lihatlah yang ini. Kau suntikan disini."

Ha Ni mulai tegang dan berkata, "Suntik disini?" Ha Ni mengambil suntikan dan Seung Jo kembali berkomentar, "Apa kau tidak akan membersihkan kumannya terlebih dulu?" Ha Ni baru ingat dan langsung membersihkan lengan Seung Jo yang akan di suntik. Setelah itu Ha Ni bersiap-siap mengeluarkan jarum suntik kembali. Seung Jo sendiri terlihat ketakutan. Ha Ni menusukan jarum itu ke tangan Seung Jo dan dia senang karena telah berhasil. Seung Jo bertanya, "Apakah darahnay keluar?" Ha Ni melihat jarum suntik yang ternyata tidak ada darah sama sekali. Ha Ni dan Seung Jo pun jadi panik.

Tangan Seung Jo sudah biru karena terus di pakai berlatih oleh Ha Ni. Seung Jo menganti tangannya menjadi tangan kanan untuk di pakai belatih oleh Ha Ni. Seung Jo memberikan beberapa informasi dan Ha Ni mulai mengerti. Ha Ni menusukan jarum ke tangan Seung Jo dan Seung Jo berteriak kesakitan. Tapi Ha Ni justru senang karena ada darah yang keluar dan itu artinya dia sukses melakukan suntikan itu.


Seung Jo pergi dari kamar dan menuju ruang tamu. Seung Jo bergumam, "Kenapa dia terus menyuntikku seperti ini? Aku benar-benar gila." Seung Jo terus menatap lengannya yang biru-biru akibat di suntik beberapa kali oleh Ha Ni. Ha Ni tiba-tiba muncul dan berkata, "Seung Jo yah, jika aku melakukannya sekali lagi aku yakin akan mengingat caranya." Seung Jo kaget dan bertanya, "Dimana lagi kau akan menyuntikku hah? Hey kenapa kau jadi seperti ini?" Ha Ni mendekati Seung Jo dan mengeluarkan suntikannya itu.

Seung Jo berlari dan Ha Ni terus mengejarnya. Ha Ni terus berkata, "Ayolah satu kali lagi. Ini demi masa depan kita!!!" Seung Jo tidak mau dan terus menghindar, "Jangan mendekat!"


Eun Jo pulang dan berkata, "Aku pulang." Ha Ni melihat Eun Jo dan tersenyum mendapatkan sebuah ide baru, "Ah adik ipar... Kau sudah pulang?" Seung Jo mengerti apa tujuan Ha Ni dan dia hanya bisa geleng-geleng kepala. Sementara Eun Jo hanya terdiam saja karena dia tidak mengerti apapun.