Showing posts with label [Chapter. Show all posts
Showing posts with label [Chapter. Show all posts

Thursday, February 21, 2013

Cinderella Boy [Chapter 1]

type='html'>

Title     : Cinderella Boy
Author : Han Ha Rin [ Cloud3424 ]
Cros Posting : Facebook

Cast     :
  • Yesung As Lee Hyun Seok
  • Kim Kibum As Lee Sang Joon
  • Sulli As Han Hyun Mun
  • Krystal As Kim An Kyu
Cast Additional :
  • Kyuhyun As Cho Kyuhyun (Han Hyun Mun's Boss)
  • Sungmin As Lee Sung Min (Lee Hyun Seok's Friend)
  • Ryeowook As Kim Ryeowook (Lee Sang Joon's Friend)
  • Yuri As Yuri (Han Hyun Mun's Friend)
Rating  : G (General)
Genre   : Romance
Disclaimer : Cinderella Man (Drakor)

PLEASE DO NOT COPY

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

   Annyeong Haseyo Readers...... Author kembali membawa sebuah fanfiction bertema "Yesung", actually author ga mau pake "Yesung" lagi karena banyak masukan yang minta cast lain but kali ini author minta maaf banget karena setelah diseleksi, ternyata peran ini lebih pantas di pakai oleh "Yesung" lagi.... But don't worry! Cerita yang author sajikan tetap menarik kok, So jangan bosen2 baca fanficku yaaaa!!!!!

   Well, fanfic ku kali ini sebenernya original buatan ku hanya saja author terinspirasi dengan jalan cerita dari salah satu drama korea yaitu "Cinderella Man" tapi tenang ajah, meski begitu author tetap usahakan ceritanya berbeda dengan "Cinderella Man" kenapa? Karena author sendiri ga pernah nonton drakor itu sampai tamat *gubrak. Yesungdahlah tak perlu berpanjang-panjang lebar dengerin cuapan author yang gaje satu ini, mendingan langsung cek sendiri ajah ya jalan fanfic baru author yang satu ini!!! Happy Reading Chingudeul ^_*

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Lee Hyun Seok's POV


    Perkenalkan, namaku Lee Hyun Seok, panggil aku Hyun Seok dan usiaku baru menginjak angka 23 masih muda bukan? hehehee, aku berasal dari keluarga miskin bahkan aku sudah lama tak punya orang tua, di sini aku hanya tinggal dengan ahjussieku yang punya toko ramyeon di desa ini.. pekerjaanku tak lain dan tak bukan adalah berjualan mie ramyeon seperti yang kulakukan saat ini. "Ramyeon!!! ramyeon!!! ramyeon enak!! kajja siapa yang mau beli ramyeon, datanglah padaku!! kajja!! kajja!! Belilah ramyeon padaku!!!" teriakku sembari terus mengayuh sepeda andalanku "kajja noona, ahjumma, ahjussie! semua makan ramyeon!!!" lanjutku masih bersemangat mengayuh sepeda. Aku menghentikan mengayuh sepeda setelah kudengar suara seseorang memanggilku dari kejauhan, sepertinya dia pelanggan pertamaku pagi ini... senangnya. "ah annyeong ahjumma Kim! ahjumma, kau memanggilku?" sapaku terhenti di depan salah satu rumah mewah "ne, aku ingin menikmati semangkuk ramyeonmu di pagi hari  yang dingin ini! aku pesan satu porsi ne!" sahut ahjumma paruh baya itu seperti biasanya "ah ne ahjumma, tunggu sebentar! aku segera siapkan ramyeon spesial untukmu!" sahutku melempar senyuman andalanku padanya, kemudian aku membuka box tempat penyimpanan bahan-bahan ramyeonku, aku buatkan ahjumma langgananku ini ramyeon yang spesial.

   Setelah melayani ahjumma Kim, aku kembali melanjutkan perjalananku hingga menuju sebuah gang kecil yang nampak tak asing bagiku. Terang saja, ini kan sudah jalur trayekku berjualan biasanya. Aku kembali meneriakan kata-kata andalan ku hingga banyak langgananku yang berdatangan untuk menikmati semangkuk ramyeon pedas buatanku. Aku memang tidak bisa memasak makanan lain selain ramyeon maka dari itu untuk bertahan hidup aku hanya mengandalkan keahlianku dalam meracik ramyeon dan menjual ramyeon adalah tugasku untuk membantu ahjussie berjualan.

   Aku sendiri memiliki harapan besar untuk membuka kedai ramyeon, maka dari itu aku selalu berusaha menyisihkan sedikit dari keuntungan berjualanku setiap hari, maklum saja aku bukan dari keluarga berada jadi aku tak punya banyak uang untuk membuka usaha sendiri. Kembali pada kegiatanku, kini aku sedang berada di perjalanan pulang, aku melewati kota Seoul yang indah dan terdapat banyak gedung tinggi "andai saja aku bisa menginap di hotel mewah itu???" sahutku seraya berhenti di depan salah satu hotel bernama "Seoul Hotel" aku memerhatikan sebuah hotel ternama di Seoul yang tinggi menjulang ke langit itu "ah Hyun Seok kau bermimpi rupanya, sampai kapanpun kau tak akan pernah bisa menginap di hotel mewah itu! jangankan menginap, sekedar menginjakkan kaki saja itu tidak mungkin. Memangnya kau boleh berjualan ramyeon di sana? hahaha aku yakin ramyeon di hotel itu pasti jauh lebih enak dari milikku..." sahutku terkekeh sesekali memukul keningku. Aku kembali mengayuh sepedaku dan melewati hotel mewah tersebut.


   Setelah seharian berjualan, rasanya melelahkan. Aku pun mengayuh sepedaku menuju rumah kecilku yang lumayan jauh dari kota Seoul. Sesampainya di depan rumah aku kembali mendengar suara seseorang meneriakan namaku. Berasa jadi artis yang selalu diteriakan namanya oleh fans, hehehe aku terkekeh. Suara ini tak asing bagiku "Hyun Seok!!" teriak suara yang sepertinya berasal dari pita suara seorang yeoja. Aku menoleh ke belakang ke arah sumber suara "ah!! annyeong Han Hyun Mun ah!" ternyata suara itu berasal dari sahabat baikku dan yeoppo yaitu Han Hyun Mun. "kau baru pulang?" tanya sahabatku yang neomu neomu yeoppo ini seraya tersenyum padaku "ne aku baru pulang, kau dari mana?" tanyaku menatap kedua matanya yang indah "jualanmu habis?? ah aku dari rumah saja, begitu melihat kau melewati rumahku aku langsung menyusulmu" ucapnya benar-benar nampak anggun "ne jualanku habis, pelangganku bertambah banyak hari ini. wuah kau menyusulku karena rindu padaku ne?" sahutnya mengejeknya "ish kau ini! syukurlah jika memang begitu, aku turut bahagia" balas Hyun Mun kembali tersenyum "itu harus, kau memang harus turut bahagia dengan apa yang sudah terjadi pada sahabatmu ini.. hehehehe" sahutku dibumbui tawa ringan dan Hyun Mun mengikuti tawaku.

Lee Hyun Seok's POV End

***

Lee Sang Joon's POV


    Annyeong, perkenalkan.. namaku Lee Sang Joon, panggil aku Sang Joon. Usiaku baru menginjak angka 23, aku berasal dari keluarga kaya bahkan di usiaku yang masih muda ini aku sudah menduduki posisi manajer di sebuah hotel milik keluargaku di kota Seoul. Masa depanku sudah terjamin bukan?, aku tinggal dengan halmoniku (nenek) maklum saja kedua orangtuaku kini tinggal di luar negeri tepatnya di negara Jerman. Seperti hari-hari biasanya, seharian aku selalu berkutat dengan pekerjaanku di hotel mulai menghadiri rapat direksi, memeriksa pekerjaan karyawan di setiap divisi bahkan hingga memeriksa dekorasi di setiap ruangan. Melelahkan, kadang aku ingin sekali berlibur panjang tanpa harus memikirkan semua pekerjaanku yang menumpuk. "Coba kau lihat di bagian lobby! apa halmoniku sudah sampai?" seruku memerintah sekretarisku sekaligus yeojachinguku yang bernama Kim An Kyu atau biasa dipanggil Kyu An "baiklah, aku segera memeriksanya!" balas Kyu An tersenyum manis seperti biasanya. Sebenarnya aku tidak begitu menyukainya tetapi eomma dan appa mengikat kami di hubungan pertunangan "paborasseo" gerutuku setiap kali melihat tingkah manjanya.


   Aku melanjutkan pekerjaanku di ruanganku sementara Kyu An pergi memeriksa lobby. Selang beberapa menit, Kyu Anpun datang bersama dengan halmoniku "halmoni! mianhada bukan aku yang menjemputmu!" sapaku melihat halmoni muncul dari balik pintu "ne gwenchanayo cucuku! duduklah! aku tak mau mengganggu pekerjaanmu, jadi lebih baik Kyu An saja yang menjemputku. Benarkan Kyu An?" sahut halmoniku yang selalu membanggakan Kyu An, kulihat Kyu An melempar senyum ke arah halmoni "benar halmoni, lagipula aku senang bisa bertemu dengan halmoni setiap hari" ucap Kyu An yang terdengar seperti mencari muka. Aku mengerlingkan mataku mendengar ucapan Kyu An "kau benar-benar cerdik Kyu An" gerutuku kesal jika mengingat dia hanya ingin menghabiskan hartaku saja.

   Kyu An mengajak halmoniku keluar sementara aku sedang bersiap-siap untuk pulang.. "huuuhh!! yeoja itu, pergi kemana dia bersama halmoniku? paborasseo!" gerutuku sembari merapikan meja kerjaku yang berantakan. Selesai merapikan semua barangku, dengan sigap aku menghubungi Kyu An melalui ponsel "yoboseyo! Kyu An! Di mana kau dan halmoni saat ini?" tanyaku mengkhawatirkan halmoni "mwo? di mall? kau ini, kenapa kau mengajak halmoni ke mall? jika ia kelelahan bagaimana?" sahutku dengan nada sedikit galak "baiklah, kau tunggu di sana! aku akan jemput kalian!!!" aku segera menutup panggilan dengannya dan berlari menuju parkiran untuk menjemput mobilku di sana kemudian aku pun bergegas menuju mall yang dimaksud Kyu An.

   Mobilku berhenti di depan mall dan kulihat Kyu An sedang menungguku ditepi jalan bersama halmoni, aku pun turun untuk membukakan pintu untuk halmoni "kenapa hanya halmoni saja yang kau layani, aku juga kan yeojachingumu! layani aku juga donk chagiya!" Kyu An merengek aegyo membuatku diam dan menuruti kemauannya tersebut. "Gomawo chagiya, pangeranku" sahutnya begitu sudah di dalam mobil "ne cheonma chagi" balasku memaksa tersenyum. Aku pun mengantar kedua yeoja ini kembali ke rumah.

Lee Sang Joon's POV End

***

Author's POV

   Sang Joon mengantar halmoninya terlebih dulu agar halmoni bisa beristirahat, setelah itu iapun melanjutkan perjalanannya menuju apartemen Kyu An yang letaknya tak terlalu jauh dari rumahnya. Sang Joon yang selalu bersikap dinginpun tak banyak bicara ketika berduaan dengan tunangannya Kim An Kyu, meski Kyu An terus berusaha mengajaknya berbincang.

   Sesampainya di depan apartemen, Kyu Anpun diturunkan. Lalu dengan cepat ia berlalu dari hadapan yeoja bertubuh semampai tersebut.

Author's POV End

***

Hyun Seok's POV

    Malam ini dingin sekali, aku berencana keluar untuk berbelanja ke pasar menggunakan sepeda kesayanganku tetapi rasanya tubuhku membeku, dingin sekali. Membeli kopi panas di kedai kopi kurasa itu ide bagus, siapa tahu saja bisa mengusir rasa dinginku malam ini. Aku memarkir sepedaku di depan kedai kopi yang tak terlalu jauh jaraknya dari rumahku, akupun berlari menuju kedai tersebut "annyeong! eseo oseyo? (apa kabar! ada yang bisa dibantu?)" sapa seorang pelayan cantik yang bernama Yu Ri ini menyapaku ketika aku sampai di depan meja pesan "annyeong Yu Ri ah! kau nampak cantik malam ini... hehehe" aku sering bercanda dengannya karena dia adalah sahabat Hyun Mun "kau ini bisa saja, kau mau pesan apa? capucino? mocacino? atau original?" balas Yu Ri tersipu malu setiap kali kupuji kecantikannya, membuatku terkekeh "ne seperti biasa, aku butuh kopi original yang benar-benar panas. Bisa kau buatkan sekarang?" jawabku sesekali menggosok-gosokkan kedua tanganku "ne tentu akan kubuatkan sekarang" sahut Yu Ri kemudian berkutat dengan alat pembuat kopi canggihnya itu "Yu Ri ah kapan kau libur?" tanyaku mengajaknya berbincang "molla, minggu ini aku sibuk sekali. Memang kenapa?" jawab Yu Ri masih sibuk menunggu kopinya keluar dari mesin tersebut "aku dan Hyun Mun ingin mengajakmu berlibur" sahutku tersenyum ke arahnya "kemana?" tanya Yu Ri menatapku "kami ingin berlibur ke Gyeongju, bersantai disana pasti sangat menyenangkan. Kajja kau ambil libur!!!" sahutku menyipitkan kedua mataku "mollayo, lihat nanti saja! Ini kopimu" Yu Ri memberikan segelas kecil kopi pesananku "gomawo Yu Ri ah" sahutku seraya mencoba merogoh uang receh di dalam saku celanaku yang dalam "ah ini, uangnya" sahutku begitu aku mendapatkan uang recehku.


    "Cepatlah kau ke pasar! jika kau terlambat, ahjussie pasti akan memarahimu!" Yu Ri membuatku takut "ne aku pergi dulu ne.. Gomawo Yu Ri ah! Annyeong!" sahutku lalu membalikkan badanku seraya meniupkan kopiku yang panas "ne cheonma, hati-hati di jalan ne Hyun Seok" sahut Yu Ri di belakangku. "Mwo????" aku tersentak melihat seseorang melewati pintu dengan wajah yang ternyata mirip denganku, namja itu berpapasan denganku. Sama halnya denganku, ia pun memerhatikanku dari ujung kaki hingga ujung rambut "mirip sekali? kau mencuri wajahku ya?" sahutku pada namja itu seraya menunjuk ke arahnya, namja ini memiliki fisik sama denganku hanya saja penampilannya jauh lebih rapi dan keren dibandingkan penampilanku.

Hyun Seok's POV End

***

Sang Joon's POV

  

   Setelah mengantar Kyu An pulang, rasanya tubuhku membutuhkan secangkir kopi untuk mengembalikan semangatku yang mulai mengendur. Aku kira aku butuh secangkir kopi, aku pun mencari kedai kopi di sekitar rumahku, kulihat ada sebuah kedai kopi kecil yang tak jauh dari rumahku. Aku putuskan untuk mampir ke kedai kopi tersebut sebentar. Aku memarkir mobil mewahku di depan kedai kecil tersebut, kulangkahkan kakiku ke dalam. "Mwo??? gumamku dalam hati tersentak melihat seorang namja mirip denganku berjalan berlawanan arah denganku, aku memerhatikan namja tersebut dari ujung kaki hingga ujung rambut "dia siapa? kenapa aku seperti bercermin?" gumamku dalam hati masih seraya memerhatikan sosok tersebut "mirip sekali? kau mencuri wajahku ya?" sahut namja itu menunjuk ke arahku. Namja itu memang mirip denganku tetapi penampilannya sama sekali jauh  dariku, penampilannya seperti berandalan. Penuh aksesoris di tubuhnya, mulai dari rantai yang menyilang di celananya, warna rambutnya yang sedikit merah dan memakai jaket tebal serta celana sedikit kebesaran seperti gaya artis R'n'B hingga banyak handband yang melilit ditangannya, bertolak belakang sekali dengan style ku "kau siapa???"  tanya kami berdua kompak saling menunjuk ke arah masing-masing "aku Lee Hyun Seok, kau?" sahut namja itu menatapku aneh, aku yakin dia berasal dari keluarga biasa karena kulihat penampilannya yang jauh dari kata rapi dan keren "aku Lee Sang Joon" sahutku ragu "mwo??? marga kita sama??? kau ini siapa?" tanya namja tersebut membuat kami tersentak sadari marga kami sama. Sebenarnya dia itu siapa? kenapa dia begitu mirip denganku????... 


TBC (To Be Continue)


Eummmmm Chapter pertama beres,,, Author sengaja buatnya sedikit, karena baru tahap intro. Eottokhae???? Penasaran gug??? semoga Chapter pertama Cinderella Boy bikin readers penasaran ne???? Low gug penasaran berarti harus tunggu chapter selanjutnya... Ok RCLnya selalu Author tunggu!!!! Good Readers always give input to author, so Masukan dari kalian selalu author tunggu!! Gamsahamnida ^_^  

Tuesday, February 19, 2013

Cinderella Boy [Chapter 3]

type='html'>

Title     : Cinderella Boy
Author : Han Ha Rin [ Cloud3424]
Cros Posting : Facebook

Cast     :
  • Yesung As Lee Hyun Seok
  • Kim Kibum As Lee Sang Joon
  • Sulli As Han Hyun Mun
  • Krystal As Kim An Kyu
Cast Additional :
  • Kyuhyun As Cho Kyuhyun (Han Hyun Mun's Boss)
  • Sungmin As Lee Sung Min (Lee Hyun Seok's Friend)
  • Ryeowook As Kim Ryeowook (Lee Sang Joon's Friend)
  • Yu Ri As Yu Ri (Han Hyun Mun's Friend)
Rating  : G (General)
Genre   : Romance
Disclaimer : Cinderella Man (Drakor)

PLEASE DO NOT COPY

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Annyeonghaseyo Readers!!! *bow
Author datang membawa Sejuta cerita seru, menarik, romantis dan lucu pokonya kalo kata Mbak Syahrini ceritanya cetar membahana ... wkwkwk.. Pokonya sesuatu lah di chapter ini..*cius? miapah?
Emang author satu ini GaJe deh ah...  Well, sebelum dilanjut ke chapter selanjutnya Author seperti biasa, akan merekap ulang cuplikan dari chapter sebelumnya supaya yang udah baca bisa kembali mengingat chapter sebelumnya... Yesungdahlah tak usah berlama-lama mendengar author bicara ngalor ngidul *what the meaning of ngalor ngidul* abaikan....
yuk mendingan capcus ciiinnn kita ke Te Ka Pe...!!!
OH ya seperti biasa author ingetin jangan lupa RCLnya ya.. ya ya ya???? Sebelum membaca biasakan Like dan setelah membaca jangan lupa masukannya buat author. Komeng, saran dan pujiannya Author terima dengan baik..^_^
 Okay!! Enjoy your Ride.. Ride to my world of fanfiction!! Enjoy Reading chingudeul"
 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 RECAP CHAPTER 2

  Belum sampai ke rumah tiba-tiba aku tertabrak sebuah mobil yang tiba-tiba datang dari arah kiriku di perempatan jalan "aaaauuuuwww" teriakku terjatuh, dan semua bahan belanjaanku berantakan.. Tanganku, tanganku berdarah. Aku melihat pengendara mobil itu keluar dari mobilnya dan hendak menghampiriku "mwo???" aku tersentak melihat pengendara itu......

RECAP CHAPTER 2 END

***
CHAPTER 3

Hyun Seok's POV


   "Mwo?" aku tersentak melihat pengendara itu ternyata namja yang tempo hari bertemu denganku di kedai Yu Ri, aku bangun dari posisiku yang sempat jatuh tersungkur dengan indah di atas aspal "kau?" tunjukku dengan suara lantang "apa kau tidak bisa menyetir? apa kau tidak lihat aku?" aku mulai naik pitam melihat ekspresinya yang menyebalkan itu "ini! kau lihat? aku terluka karena kecerobohanmu? kau ini.. jika kau baru belajar menyetir kenapa kau menyetir sendirian tanpa pemandu? untung saja lukaku tidak parah jika lukaku parah dan kehilangan nyawaku, aku akan menggentayangi hidupmu. arasseo?" lanjutku semakin kesal melihat dia diam saja. Aku terdiam, mencoba mengatur napas "sudah bicaranya?" sahut namja itu angkuh "mwo?" tanyaku tak mengerti seraya menggaruk kepalaku yang tak gatal "jika sudah selesai bicaranya, cepatlah kau menyingkir dari hadapanku karena kau sudah menyita waktuku sekitar..." namja itu melirik ke arah arlojinya "20 menit" lanjutnya benar-benar membuatku naik pitam "kau ini! kau ingin ribut denganku rupanya huh?" sahutku menyingsingkan kedua lenganku "aku kira kau sudah selesai bicara, masih belum juga? kalau begitu silahkan kau lanjutkan!" aku benar-benar berada di puncak emosi, tanpa banyak kata aku melayangkan pukulan tepat mendarat di wajah mulusnya itu, mulutnya mengeluarkan darah tapi tidak sebanyak darah yang keluar dari tanganku "rasakan itu! aku sudah selesai bicara, gamshahamnida" sahutku sedikit membungkuk lalu membangunkan sepedaku dan meninggalkan namja itu "paborasseo" kudengar ia meneriaki kata-kata itu dengan kesal tapi aku menghiraukannya.

Hyun Seok's POV End
 

***

Sang Joon's POV

   Aku baru saja pulang dari hotel, pekerjaanku menumpuk sehingga harus pulang terlambat. Sepertinya aku merasakan kantuk yang berat, pandanganku kabur sehingga tak bisa berkonsentrasi. Ah tidak, kurasa bukan hanya mengantuk tetapi jantungku, jantungku kambuh. Rasanya menyakitkan "aku pasti bisa sampai rumah" gumamku menyemangati diriku, keringat dingin mengucur deras ditubuhku. Aku menghentikan mobilku dipinggir jalan untuk meminum obat sejenak. Glekkk.. gleekkk... aku menelan beberapa tablet penghilang rasa sakitku, diam sejenak untuk mengatur napas dan kupejamkan mata sejenak. Lima belas menit kemudian aku merasa lebih segar, kini aku kembali mengemudikan stirku dan melanjutkan perjalanan.

   Perjalananku sudah hampir sampai, aku membawa mobilku dengan kecepatan yang tidak terlalu tinggi karena masih merasakan sakit di jantungku. Tiba-tiba aku melihat seorang pengendara sepeda hendak menyebrang, aku tak sempat menginjak rem sampai tak sengaja menabrak pengendara sepeda tersebut "aigho! Bagaimana keadaannya?" aku menengok sejenak ke depan dari dalam mobil "mwo? dia itu namja berandalan itu kan? aigho! kenapa aku harus berurusan lagi dengannya?" gerutuku semakin terkejut melihat si pengendara sepeda tersebut. Aku turun dari mobil dengan sikap dinginku, "kau?" dia berani sekali menunjukku "apa kau tidak bisa menyetir? apa kau tidak lihat aku?" sahut namja itu tak kujawab, aku tetap berada di posisiku yang tenang "ini! kau lihat? aku terluka karena kecerobohanmu? kau ini.. jika kau baru belajar menyetir kenapa kau menyetir sendirian tanpa pemandu? untung saja lukaku tidak parah jika lukaku parah dan kehilangan nyawaku, aku akan menggentayangi hidupmu. arasseo?" sahut namja itu kulihat bercucuran darah disikunya.


    "sudah bicaranya?" sahutku dalam posisi coolku "mwo?" sahut namja berandal itu garuk kepalanya yang sepertinya belum dikeramasi sejak seminggu yang lalu "jika sudah selesai bicaranya, cepatlah kau menyingkir dari hadapanku karena kau sudah menyita waktuku sekitar..." sahutku tertahan sejenak sambil melihat arloji mewahku "20 menit" lanjutku setelah menghitung berapa lama ia dan aku berdiri di jalan ini "kau ini! kau ingin ribut denganku rupanya huh?" sepertinya namja itu semakin kesal padaku "aku kira kau sudah selesai bicara, masih belum juga? kalau begitu silahkan kau lanjutkan!" sahutku masih stay cool dan tak menghiraukan emosinya sama sekali. Buuukkk....... aaww sakit, brengsek! namja itu memukul wajah tampanku. Kurasakan aliran darah hangat keluar dari sudut bibir indahku, aku mengusap darah tersebut seraya menatapnya dengan sinis "rasakan itu! aku sudah selesai bicara, gamshahamnida" ujar namja itu benar-benar memancing emosiku "paborasseo" teriakku melihatnya berlalu dari hadapanku.


   Aku melanjutkan perjalananku menuju rumah, sesampainya di rumah aku segera melangkah menuju kamar halmoni. Aku mengintipnya dari balik pintu, aku melihat halmoni sudah tertidur lelap. Aku pun kembali menutup pintu kamar halmoni dan beranjak menuju kamarku. Aku mengganti pakaianku, kemudian mengompres lukaku tadi dengan sedikit es agar esok bisa kembali normal. Sembari mengompres luka, aku merebahkan tubuhku di atas tempat tidur. Aku mencoba memejamkan mataku sejenak "mwo?" aku tersentak melihat sekelebat bayang yang terlintas dipikiranku "kenapa aku kembali teringat senyuman manis Hyun Mun?" ujarku tersenyum sendiri. "Ada apa denganku? apa aku menyukainya?" aku kembali teringat senyuman ramahnya, benar-benar menenangkan hati.

Sang Joon's POV End

***
Author's POV

   Hyun Seok pulang ke rumahnya dalam keadaan lemas, jalannya sedikit mengurangi kecepatan. Ia memasukkan sepeda kesayangannya ke dalam kedai yang ada di depan rumahnya. Setelah selesai memasukkan sepeda, ia segera masuk ke dalam rumahnya. Sementara di tempat lain, Hyun Mun masih sibuk berkutat dengan buku dan pensil untuk membuat sebuah design pakaian. Sejak kecil Hyun Mun memang sudah memiliki cita - cita sebagai designer baju terkenal. Hyun Mun menoleh ke jendela, ia memikirkan Hyun Seok yang sedari tadi belum juga memberi kabar.

    Hyun Mun berniat menelpon Hyun Seok namun ia kembali urungkan niatnya melihat malam sudah semakin larut, ia putuskan untuk menemui Hyun Seok besok pagi saja.

Author's POV End

***
Hyun Seok's POV

   Aku sampai di depan rumah, aku buru-buru menyimpan sepedaku ke dalam kedai. Setelah kedai terkunci rapat, aku segera melangkah masuk ke dalam rumahku "aku pulang" sahutku lemas berharap ahjussie sudah tertidur "kenapa tidak ada yang menjawab? apa ahjussie sudah tidur? syukurlah" sahutku berbisik sedikit memperlambat gerakku agar tak terdengar ahjussie "kau kira aku sudah tidur?" suara ahjussie mengejutkanku setengah mati "aigho! ahjussie" seruku menoleh ke belakang "kau mengejutkanku, kukira kau sudah sampai di pulau mimpi ternyata masih disini" lanjutku berusaha menyembunyikan tanganku "aku menunggumu pulang, sebab aku harus segera membuat mie tapi kenapa kau pulang terlambat? kau tidak lihat sudah pukul berapa sekarang?" sahut ahjussie membuatku menoleh ke arah jam di dinding yang sudah menunjukkan angka 11 malam.


    "mianhae tadi aku menjemput Hyun Mun terlebih dahulu, jadi agak terlambat. jeongmal mianhada ahjussie" sahutku membungkukkan badan 90 derajat "sudah sudah! hentikan membungkuk! tegakkan badanmu!" kudengar ahjussie menyuruhku menghentikannya "gomawo ahjussie!" pelukku riang "ne ne cheonma! lepaskan pelukanmu anak nakal! aku tak bisa bernapas" gumam ahjussie membuatku sejenak terlupa dengan rasa sakit di tanganku "hehehe, ya sudah aku ke kamar mandi dulu ne ahjussie! Ini belanjaannya" aku menyodorkan bahan ramyeon yang tadi kubeli "ne, gomawo! lho... tanganmu kenapa anak nakal?" omo ahjussie melihat lukaku, ish cerobohnya aku "ani ahjussie! hmm... ini... ini hanya luka kecil, tadi waktu aku memboncengi Hyun Mun kami terjatuh dan tanganku tergesek di aspal.. ah tapi ini bukan luka besar! ahjussie tenang saja ne!" sahutku berbohong "jeongmalyo?" ahjussie menatapku penuh kecurigaan nampaknya "ne ahjussie" ujarku ragu "sini! biar ku obati" sahut ahjussie menarikku.

   Ahjussie mengambil sebotol alkohol 70 % dan kapas serta tak lupa sebuah plester luka, dia menyuruhku diam sementara dia membersihkan lukaku. Ahjussieku ini memang tak ingin melihatku terluka sedikitpun, dia pernah bilang padaku bawha eomma dan appa telah berpesan padanya untuk menjagaku sepenuhnya maka dari itu ahjussie sangatlah perhatian padaku "gomawo ahjussie" sahutku seraya menatap ahjussie yang sibuk membersihkan lukaku "untuk apa?" tanya ahjussie menoleh ke arahku "ish! ahjussie ini, belagak tidak tahu" aku memanyunkan sedikit bibir sexyku "untuk malam ini lah, gomawo kau sudah mau mengobati lukaku. Saranghanda ahjussie" sahutku kemudian menarik tanganku dan membentuk sebuah love dari rangkaian kedua tanganku "sini tanganmu! kau ini, memangnya aku ini kekasihmu sehingga kau nyatakan cintamu padaku huh? kurasa kau memang saatnya membutuhkan seorang yeoja ne?" ahjussie menarik tanganku dan perkataannya sangat menyebalkan "ish! ahjusssiiieeee!!!!" teriakku malah ditertawakan olehnya "hahahaha" ahjussie tertawa terpingkal "wae?" tanyaku kesal "kau ini! tingkahmu masih seperti anak usia sepuluh tahun, bagaimana Hyun Mun mau menyukaimu?" aku segera menutup mulut ahjussie. Ahh dia ini memang menyebalkan "aaahhh!! ahjussie aku lelah, aku mau tidur. Annyeonghi jumuseyo" sahutku kesal dan terburu-buru, aku segera berlari menuju kamarku dan menutup pintu "haha dasar anak itu" kudengar ahjussie masih berbicara sembari tertawa, paborasseo.

Hari Selanjutnya

   Aku baru saja selesai mandi, aku masih mengelap rambutku dengan handuk kecil berwarna putih sembari keluar untuk memeriksa bahan-bahan makanan yang sudah tersedia di kedai "joheun achiemeyo ahjussie" sapaku melihat ahjussie tengah sibuk menyiapkan beberapa item untuk berjualan di kedai hari ini "joheun achiemeyo Hyun Seok ah! Kau sudah mandi?" balas ahjussie menatapku "tentu saja" balasku, aku menatap cermin besar yang terpajang di dinding dapur "aigho!! tampan sekali namja itu? lihat rambutnya!" begitu indah" sahutku di depan cermin memerhatikan bayanganku seraya menyentuh cabang rambutku "hidungnya mancung sekali! tengok matanya!" aku seperti ini setiap pagi hari setelah mandi "matanya indah, tajam! kau ini sangat sangat tampan boy!" sahutku kembali seraya tersenyum "memang kau sangat tampan Hyun Seok ah!" ahjussie selalu bilang begitu dan merangkul pundakku acap kali aku melakukan hal seperti ini "hehehe, tentu saja!" jawabku penuh rasa percaya diri. Ini adalah caraku untuk memulai hariku agar aku lebih percaya diri, hehe tak ada salahnya bukan memuji diri sendiri?.


   Setelah bersiap-siap, aku pun mengeluarkan sepeda andalanku "Hyun Seok!" seruan seseorang menahan pedal di kakiku, aku menoleh ke arah sumber suara "annyeong Hyun Mun" sapaku menundukkan kepala "annyeong, kau mau berangkat?" tanya yeoja itu selalu dengan senyuman mautnya, aku menganggukan kepalaku dengan cepat "semalam kenapa kau tidak menghubungiku? bukankah setiap kali kau habis menjemputku kau akan mengabariku?" sahut Hyun Mun mengingatkanku hal itu "ah ne, mianhae aku lupa. Semalam aku terlalu lelah samapi-sampai aku lupa memberitahumu aku sudah sampai rumah dengan selamat. Mianhae" aku kembali menundukkan kepalaku "gwenchanayo"sahut yeoja itu "tanganmu? ada apa dengan tanganmu?" ujar Hyun Mun sepertinya telah melihat lukaku "ah ani, bukan apa-apa! ini hanya lecet saja, semalam aku sempat terjatuh di pasar dan tanganku tergesek sesuatu hingga lecet tapi tak apa" aish lagi-lagi aku berbohong "jinjjayo?" tanya Hyun Mun nampaknya mencemaskanku "ne, sudah ya aku berangkat! aku takut kesiangan. Kau juga harus berangkat kerja bukan?" aku mengalihkan pembicaraan ini takut Hyun Mun bertanya lebih jauh "ne, nanti aku berangkat. Kau hati-hati ne! Annyeong" Hyun Mun membungkukkan badannya dan tersenyum manis padaku "ne, annyeong" sahutku lalu mulai mengayuh sepedaku dan meneriaki kata-kata andalanku.

Hyun Seok's POV End

***

Sang Joon's POV

   Mobilku sudah terparkir rapi di salah satu parkiran hotel, aku berjalan menuju kantorku dengan penuh rasa percaya diri. Nampak seperti biasanya, setiap pagi semua pegawai berbaris rapi di sepanjang jalan menuju hotel hanya untuk sekedar menyapaku "Joheun Achiemeyo kwajangnim ( Selamat Pagi General Manager )" sapa semua karyawan bersamaan, terdengar seperti paduan suara. Aku membungkukkan badanku dan berusaha tersenyum padanya "joheun achiemeyo naneun hwesawon ( selamat pagi karyawanku )" balasku kemudian melanjutkan langkahku menuju ruanganku di lantai atas lantai 6.

   Aku  mulai mengerjakan beberapa pekerjaanku, mulai dari menanda tangani setiap dokumen dari para karyawanku hingga siang ini harus menemui tamu asing yang akan datang dari negara Jepang yang akan mengadakan kerja sama dengan hotelku. "Chagiya! Ini data yang harus kau tanda tangani untuk jadwal pertemuan besok!" Kyu An menyodorkan beberapa berkas di mejaku, aku memeriksa satu persatu berkas tersebut dan menanda tanganinya dengan cermat dan teliti "gomawoyo, ini sudah kutanda tangani semua" aku mengembalikan berkas-berkas tersebut "ne, cheonma chagi" Kyu An tersenyum padaku "Kyu An! jadwal pertemuanku dengan investor dari Jepang hari ini pukul berapa?" tanyaku sembari membolak-balik sebuah dokumen, Kyu An duduk di batang kursiku sehingga memperdekat jarak antara aku dengannya "ne, pertemuanmu dengan investor tersebut usai jadwal makan siang. Jadi kau tak perlu khawatir! Kita makan siang bersama ne chagiya?" ujarnya merangkul pundakku "mianhae, hari ini aku sudah ada janji dengan temanku jadi aku tidak bisa menemanimu makan siang" sahutku datar "nuguseyo?" tanya Kyu An menatapku dengan tajam "kau ini, apa semua temanku harus kau kenal?" sahutku kini menatap kedua matanya "ani, tapi kenapa kau lebih mementingkan temanmu itu dibandingkan aku?" Kyu An memanyunkan bibirnya "anio! bukan aku mementingkan dia, tapi aku sudah lama tak bertemu dengannya dan hanya hari ini saja aku bisa bertemu dengannya" ujarku "ah ne, baiklah" sahut Kyu An lalu bergegas keluar meninggalkan ruanganku.


   Jam makan siang, aku segera berangkat ke sebuah kafe. Di sana sudah ada seorang teman sekaligus mantan asistenku yang sudah menantiku. Setelah lima belas menit aku mengendarai mobilku akhirnya aku sampai di kafe tersebut, aku berlari menuju ke dalam. Aku memerhatikan ke segala arah, mencari sosok tersebut "Sang Joon Kwajangnim" seseorang memanggilku dari jauh seraya melambaikan tangannya memberitahu keberadaannya "ahjussie!" seruku segera berlari menghampirinya. "Annyeong ahjussie" sapaku membungkuk "annyeong kwajangnim! kau semakin tampan rupanya" balas Ahjussie Kang tersenyum sumringah "ahjussie kau bisa saja!" sahutku tersipu "silahkan duduk, waktu kita tidak banyak!" sahutku seraya duduk di salah satu bangku menghadap mantan asistenku yang sudah kuanggap sebagai ahjussieku sendiri "ne, aku tahu kau orang sibuk jadi aku pun tidak meminta waktu banyak.. hahaha" balas ahjussie tertawa. Kamipun berbincang-bincang sembari makan hidangan makan siang kami, kami benar-benar saling merindukan satu sama lain. Rencananya kami adalah ahjussie kembali menjadi orang kepercayaanku di kantor hanya saja kini aku menaruhnya di posisi kepala pelayan bukan sebagai asistenku seperti dulu.

  Setelah bertemu dengan ahjussie, aku kembali ke kantor untuk menemui investor Jepang. Aku berdiskusi dengan investor Jepang yang bernama Hiromasa tersebut di dalam ruang rapat, kami membicarakan beberapa poin untuk mecapai satu kesepakatan. Setelah selesai rapat dengannya, aku kembali ke ruanganku. Aku meluruskan kakiku di atas meja, aku mencoba memejamkan kedua mataku yang lelah. Aigho! jantungku, kenapa jantungku kembali sakit "sakit, jantungku!" keringat dingin membasahi tubuhku, aku panik mencari botol obatku. "Kemana obatku?" aku semakin merasakan sakit yang hebat, aku tak mampu mengatur napasku, pandanganku gelap. Bluukkk.... aku terjatuh.
 
   Dalam posisi tersungkur di lantai, aku masih bisa mendengar suara jejak langkah seseorang yang memasuki ruanganku namun aku sudah tak sanggup membuka mataku "Sang Joon?" suara Kyu An terdengar samar.

Sang Joon's POV End

***

Kyu An's POV

   Setelah usai menemani tunanganku rapat dengan salah satu investor, aku pun melangkahkan kaki menuju toilet. Aku ingin memeriksa penampilanku siang ini, masih tampak cantik. "Naneun yeoppo yeoja (aku wanita cantik)" sahutku menatap cermin "Sang Joon, beruntung sekali kau bisa mendapatkanku" aku kembali bergumam seraya tersenyum dengan bayanganku dicermin. Selesai memeriksa penampilanku, aku berniat menemui Sang Joon di ruangannya, karena sesuai list kegiatannya saat ini ia tak punya jadwal apapun jadi aku rasa kami bisa bermesraan di sana.


   Aku melangkah menuju ruangannya, ku pegang gagang pintu tersebut "Sang Joon?" sahutku tersentak melihat Sang Joon sudah tersungkur di lantai "Sang Joon ah! ireona! (Sang Joon bangun!)" sahutku berusaha menyadarkannya dengan memukul ringan kedua pipinya, namun usahaku sia-sia. Aku harus memanggil ambulan, aku mengambil ponselku lalu mencari nomor Rumah Sakit langganan Sang Joon, aku pun segera menelpon ke pihak Rumah Sakit tersebut.

   Dua puluh menit kemudian, aku sudah berada di depan ruang UGD. Menunggu Sang Joon diperiksa, perasaanku benar-benar cemas acap kali melihat penyakitnya kambuh. Aku menelpon halmoni "yoboseyo halmoni" sapaku "ne halmoni, dia sedang di UGD saat ini! Ne aku menunggumu" sahutku lalu menutup telepon. Selang beberapa menit, Dokter keluar dengan dua susternya lalu menyuruhku untuk menemani Sang Joon di dalam. Waktu berjalan begitu cepat, tak terasa hari mulai gelap sementara aku dan halmoni masih belum bisa melihat Sang Joon terbangun. Dokter menyuruhku dan halmoni pulang untuk beristirahat karena jam besuk pun sudah habis. Aku dan halmonipun pulang, meninggalkan Sang Joon dengan penuh rasa khawatir.

Kyu An's POV End

***

Sang Joon's POV

   Perlahan aku membuka mataku, aku masih bisa merasakan sakit di bagian jantungku. Ketika berhasil membuka mata, seorang perawat menghampiriku "Tuan, kau siuman?" sahut perawat tersebut menatapku "tunggu sebentar ya Tuan, aku panggilkan Dokter" sahutnya kembali lalu meninggalkanku pergi. Tak lama kemudian perawat itu kembali ke kamarku bersama dengan Dokter pribadiku "annyeong Sang Joon ah" sapanya membungkukkan badannya padaku "annyeong" jawabku lirih "biar kuperiksa sebentar keadaanmu ya tuan" serunya kuanggukkan. Setelah memeriksa keadaanku, ia pun mulai membicarakan keadaanku "Sang Joon ah, Joseumnida! aku harus beritahu keadaanmu" sahutnya membuatku khawatir "ne gwenchanayo" sahutku "keadaanmu semakin memburuk, kau harus segera mendapatkan donor jantung yang tepat jika tidak kupastikan hidupmu tak bisa bertahan lebih lama" ujarnya membuatku sedikit terkejut "bagaimana ini? apa aku harus menjalani pengobatan dan operasi di sini?" tanyaku ingin mendapat kejelasan lebih "kurasa tidak, tuan harus melakukan semua itu di Amerika, karena peralatan medis kami masih kurang lengkap tuan" sahut Dokter itu membuatku semakin bingung "ne araho, gomapseumnida atas infonya Dok" sahutku "ne cheonmaneyo tuan, istirahatlah yang cukup! Saya permisi tuan" sahutnya lalu meninggalkanku.


   Aigho, aku tidak mungkin meninggalkan pekerjaanku! Tapi aku juga tidak ingin sakit seperti ini, aku harus bagaimana. Aku berpikir keras mencari solusinya, hingga akhirnya aku terpikirkan sesuatu "ah ne, namja berandal itu" aku tersenyum licik menemukan solusinya "benar! bukankah wajahku dengannya itu mirip? Bagaimana jika ia menggantikanku sementara? Apa akan ada yang bisa membedakan kami?" sahutku benar-benar ingin mewujudkan ide gilaku.

  Tiga Hari Kemudian

   Aku sudah bisa pulang dari Rumah Sakit, namun tak ada satu orangpun yang mengetahui kabar kepulanganku. Aku sengaja merahasiakan dari siapapun, karena aku ingin mencari namja berandal itu hari ini. Aku menyusuri setiap jalan di Gangman menggunakan taksi, aku melihat namja tersebut keluar dari salah satu gang dengan mengendarai sepeda. "Ahjussie berhenti disini!" sahutku pada sopir taksi tersebut lalu membayar tarifnya dan berlari menemui namja itu "tunggu!" teriakku menghentikan namja itu, ia menoleh ke arahku "annyeong! kau masih ingat padaku?" sapaku berusaha baik padanya "tentu saja, ada apa kau menemuiku?' tanya namja itu menatapku sinis "bisa kita bicara sebentar?" kataku menatapnya penuh harap.


   "bicara saja!" sahut namja itu jutek "tidak di sini, kau bisa ikut denganku sebentar?" sahutku menggelengkan kepalaku "museun suriya? (apa maksudmu?)" tanya namja itu "yang ingin kubicarakan denganmu cukup panjang jadi tidak bisa dibicarakan di pinggir jalan begini" sahutku berusaha menjelaskannya "lalu bagaimana dengan daganganku? aku harus berjualan, jika tidak aku akan dimarahi ahjussie" sahut namja itu "tenang saja! aku akan bayar semua daganganmu, eottokhae?" sahutku tersenyum padanya "mworago? (apa katamu?" namja ini benar-benar melatih kesabaranku "aku akan membayar semua daganganmu asalkan kau mau ikut denganku. Eottokhae?" uajrku mempertegas maksudku "jeongmal?" ku lihat guratan bahagia di wajahnya "ne" sahutku "geureyo, aku mau ikut denganmu" aku berhasil membujuk namja yang belum ku ketahui namanya itu ikut bersamaku. Akupun pergi bersama dengan namja asing tersebut, sementara ia menitipkan sepedanya di salah satu penitipan kendaraan.

Sang Joon's POV End

TBC

Eottkhae? Chapter ini seru tak??? Kira-kira apa ya ide gilanya Sang Joon?? dan dia mau apakan Hyun Seok ya???? Penasaran??? Tunggu jawabannya di Chapter selanjutnya ne!! RCLnya author tunggu selalu... Gomawoyo ^^

Monday, February 11, 2013

Cinderella Boy [Chapter 4]

type='html'>

Title     : Cinderella Boy
Author : Han Ha Rin
Cros Posting : Facebook

Cast     :
  • Yesung As Lee Hyun Seok
  • Kim Kibum As Lee Sang Joon
  • Sulli As Han Hyun Mun
  • Krystal As Kim An Kyu
Cast Additional :
  • Kyuhyun As Cho Kyuhyun (Han Hyun Mun's Boss)
  • Sungmin As Lee Sung Min (Lee Hyun Seok's Friend)
  • Ryeowook As Kim Ryeowook (Lee Sang Joon's Friend)
  • Yu Ri As Yu Ri (Han Hyun Mun's Friend)
Rating  : G (General)
Genre   : Romance
Disclaimer : Cinderella Man (Drakor)

PLEASE DO NOT COPY

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Annyeong haseyo,,,,, Yuhuuuuu!!! Author Come back, adakah yang merindukanku??? *plak
Adakah yang sudah menanti-nanti fanficku????? Biar author hitung... 10... 20... 30.... 100??? *sambil tunjuk readers* wuah banyak juga yang menanti...
Author semakin hari semakin gaje eits tapi tenang ajah fanficnya semakin hari semakin seru kok! Jadi Don't Worry, Yang penting happy baca fanfic milik author..hehehe... Well di Chapter 4 ini author sedikit kasih bocoran ya, di chapter ini konflik mulai terjadi, Siapa menjadi siapa... Dan kisah cinta yang sebenarnya akan berawal di chapter ini... Hmmm!!!! Udah penasaran nih pastinya?? Kepo deh kalo kata alayers....
Yo wiss lah silahkan berkepo-kepo ria!! Supaya kalo kepo jadi mau baca fanfic author yang satu ini... hehehehe *author ngomong apa sih???
Geureyo, Silahkan dibaca fanficnya tapi seperti biasa jangan Lupa LIKE sebelum membaca dan KOMENTAR setelah selesai Membaca!! Dan Good Reader di HARAMKAN MENGCOPAS karya author ataupun penulis lain!!! Hargailah karya dan ide orang lain supaya Negeri ini bebas dari PLAGIARISME!!! Ok ok ok????
Yesungdalah Happy Reading All ^^ 
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

RECAP CHAPTER 3
 
   "bicara saja!" sahut namja itu jutek "tidak di sini, kau bisa ikut denganku sebentar?" sahutku menggelengkan kepalaku "museun suriya? (apa maksudmu?)" tanya namja itu "yang ingin kubicarakan denganmu cukup panjang jadi tidak bisa dibicarakan di pinggir jalan begini" sahutku berusaha menjelaskannya "lalu bagaimana dengan daganganku? aku harus berjualan, jika tidak aku akan dimarahi ahjussie" sahut namja itu "tenang saja! aku akan bayar semua daganganmu, eottokhae?" sahutku tersenyum padanya "mworago? (apa katamu?" namja ini benar-benar melatih kesabaranku "aku akan membayar semua daganganmu asalkan kau mau ikut denganku. Eottokhae?" ujarku mempertegas maksudku "jeongmal?" ku lihat guratan bahagia di wajahnya "ne" sahutku "geureyo, aku mau ikut denganmu" aku berhasil membujuk namja yang belum ku ketahui namanya itu ikut bersamaku. Akupun pergi bersama dengan namja asing tersebut, sementara ia menitipkan sepedanya di salah satu penitipan kendaraan.

RECAP CHAPTER 3 END

***

CHAPTER 4

Hyun Seok's POV

   Namja itu, aku mengikuti namja itu kemana dia pergi. Sebenarnya dia mau apa denganku? bukankah selama ini dia sangat arogan padaku kenapa tiba-tiba ia mengajakku berbicara serius?? apa ini sangat serius sampai-sampai ia rela membayar semua daganganku hari ini? Aku benar-benar penasaran.


    Lima belas kemudian, aku dan dia sampai di tepi pantai. Kenapa dia mengajakku ke sini? Bukankah di sini sepi sekali? Dia mau apa denganku? perasaanku jadi tidak enak. "Kenapa kau mengajakku ke sini? sebenarnya kau mau apa denganku?" tanyaku menatap curiga namja itu, namja itu menoleh ke arahku "kenapa kau tegang sekali?" tanya namja itu spertinya menahan tawa "a.. a.. ani!! aku hanya heran saja kenapa ka.. kau mengajakku ke sini? kau tidak ingin melemparku ke laut itu kan?" kenapa aku jadi mendadak gugup "hahahahahaa.........." namja itu tertawa lepas mendengar ucapanku "kau tenang saja! aku bukan mafia atau pembunuh bayaran? lagipula apa untungnya membunuhmu??? tenang saja!" ujar namja itu masih dibumbui sedikit tawa "ooh syukurlah! aku lega mendengarnya, memang tak ada untungnya sih membunuhku lalu kau mau apa mengajakku ke sini?" aku senyum-senyum tak jelas "hahaha.... tenang saja! Apa wajahku ini seperti seorang pembunuh berdarah dingin? huh?" ejeknya membuatku tersipu "hahaha benar juga, mana ada pembunuh setampan kau? tapi kau tidak lebih tampan dariku? hahahaha" sahutku tertawa terbahak namun kuhentikan tawaku seketika melihat namja itu menatapku heran "oh mianhae" ucapku jadi tak enak hati "naneun Lee Sang Joon imnida" namja itu mengulurkan tangan kanannya "ah ne naneun Lee Hyun Seok imnida. Bukankah pertama kali bertemu kita sudah kenalan ya?" ucapku menyambut hangat uluran tangannya "ne tapi aku lupa siapa namamu, tak ada salahnya bukan berkenalan kembali?" ujarnya ternyata tidak seangkuh kemarin "ne tentu saja" aku tersenyum lepas padanya.

  Dia membelikanku sekaleng minuman ringan, kami duduk di tepi pantai seraya melihat ke depan "Hyun Seok apa kau tidak bosan berjualan ramyeon setiap hari?" tanya Sang Joon seraya meneguk minumannya "anio! wae?" sahutku singkat sekilas menoleh ke arahnya "apa pekerjaanmu tidak bisa ditinggal?" dia kembali bertanya padaku "sebenarnya bisa saja, tapi jika kutinggal aku takut membuat ahjussie repot. Kau tahu? untuk bertahan hidup aku dan ahjussie harus berdagang setiap hari" ujarku antusias "ah ne ara, apa kau mau membantuku satu hal? tenang saja! aku akan jamin semua kebutuhanmu dan ahjussiemu, eottkhae?" ujar Sang Joon mendadak antusias "mwo?" tanyaku tak mengerti "begini, aku harus pergi ke Amerika. Aku harus berobat beberapa bulan tetapi aku tak mungkin bisa meninggalkan hotelku dan semua pekerjaannya, aku butuh pengganti tapi aku tidak mau ada yang tahu bahwa aku sedang berobat. Apa kau bisa menggantikan aku sementara?" ujarnya membuatku tersentak "museun suriya (apa maksudmu?)" aku menatapnya penuh tanya "kau mau kan membantuku, kau menyamar menjadi aku" sahutnya benar-benar mengejutkanku.


    "mwo???" sahutku keras "ayolah bantu aku!! jaebal!!!" kulihat ia memasang wajah penuh harapan padaku "mana mungkin aku bisa menjadi dirimu? Aku tidak pernah menjadi seorang bos bahkan aku tak pernah tahu rasanya menjadi orang kaya lagipula aku harus alasan apa dengan ahjussie untuk meninggalkannya? Dia tidak mungkin mengizinkanku" ujarku berdiri menatapnya "kau tenang saja, nanti ada ahjussieku yang akan membimbingmu. Kau bilang saja pada ahjussiemu bahwa kau mendapat tawaran pekerjaan di Seoul, kau bisa pulang ke Gangnam kapan saja tapi dengan satu syarat!" gumam Sang Joon "mwo?" tanyaku mengernyitkan kedua alis mataku "ini rahasia aku, kau dan Kang Ahjussie. Jadi kau harus jaga rahasia ini sampai tak ada orang lain yang mengetahui penyamaranmu! Arasseo?" dia menatapku dekat sekali "ne" sahutku singkat "lalu aku harus tinggal dimana?" tanyaku bingung "di rumahku, kebetulan halmoniku akan pergi ke Jeju lusa jadi kau bisa leluasa di rumahku. Kau boleh memakai semua barang dan fasilitasku, tapi ingat kau harus berhati-hati! Jangan sampai ada yang tahu penyamaranmu, Eottkhae?" ujar Sang Joon terdengar tegas "ok! baiklah aku terima tawaranmu, tapi aku masih bisa pulang menemui ahjussie dan yeojaku kan?" ujarku ingin mencoba hidup enak "tentu, tapi ingat! jangan sampai ada yang tahu penyamaranmu!" ujar dia tersenyum "beres bos!" aku mengangkat tanganku memberi hormat "kau akan berangkat kapan?" tanyaku "lusa, setelah halmoni berangkat aku akan berangkat. Kau bisa belajar menjadi diriku mulai besok! Aku akan mengenalkanmu pada ahjussieku, kau siap?" tanyanya menonjok ringan dadaku "tentu saja" ujarku menegakkan tubuhku.

   Setelah membicarakan hal tersebut, aku pun kembali ke rumah dan sesampainya di rumah aku segera membersihkan diriku dan membaringkan tubuhku sejenak. Mataku terasa berat dan pedih, sepertinya aku mengantuk.

Hyun Seok's POV End

***

Sang Joon's POV

   Aku turun dari dalam taksi, aku terus menebar senyumanku yang jarang sekali aku bagikan pada orang lain. Malam ini aku benar-benar bahagia karena aku bisa pergi berobat tanpa harus diketahui siapapun termasuk halmoni dan Kyu An. "Annyeong halmoniya" sapaku melihat halmoni keluar dari kamarnya "annyeong Sang Joon ah! lho kau pulang dari Rumah Sakit semalam ini? kenapa tidak minta supir menjemputmu?" halmoni terkejut melihatku tiba-tiba nongol "ah ani halmoni! Tadi aku pulang dijemput Kang ahjussie lalu aku mampir dulu ke rumahnya jadi aku baru sampai rumah sekarang. Mianhae sudah membuatmu khawatir!" aku membungkukkan badanku "oh begitu, ya sudah sekarang kau istirahatlah di kamarmu! Kau harus banyak istirahat!" sahutnya menepuk pundakku "ne halmoni, annyeongi jumuseyo halmoni" sahutku lalu mencium kening halmoni "annyeongi jumuseyo Sang Joon chagi" balas halmoni.

  Aku menaiki satu persatu anak tangga hingga menuju pintu kamarku, aku membuka pintu kamarku. Berbaring menatap langit-langit, sesekali ku membalik tubuhku ke kanan dan ke kiri seraya menatap semua sudut di kamarku "aku akan segera meninggalkan kamar kesayanganku, aku akan sangat merindukannya" ujarku kini sudah dalam posisi duduk seraya menatap semua sudut "Hyun Seok kuharap kau bisa jalani penyamaranmu dengan baik dan tidak merusak kamarku. Gomawo Hyun Seok" ujarku lalu membantingkan tubuhku di atas kasurku yang empuk.

Skip


   Aku siap berangkat hari ini, ahjussie mengantarku sampai ke Incheon airport "ahjussie, aku titip Hyun Seok ne!" sahutku tersenyum ke arahnya dan Hyun Seok yang berdiri berdampingan "tentu Sang Joon ah! Aku akan mengajari bocah ini hingga bisa seperti tuan muda sepertimu" ujarnya membuatku terkekeh "mwo? bocah? aku sudah besar ahjussie" kulihat Hyun Seok protes dengan ucapan Kang ahjussie "ne kau memang sudah besar tapi bagiku kau cuma seorang bocah. Sudah tidak usah protes!" kulihat ahjussie menjawab dan tidak ada perlawanan dari Hyun Seok "sudahlah! aku berangkat ne! Hyun Seok ingat pesanku kan!" ujarku menatap Hyun Seok yang masih memanyunkan bibirnya seperti anak kecil "ne, tenang saja! aku sudah ingat! Kau jangan pikirkan aku, fokuslah pada pengobatanmu!! ne?" ujarnya membuatku tenang "geureyo! aku pergi. Annyeonghi gaseyo, to manayo Hyun Seok ah do Kang ahjussie" sahutku berpamitan seraya memeluk ahjussie dan Hyun Seok bergantian "annyenghi gaseyo Sang Joon ah" sahut Hyun Seok.

  Aku berjalan menjauh seraya melambaikan tanganku ke arah keduanya. Hingga aku tak bisa melihat kedua orang tersebut. Aku duduk di salah satu kursi penumpang, ku lihat langit begitu cerah hari ini. Sempat terbesit kekhawatiran dibenakku, aku khawatir dengan Hyun Seok tapi aku percaya pada ahjussie dia pasti bisa mengatasi anak itu dengan baik sampai aku kembali. Aku sandarkan kepalaku di bantalan kursi yang empuk dan berusaha memejamkan mataku.

Sang Joon's POV End

 ***

Hyun Seok's POV

   Aku berada dalam satu mobil dengan Kang ahjussie, ah dia galak sekali membuatku takut saja! Apa lagi aku harus banyak belajar hal darinya selama kurang lebih tiga bulan ini. Apa aku sanggup??? ah aku pasti bisa "Hwaiting Hyun Seok!!" gumamku dalam hati mencoba menyemangati pikiranku. "Ahjussie, sekarang kau mau mengajakku kemana?" tanyaku menatapnya di posisi depan "kita akan pulang ke rumahmu" ujarnya masih tetap fokus menatap jalan "mwo?? ke rumahku? aku bisa bertemu dengan ahjussie dan Hyun Mun dong?" sahutku sumringah dengar ucapannya "ish! anio! bukan ke rumahmu yang itu, maksudku kita sekarang menuju ke rumah tuan muda Sang Joon. Arasseo?" ujarnya kali ini membuatku lemas "ne arasseo" ujarku kembali menyandarkan kepalaku. Aku memejamkan mataku sejenak, namun aku kembali teringat perpisahanku dengan ahjussie dan Hyun Mun kemarin.

Kemarin ...

   "Ahjussie, aku ingin beritahu sesuatu padamu. Boleh?" sahutku duduk di samping ahjussie yang sedang menyiapkan ramyeon di kedai "tentu saja, mwo?" sahutnya masih sibuk mengaduk bumbu di dalam mangkok "ahjussie, aku mendapatkan tawaran pekerjaan dari temanku di Seoul" sahutku ragu "lalu?" tanya ahjussie singkat sekali "apa aku boleh bekerja di sana?" kini aku mendekati ahjussie dan menatapnya dekat-dekat "Sejak kapan kau memiliki teman di Seoul? dan kau ditawari pekerjaan apa oleh temanmu?" tanya ahjussie menatapku curiga "dia itu teman SMPku ahjussie, dia pindah ke Seoul dan bekerja di sana. Sekarang perusahaan tempat di mana ia bekerja sedang membutuhkan pegawai ahjussie, dia bilang posisi sebagai koki. Boleh kan ahjussie? aku janji uang hasil aku bekerja akan kusimpan dan untuk membesarkan kedai kita. boleh ya??? jaebal ahjussie!!" aku merapatkan kedua tanganku seperti sedang mengucapkan wish pada bintang "baiklah, kau boleh bekerja di Seoul tapi usahakan satu minggu atau satu bulan sekali kau mengunjungiku. Arasseo?" sahutnya membuatku ingin melompat tinggi "ne ahjussie! Gomawoyo ahjussie!" aku segera memeluknya dengan erat. Kurasa ahjussie tak bisa bernapas... hahahaha... "ne cheonma, lepaskan pelukanmu!" seru ahjussie membuatku melepas pelukannya seketika.

   "Annyeong ahjussie do Hyun Seok" saat aku berduaan dengan ahjussie tiba-tiba ada yang menyapa kami "ah annyeong Hyun Mun ah!" balasku dan ahjussie setelah mengetahui sumber suara tersebut milik bidadari cantik "apa aku mengganggu obrolan kalian?" sahutnya nampak malu-malu "ah anio Hyun Mun ah!" sahutku dan ahjussie nampak seperti paduan suara "Hyun Mun! kebetulan kau kesini, aku ingin bicara sesuatu padamu. Kajja ikut aku!" sahutku segera menyambangi tangan Hyun Mun "ahjussie aku tinggal dulu sebentar ne!" sahutku membelakanginya "ahjussie aku pamit, annyeong!" Hyun Mun membalikkan badannya "ne, annyeong" balas ahjussie terdengar samar.


  Aku mengajak Hyun Mun keluar sebentar, aku mengayuh sepedaku dan memboncengi bidadariku. Sepanjang perjalanan aku memikirkan perasaanku yang akan jarang menemuinya, aku pasti sangat merindukanmu Hyunie" gumamku membatin "Hyun Seok! kau mau bicara apa?" tanya Hyun Mun membuyarkan pikiranku "nanti kuceritakan! sabarlah sedikit!" sahutku sepertinya membuat ia penasaran "ne geureyo" sahut Hyun Mun terdiam kembali. Tak lama kemudian, aku sudah sampai di taman dengannya. Kulihat di sana ada yang berjualan es krim, kurasa aku harus membelinya untuk membuat obrolanku semakin nyaman. aku berlari menghampiri Hyun Mun setelah berhasil mendapatkan dua es krim rasa cokelat favorit kami "gomawo" sahut Hyun Mun mengulas senyuman manis di wajahnya, ia duduk di sampingku di salah satu bangku taman "Hyun! Sebenarnya kau mau bicara apa denganku?" tanya Hyun Mun kulihat masih asyik melumat es krimnya "Hyunie, aku mendapat tawaran pekerjaan di Seoul" sahutku membuatnya seketika menoleh ke arahku "di Seoul?" tanya Hyunie ku tersentak "ne, aku mau berpamitan denganmu! Besok aku sudah mulai bekerja" sahutku. Kenapa Hyun Mun terdiam "tapi kau tenang saja! Aku usahakan dalam seminggu aku akan mengunjungimu dan ahjussie satu kali, Hyunie gwenchanayo?" sahutku berusaha mencairkan suasana yang nampak menegangkan "ne gwenchanayo! memangnya kau dapat tawaran pekerjaan apa dan siapa yang menawarimu pekerjaan?" sahut Hyun Mun nampak sedih "temanku, dia bekerja di perusahaan yang sama. Sebagai koki" sahutku mencoba tetap tersenyum "ne! kau baik-baik di sana! jaga kesehatanmu! dan jangan lupa makan ne!" Hyunie memberi perhatian padaku, membuatku benar-benar berat meninggalkannya "ne Hyunie!!" sahutku lalu memeluknya. Kami pun melanjutkan menghabiskan es krim kami yang sudah mencair terkena sinar matahari. 

Kembali Hari Ini....

   Aku sudah sampai di sebuah rumah mewah bertingkat dua dengan cat berwarna klasik karamel, kulihat bunga bermekaran di setiap sudut taman di halaman depannya. Pintu gerbang terbuat dari kayu jati berhasil membuat rumah ini nampak lebih indah. Ada beberapa bangku tamu di depan halamannya dan kulihat sebuah ayunan berbentuk kursi berwarna putih terpasang di dekat sebuah pohon di samping rumah. Benar-benar rumah yang indah dan asri, baru di luar saja sudah mengagumkan. Aku melalui sebuah pintu, melangkah sampai berada di dalam rumah mewah tersebut. Kuperhatikan setiap tatanan di rumah tersebut, kulihat sofa berwarna karamel yang selaras dengan cat dindingnya berada dekat jendela dan tak lupa beberapa bantalan kecil menghiasi sofa tersebut, beberapa guci besar nampak mempercantik ruangan tersebut. Kulirik dinding, ternyata banyak sekali foto keluarga Sang Joon. Ada foto Sang Joon nampaknya dengan eomma dan appanya, ada pula yang bersama eomma, appa dan mungkin halmoninya "keluarga yang harmonis, tidak sepertiku! Aku bahkan tak pernah tahu wajah kedua orangtuaku" aku bergumam tanpa menghiraukan langkah Kang ahjussie yang sudah berada di atas tangga "Hey! anak kecil!" seru ahjussie mengejutkanku "kau sedang apa disana? kajja ppali ikut aku!" ujarnya kencang "ne ahjussie" sahutku lalu membuntutinya di belakang.



  Ahjussie membuka sebuah pintu kamar, wuaw kamar ini luas sekali. Catnya berbeda dari ruangan-ruangan sebelumnya, kamar ini berwarna putih bersih dan tertata rapi. Ini pasti kamar Sang Joon, dia benar-benar beruntung "ini lah kamarmu sementara penyamaran! Ini kamar Sang Joon jadi kau harus membiasakan diri sebagai Sang Joon mulai saat ini. Arasseo?" seru ahjussie tegas "ne ahjussie arasseo" sahutku memberi hormat padanya. Ya sudah sekarang kau mandi dulu, aku beli makan dulu untuk makan malam. Ne?" sahutnya lagi "ne ahjussie" sahutku.

  Selesai mandi aku pun makan malam bersama dengan ahjussie tapi makan malamnya menyebalkan. "Hey! turunkan kakimu!" seru ahjussie ketika aku menaikan salah satu kakiku saat makan "wae ahjussie?" tanyaku dengan mulut penuh "turunkan! kau harus belajar menjadi tuan muda, maka sikapmu harus bisa seperti dia! Turunkan!" serunya memukul kakiku dengan sebilah kayu "sakit ahjussie!" ujarku kesakitan "saat makan, dilarang berbicara!" ahjussie ini makan saja banyak aturan, paborasseo "ne" sahutku diam "cara menggunakan sumpitmu juga salah! lihat caraku!" ahjussie mencontohkan cara memegang sumpit yang benar. Aku mencoba mengikutinya tetapi makananku selalu terjatuh, kucoba lagi "yup sudah hampir sampai di mulutku" gumamku saat sumpit berada di depan mulutku, yaakk makanannya kembali terjatuh. Neomu neomu paborasseo "pabo! menggunakan sumpit saja tidak bisa, ya sudah makan saja dengan caramu! Jika kau tak bisa-bisa, kau tidak akan makan hingga esok" sahut ahjussie membuatku dengan sigap menghabiskan santapan makan malamku "gomapta ahjussie" sahutku "eum" sahutnya ketus.


  Keesokan harinya, aku siap berangkat ke hotel. Hari pertama bekerja aku benar-benar gugup, semalaman aku tidak bisa tidur memikirkan hari ini. Mobilku berhenti di depan hotel "Seoul" yang selama ini kuimpi-impikan, aku keluar dari dalam mobil ferrari merahku dengan penampilan yang berbeda. Aku hari ini mengenakan jas hitam dengan dasi berwarna merah serta berkacamata seperti Sang Joon. Ahjussie mengajakku memasuki hotel tersebut "mwo?" aku tersentak melihat para pegawai berbaris rapi dan menyapaku serempak "annyeong haseyo Kwajangnim! Joheun achiemeyo" sapa semua pegawai membuatku terpukau "hehe annyeong" balasku tersenyum lebar seraya melambaikan tanganku "Tuan muda! bungkukkan badan bukan melambaikan tangan!" ahjussie berbisik padaku "ah ne, mianhae" sahutku lalu membungkuk.

   Ahjussie mengajakku berkeliling memeriksa setiap ruangan "annyeong kwajangnim" sapa seorang pelayan di setiap jalanku "beginikah rasanya menjadi seorang manajer? hehehe menyenangkan! tapi punggungku pegal harus membungkuk terus "Annyeong chagiya" sapa seorang yeoja cantik dan tinggi menghampiriku dan menggandeng tanganku "ahjussie mohon tinggalkan aku dengannya!" seru yeoja tersebut mengusir ahjussie sahut ahjussie lalu meninggalkanku dengan yeoja ini "dia siapa? apa dia yeojachingu Sang Joon?" tanya dalam hati seraya memerhatikan penampilan yeoja tersebut "chagiya, kau sudah sehat? kenapa keluar dari rumah sakit tidak memberitahuku? kenapa malah Kang ahjussie yang kau beritahu? kau ini menyebalkan" sahutnya membuatku bingung "ah ne! mianhae, aku memang lebih nyaman dengan ahjussie karena dia namja" ujarku sedikit gugup "kau kenapa chagiya? kau masih sakit?" tanya yeoja itu menatap kedua mataku "ah ani" aku menggelengkan kepalaku "lalu kenapa kau berkeringat sebanyak ini? disini panas ya?" tanya yeoja ini benar-benar menguras keringatku "aku tidak sakit, ne se.. se.. sepertinya di sini panas! aku.. aku ke ruanganku dulu ne! Karena banyak pekerjaanku menunggu. Annyeong!" sahutku membungkukkan badan dan buru-buru menghindarinya. 

Hyun Seok's POV End


 ***

Kyu An POV

    Aku baru saja menyelesaikan pekerjaanku, aku dengar Sang Joon sudah kembali ke hotel. Aku dengan sigap mencari sosok tunanganku, aku sangat merindukannya. Sesampainya di loby, aku melihat Sang Joon dengan Kang ahjussie, aku cepat-cepat menghampirinya "Annyeong chagiya" sapaku menggandeng tangannya "ahjussie mohon tinggalkan aku dengannya!" aku menyuruh Kang ahjussie meninggalkan kami "ne noona!" sahut ahjussie lalu meninggalkanku "chagiya, kau sudah sehat? kenapa keluar dari rumah sakit tidak memberitahuku? kenapa malah Kang ahjussie yang kau beritahu? kau ini menyebalkan" tanyaku dengan nada manja seraya menyandarkan kepalaku di bahunya "ah ne! mianhae, aku memang lebih nyaman dengan ahjussie karena dia namja" sahutnya kudengar gugup, dia kenapa? bukankah dia selalu cuek denganku kenapa kali ini gugup di hadapanku? "kau kenapa chagiya? kau masih sakit?" tanyaku menatap kedua matanya yang indah "ah ani" dia menggelengkan kepalanya namun kulihat banyak keringat mengalir di tubuhnya "lalu kenapa kau berkeringat sebanyak ini? disini panas ya?" sahutku memerhatikan setiap tetes keringatnya "aku tidak sakit, ne se.. se.. sepertinya di sini panas! aku.. aku ke ruanganku dulu ne! Karena banyak pekerjaanku menunggu. Annyeong!" sahutnya buru-buru pergi meninggalkanku terpaku di sini "dia kenapa? tingkahnya benar-benar aneh?" gumamku menggaruk kepalaku yang tak gatal.


  Aku kembali ke ruanganku, aku masih memikirkan keanehannya hari ini "bukankah Sang Joon paling enggan membungkuk kepadaku? tapi kenapa dia hari ini membungkuk padaku?" aku masih teringat saat Sang Joon membungkuk tadi "dan kenapa dia begitu gugup? Bukankah selama ini dia selalu dingin menghadapiku?" gumamku masih bingung dengan Sang Joon hari ini "aahhh!! memusingkan" sahutku. Tiba-tiba Sang Joon keluar dari ruangannya bersama Kang ahjussie "Annyeong Kyu An ya" sapa Kang ahjussie membuatku tersentak "ah annyeong ahjussie, annyeong Kwajangnim" aku dengan sigap berdiri dan membungkuk "kami mau keluar sebentar, aku mohon meja kwajangnim dibersihkan ne!" seru Kang ahjussie "ne ahjussie" sahutku tersenyum, "mwo?" kulihat Sang Joon tersenyum padaku sebelum meninggalkanku. Aku terpaku menatapnya hingga bayangnya tak lagi nampak "ada apa ini?" tanyaku penuh rasa penasaran.

TBC...

Well, Bagaimana ya kelanjutan kisah penyamaran Hyun Seok menjadi Sang Joon?? Akan kah berjalan lancar sesuai rencana mereka??? Bisakah Hyun Seok belajar menjadi seorang Tuan Muda yang baik????? Penasaran? Penasaran?????? Tunggu kelanjutannya di Chapter berikutnya ne!!! Gomawo ^^

Sunday, January 27, 2013

Cinderella Boy [Chapter 5]

type='html'>

Title     : Cinderella Boy
Author : Han Ha Rin
Cros Posting : Facebook

Cast     :
  • Yesung As Lee Hyun Seok
  • Kim Kibum As Lee Sang Joon
  • Sulli As Han Hyun Mun
  • Krystal As Kim An Kyu
Cast Additional :

  • Kwon Sang Woo As Kang Ahjussie (True Cast of Drama Cinderella Man)
  • Kyuhyun As Cho Kyuhyun (Han Hyun Mun's Boss)
  • Sungmin As Lee Sung Min (Lee Hyun Seok's Friend)
  • Ryeowook As Kim Ryeowook (Lee Sang Joon's Friend)
  • Yu Ri As Yu Ri (Han Hyun Mun's Friend)
Rating  : G (General)
Genre   : Romance
Disclaimer : Cinderella Man (Drakor)

PLEASE DO NOT COPY

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
 Annyeong haseyo readers.. Mianhae jeongmal mianhae aku baru bisa share chapter ini cause kemarin aku sakit dan banyak kerjaan jadi ajah ga bisa bikin nih chapter... *curcol...
Well pasti udah pada penasaran donk sama kelanjutannya,,,?? ya kan??? ya dong????? Yesungdalah langsung ajah kita cek Chapter 5 nya daripada kepo... tapi seperti biasa Author mau ingetin semua nih supaya tetap menjaga keaslian karya2 author... DILARANG KERAS MENGCOPY KARYAKU!!!! Good Readers Biasakan LIKE sebelum membaca dan Biasakan KOMEN setelah membaca^^!!! Ok lah kalo begetu...  Happy reading All ^_*
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

RECAP CHAPTER 4

  Aku kembali ke ruanganku, aku masih memikirkan keanehannya hari ini "bukankah Sang Joon paling enggan membungkuk kepadaku? tapi kenapa dia hari ini membungkuk padaku?" aku masih teringat saat Sang Joon membungkuk tadi "dan kenapa dia begitu gugup? Bukankah selama ini dia selalu dingin menghadapiku?" gumamku masih bingung dengan Sang Joon hari ini "aahhh!! memusingkan" sahutku. Tiba-tiba Sang Joon keluar dari ruangannya bersama Kang ahjussie "Annyeong Kyu An ya" sapa Kang ahjussie membuatku tersentak "ah annyeong ahjussie, annyeong Kwajangnim" aku dengan sigap berdiri dan membungkuk "kami mau keluar sebentar, aku mohon meja kwajangnim dibersihkan ne!" seru Kang ahjussie "ne ahjussie" sahutku tersenyum, "mwo?" kulihat Sang Joon tersenyum padaku sebelum meninggalkanku. Aku terpaku menatapnya hingga bayangnya tak lagi nampak "ada apa ini?" tanyaku penuh rasa penasaran.

RECAP CHAPTER 4 END

***

CHAPTER 5

Hyun Seok's POV

   "Ahjussie, kau mau mengajakku kemana?" tanyaku mengikuti Kang ahjussie yang langkahnya begitu cepat "ikuti saja! tidak usah bawel!" tukas ahjussie menyebalkan. Tak lama kemudian aku dan Kang ahjussie sudah sampai di lobi hotel, ia mengajakku memeriksa pekerjaan para karyawan dan memeriksa kepuasan para tamu. "welcome to our hotel, let me introducing our boss! His name is Lee Sang Joon and my name is Kang He Suk" sahut ahjussie Kang berbicara dengan salah seorang tamu hotel yang berwajah Eropa, aku tak mengerti bahas Inggris sama sekali. Mereka bicara apa? mengapa menyuruhku bersalaman dengan tamu tersebut. Aku menyambut uluran tangan tamu asing tersebut dan memaksa tersenyum "nice to meet you sir!" sahut ahjussie kurasa bisa kuikuti "nice to meet you sir" sahutku kembali mengulas senyum di wajah tampanku "nice to meet you too sir" sahut tamu asing itu melempar senyuman padaku, kulihat ahjussiepun tersenyum padaku. Mungkin dia terkejut aku bisa bicara inggris, padahal tanpa ia tahu aku hanya menirukan apa yang ia ucapkan tanpa kutahu maknanya... hahahaha aku terkekeh dalam hati.


   Kulihat tamu asing itu menjauhi kami dan berbicara dengan tamu lain, ahjussie kembali mengajakku berbicara dan berinteraksi dengan tamu lainnya. "Annyeong haseyo! Lee Sang Joon imnida" sahutku berkenalan pada salah satu tamu hotel kami "noona! apa kau suka menginap di hotel kami?" tanya ahjussie pada Noona berbaju merah tersebut "ne, mulon imnida! Pelayanan di hotel ini sangat memuaskan, pelayannya ramah-ramah. Semua fasilitas ada bahkan kulinerinya pun sangat memuaskan, enak sekali hidangan-hidangan di sini. Saya suka" ucap yeoja berbaju merah tersebut tersenyum sumringah. Ahjussie terus mengajakku berbincang dengan tamu-tamu hotel seharian ini, yang membuatku tak mengerti sebenarnya apa tujuannya mengajakku menemui semua hotel?. Lelah aku seharian harus mondar-mandir menyalami semua tamu.

   Setelah seharian menemui para tamu, aku dan ahjussie kembali ke rumah dengan peluh membebani pundakku "aahhh lelah sekali rasanya" aku menggumam seraya menjatuhkan diriku di atas sofa empuk ruang tengah "hey! kau jangan bermalas-malasan! Tugasmu masih banyak, cepat kau bersihkan dirimu dan temui aku segera! Arasseo?" titah ahjussie sepertinya tidak bisa melihat aku senang sejenak "paborasseo" gerutuku membathin "ne arasseo Kang ahjussie" sahutku lemas. Ahjussie meninggalkanku sendiri di ruang tamu, ah kurasa memejamkan mata sebentar tak akan memakan waktu banyak.

Skip


   "Aigho!!!! Sang Joon ah ireona!!! (Astaga!!!! Sang Joon bangunlah!!!)" kudengar suara seseorang memekik telingaku namun aku masih enggan membuka mata, lagipula yang ia bangunkan bukan aku tapi Sang Joon "Sang Joon ah! Ah aniya, Hyun Seok ah ireona! (Sang Joong! Ah bukan, Hyun Seok bangunlah!)" teriaknya kini membuatku tersentak "itu kan namaku? aigho! aku tertidur! itu pasti suara ahjussie" gumamku dalam hati dikerumuni rasa takut. Perlahan kubuka mataku dan berusaha menatap ahjussie "lho?" aku tersentak karena tak ada ahjussie di hadapanku "ah syukurlah! Kukira tadi itu nyata, ternyata hanya mimpi. Bahkan di mimpipun Kang ahjussie nampak menyeramkan" gumamku mengusap dada "jadi menurutmu aku ini menyeramkan heu?" sahut seseorang mengejutkanku "ahjussie!! ka.. kau, sejak kapan kau kau ada di belakangku?" sahutku terkejut setengah mati "sejak kau tertidur pulas 30 menit lalu" sahut Kang ahjussie menyilangkan kedua tangannya di atas dada "mwo? 30 menit? jeongmal?" tanyaku tambah terkejut, aku benar-benar kelelahan nampaknya sampai tak sadar tertidur "jadi tadi bukan mimpi ne?" tanyaku memberanikan diri menatap Kang ahjussie "ne, kajja ireona! (ya, ayo bangun!) Bersihkan dirimu! kau ini benar-benar anak nakal! Tugasmu masih banyak jadi jangan bermalas-malasan! Kajja paili wasseo (ayo cepatlah!) kau bersihkan dirimu!" seru ahjussie benar-benar garang "ne ahjussie, mianhae" sahutku lalu buru-buru menghindarinya.


   Setelah selesai membersihkan diri, aku menemui ahjussie di ruang makan.. Perutku mulai bernyanyi, lapar maksudku tapi kenapa perasaanku mendadak tidak enak? "ada apa ini?" tanyaku heran. Aku melangkah sampai tiba di ruang makan "mwo? bukankah itu tunangan Sang Joon? aish! mau apa dia ke sini?" gumamku dalam hati terkejut melihat yeoja itu di depan meja makan "ah! Sang Joon ya! Kajja kita makan!" sahut ahjussie ternyata menyadari keberadaanku dan ia berusaha lambaikan tangannya ke arahku, kulihat yeoja itu menoleh indah ke arahku "ne ahjussie (baiklah paman)" sahutku berjalan lambat menuju meja makan bundar tersebut "Chagiya? kenapa kau lemas? apa kau sakit?" tanya yeoja itu menatapku seraya membelai rambutku. Ish, dia membuatku takut saja... Selama ini aku tak pernah berpacaran, aku jadi gugup "eottokhae? (bagaimana ini?)" gumamku dalam hati "ah aniya, aku hanya lapar saja sejak pulang kerja aku belum sempat makan?" gumamku mencoba relax "jinjjayo? (benarkah?)" tanya yeoja yang belum ku ketahui namanya tersebut membuka matanya lebar, aku mengangguk "kalau begitu? kau mau makan apa? biar aku yang siapkan? mau ini? atau ini?" lanjutnya seraya menunjuk satu-satu ke arah sajian di meja makan. aku menatap ahjussie, ahjussie mengedipkan matanya dua kali seperti mengisyaratkan sesuatu "yang mana chagi?" sahutnya membuyarkan lamunanku "mwo? yang mana saja aku suka" sahutku asal "geureyo, aku sendokkan! Kau makan yang banyak ne, sehabis itu istirahat! Akan kutemani kau malam ini" sahutnya membuatku yang sedang meneguk segelas air putihpun mendadak tersendak "uhuuu.. uhu..." aku terbatuk membuatnya dan ahjussie panik "chagiya gwenchanayo? (Sayang kau tidak apa-apa?)" yeoja itu mengusap-usap punggungku "ah aniya, naega gwenchanayo (ah tidak, aku tidak apa-apa)" jawabku masih berusaha mencari oksigen "aish yeoja ini? kenapa bicara seperti itu? apa maksudnya?" gumamku dalam hati.

    Setelah selesai makan malam, ahjussie menarik tanganku menuju kamarnya "ish! ahjussie ini senang sekali menarik tanganku" pikirku. Sesampainya di kamar ahjussie, ia mengunci pintu, ish dia mau apa? "sebenarnya ini di luar rencana, aku tidak tahu kalo Kyu An ya akan ke sini malam ini. Kau masih ada jadwal pelajaran tapi bagaimana kita akan belajar jika Kyu An ada di sini?" sahut Kang ahjussie sepertinya membicarakan yeoja itu "jadi namanya Kyu An?" tanyaku mengangguk-angguk tak jelas "ne arasseo ahjussie, tenang saja! setelah makan malam, tenagaku penuh kembali jadi aku siap kembali belajar" lanjutku seraya memukul ringan perutku "geureyo, lalu bagaimana cara kita mengusir dia?" sahut ahjussie berbisik padaku "mwo? jika aku tertidur apa dia akan pulang?" sahutku dengan nada yang sama, ahjussie menampakkan ekspresi berpikir, kulihat ia mengernyitkan dahinya "eottokhae?" tanyaku "dicoba saja deh! kajja kita keluar!" seru ahjussie "ne" balasku lalu membuntutinya di belakang.


   Aku memasuki kamarku dengan diikuti Kyu An dan ahjussie "Kyu An ya, aku mengantuk! Apa kau masih mau di sini? kau tahu? menunggu aku tidur itu membosankan lagipula aku tidak sakit, aku baik-baik saja jadi kau tidak perlu menemaniku malam ini! Kan sudah ada ahjussie" sahutku ketika sampai di kamar, aku segera duduk di tempat tidur empukku "jheongmal? kenapa kau selalu menolakku untuk menginap di sini?" sahut Kyu An duduk di sampingku "aish!! kita itu bukan suami istri jadi tidak baik tinggal satu atap, jika para karyawan tahu kita satu atap kau mau reputasimu dan aku hancur? huh?" ujarku membuat ahjussie tersenyum, sepertinya ia setuju dengan ucapanku "benar juga! geureyo, aku pulang! Tapi benarkan kau baik-baik saja?" ia menatapku khawatir "ne, aku sehat! lihat saja! aku berkeringat dan suhu badanku tidak panas. Jadi kau tidak perlu khawatir ne chagiya!" sahutku berusaha meyakinkannya "mworago? kau memanggilku chagiya?" lho kenapa dia tersentak, apa Sang Joon ah tidak pernah panggil dia 'chagiya' "ne chagiya, kenapa kau tersentak?" tanyaku menatap kedua matanya "selama ini kau tidak pernah mau menyebutku chagiya, tapi malam ini kau menyebutku chagiya? kau benar tidak demam?" jawabnya nampak guratan ragu di wajahnya "gwenchana, untuk malam ini aku ingin menyebutmu chagiya. Gwenchanayo?" sahutku berusaha mengelak "ne gwenchana, geureyo kau istirahatlah! Aku bisa pulang sendiri" sahutnya berdiri seraya memegangi kedua tanganku "ne, annyeonghi jumuseyo Kyu An chagiya" sahutku memaksa tersenyum "ne annyeonghi jumuseyo Sang Joon chagiya.. chu....." ia mencium keningku, aku tersentak hingga terpaku. Ia berlalu dari kamarku bersama ahjussie yang mengantarnya "ia menciumku?" gumamku masih dalam posisi tegak. 

Hyun Seok's POV End

***  

Kyu An's POV


    Malam ini aku berkunjung ke rumah Sang Joon, aku makan malam dengannya. Menyenangkan sekali melihat ia tersenyum berkali-kali ke arahku, bahkan ia lahap sekali menyantap hidangan makan malamnya. Meskipun aku masih tak mengerti dengan perubahan sikapnya tapi ini sangat menyenangkan, sebelumnya aku tak pernah bisa melihat Sang Joon makan dengan lahap, tersenyum ke arahku bahkan ia selalu enggan memanggilku 'chagiya'. Membingungkan tapi tak apalah, semoga saja perubahan dia jadi lebih baik akan mempermudah langkahku untuk menjadi istrinya dan menguasai semua harta warisan nenek tua itu. Setelah mengunjungi Sang Joon, aku kini berada dalam mobil menuju jalan pulang tapi aku ingat aku ada janji dengan seseorang di Busan. Itu terlalu jauh tetapi aku sudah terlanjur janji dengan namja itu, akupun terus mengendarai mobilku menuju Busan hingga tepat pukul 09.10 KST aku sudah sampai di depan butik di mana dulu aku dan Sang Joon pernah memesan baju.
   Aku turunkan kakiku dan berjalan melewati pintu kaca butik tersebut "annyeong haseyo noona! ada yang bisa kubantu?" sapa pelayan yang tempo hari membantuku dan Sang Joon memilih baju "annyeong, aku ingin bertemu dengan Cho Kyuhyun apa dia ada?" balasku angkuh "ah ne dia ada di ruangannya, noona langsung saja ke ruangannya!" sahut yeoja itu ramah padaku "geureyo, di mana ruangannya? Tunjukan padaku!" sahutku celingukan "ne, ikuti aku!" sahut yeoja itu lalu kuikuti langkahnya.


   "Ini ruangannya" sahut yeoja itu sampai di depan pintu sebuah ruangan "nde, gomapseumnida" sahutku "nde, cheonmaneyo" balasnya lalu pergi meninggalkanku. Aku mengetuk pintunya "masuk!" kudengar serunya dari balik pintu "annyeong haseyo Kyuhyun ssie" sapaku sedikit membungkukkan badan "annyeong haseyo Kyu An, silahkan duduk!" sahut namja yang sudah lama kusuka itu berdiri dan mempersilahkanku duduk "ku kira tokomu sudah tutup, aku ingin ke sini tapi ragu" ujarku menatapnya "ah ne, jam 11 tokoku tutup. Kenapa kau ragu?" sahutnya tersenyum manis "ah aniya, oh ya aku ingin kau buatkanku sebuah gaun pesta yang indah. Apa kau bisa?" sahutku seraya membuka-buka album foto di meja Kyuhyun "tentu saja, memang kau akan pakai gaun itu kapan?" tanyanya sebelum meneguk segelas kopi "sekitar tiga minggu lagi, di Hotel akan ada perayaan ulang tahun Sang Joon. Aku butuh gaun yang cantik dan indah, apa kau bisa selesaikan dalam waktu tiga minggu?" sahutku kembali menatap kedua bola mata indahnya "akan kuusahakan, kau ingin yang seperti apa? apa kau punya contoh designnya? atau kau ingin designer kami yang menentukkannya?" tanyanya mendekatkan wajahnya di depanku, membuat jantungku berdebar kencang.

    "aku tak punya contoh design, aku ingin designer handalmu yang tentukan dan tidak boleh ada yang mempunyai gaun sama seperti milikku. Arasseo?" sahutku menyipitkan kedua mataku "eum arasseo" sahutnya kini menjauhkan wajahnya dari hadapanku "kau mau warna apa?" tanyanya kembali "eummm, aku ingin warna cerah, terserah warna apa yang penting cocok denganku!" sahutku "geureyo, biar nanti kita diskusikan dengan designerku tapi besok saja ne" sahutnya kembali memulas senyuman indahnya "ne, geureyo sekarang aku pamit. Selamat malam Kyuhyun ah" sahutku berdiri seraya melempar senyuman manisku "ne, apa kau mau kuantar?" dia menawarkan tumpangan padaku, membuat hatiku berbunga "ah aniya, aku bawa mobil jadi aku bisa pulang sendiri. Baiklah annyeong Kyuhyun ah" sahutku lalu pergi meninggalkannya "ne annyeong Kyu An" kudengar ia balas ucapanku.

   Aku kembali berada dalam mobilku, setiap kali habis bertemu dengannya aku pasti selalu terbayang-bayang senyumannya "dia itu benar-benar idamanku. Punya senyuman indah, matanya bagus, dan sejak dulu ia selalu bisa memperlakukanku dengan lembut" gumamku senyum-senyum tak jelas "dia berbanding terbalik sekali dengan Sang Joon, ia tak pernah senyum padaku apalagi memperlakukanku dengan lembut tapi tak apalah lagipula yang kubutuhkan hanya warisannya bukan dirinya. Jika ia mati karena penyakitnya dan aku sudah menjadi istri sahnya, sudah tidak perlu diragukan lagi seluruh hartanya jadi milikku.. heu" gumamku tersenyum licik "hahahaha aku tak sabar ingin menikmati hasilnya" aku terpingkal membayangkan hidupku menjadi lebih mewah.

Kyu An's POV End

***

Hyun Seok's POV

   Setelah Kyu An pergi, aku kembali menghabiskan waktu bersama ahjussie, kini ahjussie mengajarkanku cara berjalan yang benar "mwo?" sahutku tersentak mendengar ucapan ahjussie yang menyuruhku belajar berjalan dengan benar "memangnya selama ini cara jalanku salah? aku ini bukan bayi ahjussie masa harus belajar berjalan, kau ini yang benar saja?" protesku mendengus "ish! mana ada bayi sebesar dirimu? bukan itu maksudku" bela ahjussie manyun "lalu apa?" tanyaku mengernyitkan kedua alisku "cara berjalanmu itu berantakan, sedangkan cara berjalan seorang manajer itu harus baik dan berwibawa, mana ada manajer yang berjalan seperti ini?" sahut Kang ahjussie menirukan cara jalanku yang melenggok cuek "ahjussie, memang cara jalanku seperti itu. Aku kan bukan model, aku hanya penjual ramyeon jadi cara jalanku tidak mungkin seperti model" belaku manyun "aku tahu kau penjual ramyeon, tapi akan membuatmu seperti tuan muda sungguhan! ikuti cara jalanku seperti ini!" kini ahjussie berjalan tegap ala model "ah begitu saja aku juga bisa ahjussie" sahutku sombong "jinjja? coba kau tunjukkan!" serunya mencibirku, aku menirukan cara jalannya dengan diakhiri menunjuk ke arahnya dengan kedua tanganku terbentuk seperti mau menembak dan bibir sedikit dimanyunkan plaaakkkk.... dia memukul kepalaku "auw, ada apa?" sahutku mengusap kepalaku yang sakit "pabo! mana ada seorang manajer berjalan sepertimu? huh?" tukasnya keras.


   Ahjussie mengambil beberapa buku tebal dari rak buku "mwo? itu buat apa?" tanyaku heran melihatnya membawa buku tebal itu "letakkan ini di atas kepalamu!" sahutnya membuatku semakin tak mengerti "mwo? untuk apa?" sahutku tersentak "sudah jangan bawel! cepat letakkan!" serunya memaksa "ne" sahutku lalu meletakkan tiga buah buku tebal itu di atas kepalaku "kue kue..." sahutku bercanda "kau mau kuhajar?" sahut ahjussie membuatku tersenyum "hehehe, ah ahjussie ini tidak punya selera humor pantas saja kau cepat tua" ejekku "kauuu..." teriaknya kesal hendak melayangkan tangannya tapi aku sudah siap menyilangkan kedua tanganku "hyaaatttt" teriakku menyilangkan kedua tanganku "sudah-sudah hentikan! kau harus mulai serius!" serunya mendadak memasang ekspresi serius "nde ahjussie chagi" sahutku manja.

   Aku mulai melenggak lenggok belajar berjalan dengan benar mengikuti titah ahjussie hingga tepat pukul 11.00 KST "ahjussie aku lelah" keluhku duduk terkapar di sofa "ya sudah lanjutkan besok, sekarang istirahatlah!" serunya membuatku tersenyum lega "ne ahjussie, aku tidur ne! annyeonghi jumuseyo" sahutku "annyeonghi jumuseyo! ingat besok kau harus bangun pukul 6 pagi!" sahutnya kudengar samar di belakangku "nde" sahutku berlalu menuju kamar. Sesampainya di kamar, aku pun segera membanting tubuhku dan perlahan kurasakan mataku semakin berat.

Narasi...

   Dilain tempat, tepatnya dari kamar seorang yeoja bernama Hyun Mun. Nampak Hyun Mun baru saja sampai di rumah dan membersihkan kamarnya. Ia nampak lelah sekali setelah seharian bekerja, setelah selesai membereskan kamar dan tempat tidurnya, ia pergi menuju kamar mandinya dan membersihkan diri serta mengganti seragam kerjanya dengan piyama tidurnya yang berwarna biru langit bergambar panda kesukaannya.

   Ia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya, matanya belum bisa terpejam karena masih ada pikiran yang mengganjal di benaknya. Matanya menatap langit-langit atapnya yang berwarna putih. Entah apa yang sedang mengganggu pikirannya hingga sulit untuk cepat-cepat pergi ke alam bawah sadarnya.

Narasi End...

*** 

Hyun Mun's POV

   Aku masih belum bisa memejamkan mataku, sesuatu mengganggu pikiranku. Entah kenapa aku mendadak merindukan Hyun Seok "Hyun Seok, eottokhae jinasimnika? kenapa kau belum mengabariku? apa kau tidak merindukanku?" gumamku terbesit wajah Hyun Seok diotakku "aku ingat, ada seseorang yang mirip sekali denganmu! Namanya..." lanjutku tiba-tiba teringat sosok manajer yang tempo hari mengambil tuxedonya di butik "Sang Joon... ne namanya Sang Joon, tetapi dia berbeda sekali denganmu Hyun Seok. Dia jauh lebih tampan dan lebih rapi dibandingkan kau" gumamku membayangkan Sang Joon dan Hyun Seok berdampingan "ah aniya, untukku kau tetap sahabatku yang terbaik. Annyeonghi Jumuseyo Hyun Seok ah" sahutku lalu menutup wajahku dengan baed cover dan berusaha pejamkan mata.


   Tak terasa, sinar matahari sudah berkumpul memenuhi kamarku. Menembus setiap celah jendela kamarku, menghangatkan tubuhku pagi ini. Aku membuka mata perlahan, kurentangkan kedua tanganku seraya duduk di tempat tidurku "aaahhh kenapa malam cepat sekali berlalu?" gumamku masih merasakan kantuk yang sangat "sebaiknya aku cepat bersiap-siap, jangan sampai Kyuhyun memarahiku karena terlambat masuk" sahutku buru-buru beranjak dari tempat tidur, lalu mencari handuk dan segera menuju kamar mandi "joheun achiemeyo appa!" sapaku melihat appa sudah berada di dapur menyiapkan sarapan "joheun achiemeyo Hyun Mun! kau mau mandi?" tanyanya menatap ke arahku "ne, aku mandi dulu ne appa" sahutku membuka pintu kamar mandi "ne... paili wasseo! (ya ... cepatlah!)" sahutnya kudengar dari balik pintu kamar mandi.

   Aku siap berangkat menuju butik, Kyuhyun bilang hari ini aku dapat pekerjaan mendesign gaun untuk untuk kekasihnya Sang Joon, kalau tidak salah namanya Kim An Kyu. Suatu kehormatan bagiku bisa mendapat tugas ini. Aku jadi lebih bersemangat bekerja hari ini. "Joheun achiemeyo Kyuppa!" sapaku melihat Kyuhyun sedang sibuk membuka kunci pintu butik "ah joheun achiemeyo Hyun Mun" sapanya kulihat sedikit terkejut "kau ceria sekali?" tanyanya seraya melangkah ke dalam "jinjjayo? memangnya ekspresi bahagiaku nampak ne?" sahutku membuntutinya "ne nampak sekali" sahutnya menoleh ke arahku "kau mau tahu kenapa aku bahagia sekali hari ini?" sahutku melihat Kyuppa mengganggukkan kepalanya "itu karena kau mau memberikanku tugas mendesign gaun lagi, ini membuatku bersemangat karena Nona Kim An Kyu menyukai rancanganku" ujarku sumringah "begitu, ne arasseo! kau tahu kenapa dia menyukai rancanganmu?" aku menggelengkan kepalaku "karena designmu indah, full colour tapi tetap elegan dan designmu terbatas karena tak ada di pasaran" ujarnya membuatku menganggukkan kepala "arasseo" sahutku tersenyum lebar "ya sudah aku mau ke ruanganku" sahut Kyuppa membalikkan badannya "ne" balasku.

Hyun Mun's POV End

***

Hyun Seok's POV

    Hari ini aku kembali ke hotel, bekerja seperti biasa. Di dalam ruanganku, ahjussie mengajariku cara mengoperasikan komputer "lalu untuk membuat ini membentuk tabel bagaimana ahjussie?" tanyaku padanya ketika aku melihat satu dokumen dengan gambar tabel di dalamnya "lihat aku, caranya seperti ini..." sahut ahjussie sambil mengajariku "ah ne arasseo" sahutku mengangguk "ah komputer itu sulit ahjussie, lebih mudah memasak ramyeon" lanjutku sedikit pusing "kau ini, ramyeon saja yang ada di pikiranmu! cepat kerjakan soal dariku ini!" serunya ketus "aku belum terlalu paham ahjussie" ujarku manja "sudah cepat kerjakan! jika kau tidak bisa kerjakan soal semudah ini, kau tidak dapat jatah makan siang. Arasseo?" serunya benar-benar kejam "ne aku coba" sahutku menyerah.


   Setelah 30 menit berlalu, aku sudah selesaikan soal-soal dari ahjussie. Kini giliran ia yang memeriksa jawabanku "joah, ya sudah kau boleh dapatkan makan siang!" sahut ahjussie tersenyum padaku "baru kali ini aku lihat dia tersenyum" gumamku dalam hati "asyikkkk... kajja ahjussie kita makan siang, aku lapar sekali" sahutku dengan semangat 45 "ne, kajja" sahutnya lalu keluar dari ruanganku.

    Aku dan ahjussiepun keluar dari ruangan kami, berjalan menuju lobi bersama. "mwo?" aku terkejut melihat yeoja yang sedang berbincang dengan Kyu An.....


TBC 



Mwo??? TBC???? kan lagi seru thor kenapa TBC?? penasaran deh jadinya *plaakkkk.... author lagi belagak jadi readers.... hehehehe... adakah readerku yang penasaran dengan kelanjutannya??? huuuummmm kira-kira siapa ya yeoja yang ada di Hotel Seoul yang sedang berbincang dengan Kyu An???? Tunggu jawabannya di Next Chapter ne!!! C U Later.... Paii Paii.... Jangan LUPA LIKE and KOMENnya ne ^^... Author selalu tunggu...^^